Latest Post

Showing posts with label Demos Cratos. Show all posts
Showing posts with label Demos Cratos. Show all posts

Nasib DOB Garut Selatan Ada di Meja Presiden

Written By Garut Express on Monday, January 6, 2014 | 10:15 PM


PATRIOT, (GE),-
Harapan masyarakat Garut Selatan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB), tampaknya akan segera terwujud  di tahun 2014 ini. Setelah melewati sejumlah tahapan di DPR RI, kini Rancangan Undang  - Undang (RUU) Pembentukan Daerah Oto­nomi Baru (DOB) Kabupaten Garut Selatan telah  sampai di meja Presiden RI untuk dilakukan analisis.
Kabar telah sampainya tahapan RUU DOB Garut Selatan  ke  tangan presiden ini disampaikan oleh  Ketua Dewan Penasehat Presidium Garut Selatan, Suryaman, Kamis, (2/1) kepada sejumlah wartawan di gedung DPRD. Menurutnya, meski semua tahapan telah selesai dilakukan di DPR RI, nyatanya kepastian pembentukan DOB Garut Selatan masih harus dikaji dan dianalisis pemerintah pusat. Seperti pernah diberitakan “GE”, bulan Desember 2013 lalu, DPR RI telah menetapkan RUU DOB Garut Selatan melalui sidang paripurna. DOB Garut Selatan sendiri memperoleh urutan kesepuluh dari 65 calon DOB yang disetujui DPR RI
Suyaman optimis, setelah dianalisa presiden, DOB Garut Selatan akan segera disyahkan  menjadi undang - undang sekitar pertengahan bulan Agustus 2014. Meski ada beberapa kandidat DOB lainnya di Jawa Barat, lanjut Suyaman, pihaknya yakin Kabupaten Garut Selatan akan menjadi prioritas, karena proses pengajuan administratif DOB Garut Selatan lebih dulu dibandingkan DOB lainnya di Jawa Barat. “ Ini akan menjadi kado terakhir dari DPR RI untuk masyarakat Garut Selatan sebelum masa jabatan mereka berakhir, kami optimis Kabupaten Garut Selatan akan disyahkan dalam beberapa bulan ke depan, ” jelasnya
Keyakinan akan segera disyahkannya Garut Selatan sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) , juga kembali ditegaskan Ketua Komite Per­siapan Pembentukan Ka­bu­paten Garut Selatan (KP2-KGS), Dedi Kurniawan . Menurut  anggota DPRD Garut ini, semua tahapan dan segala kelengkapan untuk pemekaran Garut Selatan telah terpenuhi. Berkas tersebut antara lain, berkas keputusan dukungan pembentukan DOB Garut Selatan dari  141 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang berasal dari  16 kecamatan dan berkas penyediaan lahan untuk ibukota kabupaten yang berlokasi di Kecamatan Mekarmukti seluas 228 hektar
Dedi juga menyampaikan, dana untuk DOB Garut Selatan  juga sudah dianggarkan dari hibah Pemkab Garut dan Pemprov Jawa Barat. Menurutnya, selama masa transisi pemerintahan di DOB Garut Selatan telah dianggarkan sebesar Rp 20 miliar, dan untuk pelaksanaan Pilkada dianggarkan Rp 12 miliar. Hibah lainnya tambah Dedi berupa hibah aset, personil, utang piutang dan dokumen lainnya. ”Pemprov Jawa Barat juga telah menyediakan hibah sebesar Rp 15 miliar, dengan semua  persiapan dan kelengkapan yang sudah terpenuhi dan kami serahkan ke DPR RI, kami yakin cita- cita masyarakat Garut Selatan untuk menjadi Daerah Otonomi Baru  (DOB) akan segera terwujud,” pungkasnya. (Farhan SN) ***

"Pemerintah Kabupaten Garut pun telah memutuskan untuk memberikan hibah penyelenggaraan pemerintahan calon DOB Garut Selatan selama masa transisi sebesar Rp 20 miliar. Tak hanya itu, telah ditetapkan pula hibah untuk pilkada pertama kali di DOB Garut Selatan sebesar Rp 12 miliar, hibah aset dan personel di Garut Selatan, utang piutang, dan dokumen lainnya," ucap Dedi.

 Sementara itu, tandasnya, dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri ada hibah sebesar Rp 15 miliar. DOB Kabupaten Garut Selatan terdiri atas 16 kecamatan dengan jumlah desa mencapai 141. Kecamatan yang masuk ke wilayah DOB Garut Selatan adalah Kecamatan Banjarwangi, Bungbulang, Caringin, Cibalong, Cihurip, Cikajang, Cikelet, Cisewu, Cisompet, Mekarmukti, Pa­meung­peuk, Pakenjeng, Pa­mulihan, Peundeuy, Singa­jaya, dan Talegong.E-18***

Polres Garut Siaga Ancaman Teroris


GARUT, (GE).-
Kapolres Garut, AKBP Arif Rachman menyatakan, saat ini ancaman teroris sudah menjalar ke berbagai daerah di Indonesia. Keadaan itu akan sangat berbahaya jika tidak segera dilakukan langkah antisipasi. Pernyataan Kapolres tersebut disampaikannya pada acara sosialisasi antisipasi teroris yang muncul di wilayah Kab. Garut bertempat di Graha Mumun Surachman Mako Polres Garut di Jalan Sudirman Garut, Jumat (3/1).

Sosialisasi terkait antisipasi ancaman teroris itu dihadiri sekitar 540 kepala desa (Kades) se-Kab. Garut, para camat, para Kapolsek, Danramil, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.Tampak hadir pula Komandan Kodim (Dandim) 0611/Garut, Letkol inf. B. Hadi Suseno, Sekteraris Daerah (Sekda) Kab. Garut Iman Alirahman, Ketua DPRD Kab. Garut Ahmad Bajuri, dan unsur Muspida lainnya.

Dalam kesempatan itu, Kapolres menyosialisasikan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2013 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Teroris. Dalam paparannya Kapolres menjelaskan, sepak terjang teroris mulai dari perekrutan anggota, pelatihan, perakitan bom, serangan teroris, hingga penyergapan dan penangkapan yang dilakukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror. "Kegiatan ini dilakukan untuk memupuk sinergitas, penanganan, penanggulangan, dan antisipasi ancaman teroris yang saat ini menjalar ke seluruh daerah di Indonesia. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat Garut menyadari, memahami, dan lebih waspada,sebab tidak tertutup kemungkinan para teroris ada di lingkungan mereka," papar kapolres

Disinggung kemungkinan adanya anggota teroris yang digeledah di Ciputat, Tangerang Selatan, Prov. Banten (Selasa, 31 Desember 2013 -  Rabu, 1 Januari 2014) lalu yang diperkirakan melarikan diri ke kawasan Priangan termasuk ke wilayah Garut, kapolres mengaku belum bisa memastikannya. "Informasi yang sempat kami terima seperti itu. Namun berdasarkan temuan di lapangan belum ada yang faktual, akan tetapi, semua itu perlu diwaspadai. Makanya kami melaksanakan kegiatan ini sebagai langkah antisipasi dan pemahaman bagi masyarakat. Siapa tahu di antara warga Garut ada yang terekrut oleh jaringan teroris," tambahnya.

Kapolres menambahkan, Densus 88 selalu langsung terjun ke lokasi tempat tinggal tersangka teroris dan menggeledahnya. Sebab, katanya, jarang sekali warga menyangka ada warga lain di sekitarnya yang menjadi tersangka teroris. Kunci penanganan teroris salah satunya deteksi dan pelaporan cepat.

Di sisi lain, lanjutnya, sejumlah kearifan lokal khas masyarakat Indonesia yang mampuh mencegah aksi terorisme kini mulai ditinggalkan. Padahal, kegiatan tersebut sangat berarti untuk mendeteksi dan melaporkan aktivitas teroris secara dini. Kearifan lokal tersebut di antaranya kegiatan penjagaan keamanan pada malam hari, seperti ronda dan memberlakukan kembali sistem wajib lapor 24 jam.  "Warga dan tokoh masyarakat harus selalu melaporkan aktivitas yang dianggap menyimpang di lingkungannya dan menyisipkan pesan kesiagaan keamanan di setiap ceramah keagamaan. Periksa dan data penghuni kontrakan. Akomodasi kegiatan pemuda supaya tidak menyimpang," imbuhnya. (Farhan SN)***

FARHAN SN/GE
KAPOLRES Garut, AKBP Arif Rachman, saat menyampaikan paparan antisipasi teroris di Graha Mumun Surachman Mako Polres Garut di Jalan Sudirman Garut, Jumat (3/1).*

Aceng Siap Buktikan Masih Punya Pendukung Setia

Written By Garut Express on Sunday, January 5, 2014 | 9:36 PM


GARUT KOTA, (GE).- Pasca lengser dari kursi Bupati Garut, HM. Aceng Fikri ternyata masih memiliki semangat untuk kembali bertarung dalam percaturan politik tanah air ini. Seperti telah diketahui, Aceng kini menjadi salah satu calon DPD RI (Dewan Perwakilan Daerah) dari  provinsi Jawa Barat.

Kembalinya mantan Bupati Garut ke kancah politik ini merupakan hal yang menarik untuk terus diikuti. Betapa  tidak, Aceng yang mengaku merasa terdzalimi atas kasus yang menimpanya hingga berujung dilengserkannya dari kursi Garut 1 ini siap membuktikan bahwa dirinya masih memiliki banyak pendukung setia.

Ia mengatakan alasannya maju menjadi calon DPD RI karena banyaknya dukungan yang meminta dirinya untuk mencalonkan diri. Dukungan tersebut, kata Aceng, datang dari berbagai daerah di Jawa Barat. Ada yang langsung datang menemuinya dan ada juga yang melalui telepon. "Saya juga siap membuktikan bahwa saya masih memiliki basis dukungan di berbagai wilayah. Dan  saya sudah mengapreasiasi dan melaksanakan dukungan agar saya maju," ungkapnya saat ditemui di kediamannya beberapa waktu yang lalu.

Aceng Fikri mengaku, bahwa dirinya tidak bersalah dan bukan koruptor sehingga dirinya masih percaya akan mendapatkan dukungan dari masyarakat, khususnya Kabupaten Garut. “Saya diturunkan dari kursi Bupati Garut bukan karena korupsi, saya ini didzalimi. Saya nikah dengan syah dan sesuai dengan syari’ah Islam. Tidak ada hukum Islam yang saya tentang,”  tandasnya.

Ketika disinggung terkait nomor satu sebagai calon anggota DPD RI, Aceng menyebutkan hanya faktor kebetulan saja "Mendapat nomor urut satu karena berdasarkan nomor urut abjad yang dimulai dari huruf a, jadi bukan faktor kriteria atau alasan lainnya, Jika ada nama Aa mungkin, dialah yang berhak mendapat nomor urut pertama, ” ucap Aceng.

Adapun hal yang akan diusung dalam pencalonannya nanti adalah perihal perbaikan infrastruktur di berbagai daerah di Jawa Barat. Menurutnya, pembangunan tersebut harus segera dituntaskan. Sebagai perwakilan dari masyarakat Jawa Barat, ia mengatakan akan melanjutkan pembangunan di Garut khususnya, karena Garut masih sebagai daerah tertinggal yang harus berubah sebagai kabupaten maju.  (Cep / Syamsul )

Bupati Garut Terpilih Sampaikan Komitmen untuk Benahi Pendidikan

Written By Garut Express on Monday, December 23, 2013 | 9:01 PM


Tarka, (GE),-
Bupati Garut terpilih, H. Rudy Gunawan SH, MH, kembali menyampaikan komitmennya untuk memperhatikan dunia pendidikan di Kabupaten Garut. Hal tersebut selain sudah menjadi bagian dari visi dan misinya saat mencalonkan diri , juga merupakan  bagian untuk meningkatkan IPM Kabupaten Garut yang hingga saat ini masih tercatat sebagai kabupaten tertinggal di Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi nara sumber dalam acara “Dialog Ruang Publik” di  Sembilan TV, Sabtu,(21/12). Dalam program tersebut, Rudi  juga menegaskan akan merangkul semua elemen masyarakat termasuk sembilan Paslon lainnya sebagai bagian dari rekonsiliasi pasca pelaksanaan Pilkada Garut. “Kami akan membuka komunikasi dengan semua pihak dan akan merangkul para Paslon lainnya, sebagai bagian dari rekonsiliasi pasca penyelenggaran Pilkada,” jelasnya
Saat menanggapi pertanyaan dari seorang penonton terkait nasib para guru honorer baik di lingkungan Disdik maupun Kemenag, Rudy yang akan dilantik sebagai Bupati Garut  tanggal 23 Januari 2014 menegaskan, nasib para guru dan para pegawai lainnya yang belum berstatus PNS memang harus diperhatikan, karena mereka telah mengabdikan hidupnya untuk negara. Menurutnya perlu dipikirkan kebijakan yang berpihak kepada para guru honorer yang selama ini memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Garut. “Kita harus menghargai siapapun yang telah menyerahkan hidupnya untuk negara termasuk di dalamnya para guru honorer atau para pegawai lainnya yang masih berstatus non PNS,” katanya. (HMP) ***

Caleg yang Membandel Pasang Iklan Terancam Diskualifikasi

Saefulloh, S.Ag 
Anggota Panwaslu Garut

TARKID,- (GE).-
Menjelang Pileg (Pemilu Legislatif) 2014 tampaknya para calon anggota legislatif (Caleg) harus berhati-hati, jika tidak, bisa-bisa para Caleg ataupun Parpol terhenti sebelum bertanding. Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) telah menerapkan aturan ketat dan sanksi bagi Caleg yang tidak taat aturan main. Salah satu aturan yang diberlakukan Bawaslu diantaranya tidak diperbolehkannya bagi Caleg untuk memasang iklan di media cetak maupun media elektronik. “Kami selaku Pengawas Pemilu, berhak menyampaikan peringatan terkait mekanisme dan aturan main pileg kepada peserta calon legislative maupun rekan-rekan di media,” ungkap Saefullah, S.Ag selaku anggota Panwaslu Kabupaten Garut saat di temui di ruang kerjanya, Sabtu (19/12/2013).

Saefullah, menegaskan, Caleg maupun Parpol saat ini belum diperkenankan untuk memasang iklan maupun sosialisasi di media massa, baik media cetak maupun elektronik. Dikatakannya, sosialisasi di media massa melalui pemasangan iklan dinilai ada nuansa mengajak untuk memilih secara eksplisit. Menurutnya, pihaknya tidak akan segan-segan menjerat para caleg ataupun parpol yang membandel  ngotot memasang iklan di media massa dengan sangsi tegas hingga diskulaifikasi.“Bagi Caleg ataupun Parpol yang "keukeuh" membandel memasang iklan di media massa bisa berujung pada sanksi hukum, hingga diskualifikasi. “Larangan bagi Caleg dan Parpol untuk memasang iklan di media massa telah tertuang dalam Peraturan KPU Nomor 15/ 2013 serta Undang Undang Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Pemilu Anggota DPR, DPRD dan DPD,” bebernya.

Lebih jauh Saefulloh menjelaskan, pemasangan iklan maupun sosialisasi di media massa  bisa dilakukan pada massa kampanye umum yang direncanakan berlangsung selama 21 hari menjelang digelarnya pemilu, yakni mulai tanggal 16 Maret hingga 5 April 2014. Undang-Undang yang dimaksud, sambung Saefulloh, terdapat pasal yang menyebutkan kalau peserta pemilu dengan sengaja melakukan kampanye di luar jadwal yang telah ditetapkan KPU, dapat dikenakan sangsi pidana dengan ancaman satu tahun kurungan, dan denda sebanyak Rp 12 Juta.

Menanggapi hal itu, Anggota KPU Garut Abdal mengaku, pelanggaran Pemilu yang dilakukan Caleg sudah menjadi kewenangan Panwas untuk ditindak lanjuti. “Namun demikian, saya belum tahu jika pelanggaran terkait pemasangan iklan sanksinya bisa terancam diskualifikasi,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kasubag Hukum Sekretariat KPU Garut, Dudung Dulkifli, SH, pihaknya belum membaca tuntas peraturan mengenai saknsi yang dikenakan bagi Caleg yang melanggar pemasangan iklan. “Akan tetapi, apa yang diperingatkan oleh Panwaslu harus menjadi perhatian untuk ditaati dan dipatuhi para kontestan Pileg, terangnya. (Cep)   

Belum Satupun Parpol yang Menyerahkan Laporan Dana Kampanye


Dudung Dulkifli

TARKA, (GE).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, hingga saat ini belum menerima satupun laporan tentang dana kampanye Pemilu 2014 dari partai politik. Padahal masa wajib laporan tahap pertama penerimaan dana kampanye harus sudah masuk ke KPU maksimal 27 Desember 2013. “Hingga saat ini, belum ada satu pun parpol yang menyerahkan laporan dana kampanye,” ungkap Dudung Dulkifli selaku Kasubag Hukum Sekretariat KPU Garut  saat ditemui di ruang kerjanya, Jum’at (21/12).

Dijelaskannya, bagi pengurus partai politik yang belum melaporkan itu, diminta untuk segera menyelesaikan kewajibannya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Dengan belum ada parpol yang melaporkan dana kampanye, maka pihaknya terus berupaya mengingatkan para Caleg dan partai politik agar memperhatikan jadwal dan batas akhir waktu pelaporan yang ditetapkan. Hal ini juga telah disampaikan melalui surat maupun secara lisan disetiap kesempatan,” tambahnya.

Dudung menjelaskan, Sebenarnya KPU sudah mengingatkan tentang aturan dana kampanye ini secara gamblang pada rapat pleno, sesuai dengan Pasal 138 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilihan Umum DPR, DPD dan DPRD. Dan aturan ini juga sesuai dengan PKPU nomor 17 tahun 2013 tentang Sumber Dana Kampanye yang diperbolehkan. Untuk perorangan sebesar Rp 1 Milyar. Sementara sumbangan kelompok, perusahaan atau badan usaha hanya boleh Rp 7,5 Milyar.

Dudung menambahkan, jadwal penyerahan rekening serta dana kampanye terbagi dalam tiga tahap. Tahap pertama sampai 27 Desember, tahap kedua 2 Maret dan tahap ketiga 4 April. "Jika sampai pada tahap akhir Parpol tidak menyerahkan rekening dan dana kampanye maka akan terancam didiskualifikasi sebagai anggota peserta Pemilu 2014," tegasnya

Lebih jauh Dudung menyampaikan, partai politik dan calon anggota DPD harus melaporkan pula penerimaan sumbangan dana kampanye dalam bentuk hardcopy dan softcopy format PDF, yang meliputi formulir model DK1-Parpol, formulir model DK3-Parpol, Formulir model DK5-Parpol dan formulir DK13-Parpol. “Pembukaan rekening khusus dana kampanye, di dalamnya tercakup data saldo awal, berikut rincian penerimaan dan pengeluaran. Laporan tersebut paling lambat harus sudah disampaikan pada 27 Desember 2013, meliputi penerimaan bantuan dari para caleg, sumbangan perseorangan, sumbangan kelompok, dan sumbangan dari badan usaha," jelasnya. (Syamsul)***

PKB Jabar Gelar Konsolidasi dan Pembekalan Caleg


TARKA, (GE).- Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Barat tengah menggelar konsolidasi dan pembekalan Caleg DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota yang dirangkai dengan acara silaturahmi. Sekitar 50 kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) turut mengikuti kegiatan tersebut yang bertempat di Resto Jemani, Jl. Cipanas, Rabu (19/12). 

Puluhan kader PKB yang hadir adalah Caleg DPR RI Dapil XI, Caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dan Caleg DPRD Kabupaten Garut yang akan bertarung dalam pemilihan legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Hadir pula dalam kesempatan itu Wakil Ketua, Bendahara Umum DPP PKB, Imas Aan Ubudiah, Anggota DPR RI Fraksi PKB, Acep Adang, Sekretaris DPW PKB Jawa Barat, Saeful Huda dan Ketua PKB Kabupaten Garut, Dadan Hidayatulloh, S.Ag.

Sekertaris PKB Jawa Barat, Saeful Huda dalam pemaparannya menyampaikan para Caleg dituntut untuk bekerja secara maksimal dan rajin melakukan konsolidasi terhadap masyarakat yang berada di daerah pemilihan masing-masing, sekaligus melakukan kontribusi positif untuk masyarakat.

Menurutnya, ada beberapa tantangan hal yang harus diperhatikan para caleg di lapangan yakni, wilayah dapil yang luas, kecenderungan pemilih yang terserak, sehingga membuat kerja-kerja politik caleg sering kehilangan fokus. “Butuh pendekatan yang lebih personal, baik melalui ormas, agama, etnik, kekerabatan, dst. Dan itu hanya Caleg sebagai figur yang bisa melakukan”, paparnya.

Selain itu, sambung Saeful Huda, beban sumber daya yang harus ditanggung Caleg juga menjadi terlalu besar. “Karena itu, para Caleg perlu mengidentifikasi dan  menetapkan wilayah yang dianggap paling potensial untuk digarap secara lebih intensif dan massif,” ungkapnya.

Sementara itu, Teh Imas Aan Ubudiah selaku calon legislatif DPR RI nomor urut satu, dalam sambutannya menyampaikan, kebersamaan adalah kunci kemenangan. “Diharapkan, agar seluruh caleg PKB untuk senantiasa bekerjasama dan saling membesarkan partai. Insya Allah, jika saling membesarkan partai target kursi di tingkat kabupaten, provinsi dan pusat  akan dapat dicapai secara signifikan,” ungkapnya.

Teh Imas mengingatkan, teman-teman Caleg di internal partai bukan sebagai rival melainkan sebagai partner. “Dengan demikian, sangat penting merajut dan mempersatukan semua persepsi para Caleg, agar bisa bahu membahu dalam memperjuangkan kemenangan partai dalam pertarungan Pileg 2014 mendatang,” tandas Teh Imas.

Mantan Ketua PKB Kabupaten Garut ini menambahkan, tidak ada alasan untuk tidak memenangkan PKB dalam pemilihan nanti. "Mari kita rebut hati masyarakat. Salah satu langkahnya yakni melakukan kaderisasi, konsolidasi, silaturahmi dan memelihara wilayah basis dukungan sekaligus tidak banyak  mengobral janji," pesannya.

Teh Imas mengaku, pihaknya optimis pada Pileg 2014 mendatang partainya akan berhasil merebut kursi di masing-masing Dapil. "PKB akan lebih baik lagi dan meraih sukses," terangnya. (Syamsul)***

Foto : Teh Imas dan Acep Adang selaku Caleg DPR RI tengah melakukan Konsolidasi dan Pembekalan terhadap Caleg

Rel Kereta Ambles di Leuwigoong

Written By Garut Express on Monday, December 16, 2013 | 8:14 PM


LEUWIGOONG, (GE).-
Jalur kereta api (KA) Leles-Cibatu di Kampung Karangsari Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, ambles sedalam enam meter pukul 22.30 WIB, Minggu (15/12) malam. Akibat kejadian itu, jalur KA tersebut tidak dapat dilalui.
“Lengkapnya, seperti berapa panjang jalur yang terancam belum kami terima. Cuma sejauh ini laporan menyebutkan tanah pinggir rel jalur KA Leles-Cibatu di Kampung Karangasari amblas dan tidak bisa dilalui,“kata Kepala Bagian Informatika Setda Kabupaten Garut, Basuki Eko, Senin (16/12).
Menurut Eko, faktor tingginya curah hujan menjadi penyebab amblasnya tanah di sekitar rel. Petugas dari intansi terkait dan muspika setempat, tambah Eko, saat ini masih melakukan upaya normalisasi jalur KA yang amblas tersebut.
“Begitu laporan ini disampaikan, petugas langsung melakukan upaya perbaikan. Sejauh ini, kami tidak mengetahui KA jurusan mana saja yang terhambat akibat amblasnya jalur tersebut,“ujarnya.
Seperti diketahui, tingginya curah hujan mengakibatkan sejumlah wilayah di Kabupaten Garut mengalami longsor. Dalam kurun waktu tiga hari terakhir, longsor terjadi di tiga lokasi.
Pada Minggu (15/12) pukul 18.30 WIB, tanah badan Jalan Cangkuang longsor dan menutupi saluran air irigasi. Kejadian ini mengakibatkan tiga rumah warga di Kampung Karangsari Tonggoh terendam.
Pada Sabtu (14/12) sebelumnya, longsor terjadi di kawasan kaki Gunung Sorong dan Kampung Pojok, Desa Sukalaksana, Kecamatan Talegong. Dua unit rumah warga mengalami rusak berat dan satu unit lainnya rusak ringan.
Longsor di Kampung Pojok ini setidaknya juga mengancam 25 rumah warga lainnya dan satu mesjid. Akibatnya, sebanyak 28 kepala keluarga (KK) harus diungsikan untuk menghindari longsor susulan.
Pada hari yang sama, Sabtu, longsor telah memutus jalan provinsi penghubung Kecamatan Cisewu dan Talegong di km 63+875. Putusnya jalan penghubung di kawasan Garut Selatan ini disebabkan oleh meluapnya air Sungai Ciliwung di Desa Girimukti, Kecamatan Cisewu.
Badan jalan sepanjang 100 meter mengalami amblas karena pengikisan air sungai dan hanya tinggal menyisakan lebar dua meter saja. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut Dikdik Hendrajaya mengatakan, tidak ada korban jiwa dari serangkaian peristiwa longsor yang terjadi.
“Kami meminta agar warga di seluruh wilayah Kabupaten Garut waspada bencana longsor dan segera melaporkan bila bencana itu terjadi di lingkungan mereka ke muspika terdekat. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin cepat pula penanganan yang akan dilakukan,“ujarnya. (Farhan SN)***

Danrem Pimpin Pencanangan "Garut Bersih"

Written By Garut Express on Tuesday, November 5, 2013 | 8:23 PM

KOTA, (GE).-
Ratusan massa dari berbagai kalangan masyarakat, di antaranya TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Ormas Kepemudaan serta LSM, termasuk siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) turun ke jalan memadati berbagai titik pusat Kota Garut, Senin (28/10).
Dimulai pukul 09.00 pagi, aksi pengerahan massa yang dipimpin Komandan Korem 062 Tarumanagara Kolonel Inf.Besar Harto Karyawan, Bupati Garut H. Agus Hamdani, Kapolres, Dandim 0611, serta Sekretaris Daerah Garut H. Iman Alirahman tersebut bukan unjuk rasa menyampaikan aspirasi, melainkan melakukan aksi bersih-bersih lingkungan sebagai tanda dicanangkannya “Garut Bersih”.
Di hari di mana seluruh warga Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, masyarakat Garut memperingatinya dengan melakukan aksi kebersihan. "Ini bentuk kecintaan kami kepada Garut, mari kita jadikan kembali Kota Garut sebagai Kota Intan," ajak Danrem.
Danrem menuturkan, program peduli lingkungan tersebut selain bertujuan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda, juga sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab TNI, Polri, Pemda dan seluruh elemen masyarakat turut andil memberikan kontribusi dalam mendukung kebersihan lingkungan.
"Saya prihatin melihat masih banyak sampah berserakan, tidak hanya di pinggir jalan juga permukiman masyarakat, ini sangat penting untuk disikapi secara nyata," ujarnya.
Danrem berharap, seluruh warga menanamkan dalam diri masing-masing untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan. "Dengan begitu, lingkungan kita akan terhindar dari bencana banjir, serta wabah penyakit. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan kewajiban kita semua. Salah satu kontribusi nyata menjaga kebersihan lingkungan adalah membuang sampah pada tempatnya," tegas Danrem.
Danrem juga mengajak warga yang ada di pusat perkotaan, termasuk para pemilik toko, Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk ikut serta membantu kelancaran program “Garut Bersih “ini.
Pada kesempatan tersebut, enam orang siswa SMP dan dua anggota Scooter Owner Garut (SOG) yang ikut melakukan kebersihan di beberapa lokasi, kecipratan rezeki dengan mendapatkan hadiah berupa handpone masing-masing dari bupati, danrem, dandim, ketua pengadilan, karena berhasil menjawab pertanyaan terkait kegiatan yang dilaksanakan. (Farhan Aolia)***

H. Nadiman "Terserah, Partai Sudah Saya Bayar Semua"

Written By Garut Express on Sunday, August 4, 2013 | 5:34 AM



BAGAIMANA tanggapan H. Nadiman atas sikap partai-partai yang tergabung ke dalam Koalisi Partai Non Parlemen yang dulu mengusungnya?
"Terserah...saya sudah bayar semua setiap partai," katanya pendek. Ia pun tak meneruskan wawancara dengan alasan ada kepentingan yang segera.
Jawaban Nadiman tentu saja mengejutkan GE. Pasalnya, GE hanya menanyakan komentar atas sikap Koalisi Partai Non Parlemen, tak menyinggung soal uang kompensasi pengusungan. Namun tiba-tiba saja Nadiman to the point terhadap masalah yang yang diperkirakan merupakan akar permasalahan antara Nadiman-Holil dengan partai pengusung selama ini.
Ketika hal ini ditanyakan kepada Kordinator Koalisi Partai Non Parlemen Asep Sukarna, Asep menilai soal kompensasi merupakan hal yang wajar diterima oleh partai pengusung. "Nadiman-Holil bisa menjadi calon Bupati/Wakil Bupati kan berkat usungan partai-partai non parlemen. Oleh karena itu wajar jika partai-partai berharap kompensasi yang rasional dan proporsional," tegasnya.
Sementara itu, dalam Pilkada Garut sekarang ini Nadiman memang tampak istimewa. Seperti diketahui, ia merupakan anggota DPRD Garut dari Partai Hanura. Bahkan dalam pencalonan legislatif tahun 2014 yang akan datang, nama Nadiman tercatat juga sebagai salah satu caleg Partai hanura dari Dapil I.
Namun yang istimewa, ia juga malah tercatat sebagai calon Bupati Garut yang diusung partai-partai non parlemen, padahal Partai Hanura yang selama ini menampung Nadiman, jelas-jelas memutuskan Brigjen (Purn) Syaeful Anwar-H. Sherly Besi sebagai pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Garut.
Salah seorang pengurus DPC Partai Hanura Garut, Agus Kusaeri, beberapa waktu lalu mengakui bahwa pencalonan Nadiman sebagai Bupati Garut setidaknya akan mengganggu tatanan yang sedang dibangun Hanura untuk memenangkan pasangan Brigjen Syaiful Anwar-Sherly Besi. "Setidaknya akan terjadi perpecahan suara di tubuh Hanura," aku Agus.
Namun inilah istimewanya Nadiman. Meskipun dianggap mengganggu konstalasi Hanura, hingga kini belum terdengar Hanura merekomendasikan sanksi untuk Nadiman. (NRH/ES)***

Nadiman - Holil Digembosi Partai Pengusung



KOTA, (GE).-
Pasangan H. Nadiman - H. Holil Aksan Umarzen kini sedang diguncang penggembosan. Sejumlah partai non parlemen yang dulu mengusungnya, kini malah mencabut dukungan. Parta-partai yang tergabung ke dalam koalisi partai non parlemen ini kemudian mengalihkan dukungannya ke pasangan H. Uus Sumirat-Donny Kusumah.
Asep Sukarna, Ketua DPK Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) Garut yang juga Kordinator Koalisi Partai Non Parlemen, menjelaskan, pencabutan dukungan kepada Nadiman-Holil Aksan karena koalisi menilai pasangan itu melakukan wanprestasi di antaranya tidak melaksanakan tertib administrasi.
"Oleh karena itu kami sepakat mencabut dukungan kepada pasangan Nadiman-Holil dan mengalihkan dukungan kepada pasangan Uus Sumirat-Doni Kusumah," jelasnya pekan kemarin.
Sayangnya Asep tak menyebutkan wanprestasi jenis apa yang dilakukan oleh pasangan Nadiman-H.Holil. Namun yang jelas, Asep mengaku, pencabutan dukungan terhadap pasangan Nadiman - H.Holil dilakukan oleh semua partai yang tergabung ke dalam Koalisi Partai Non Parlemen.
"Pencabutan dukungan terhadap pasangan Nadiman-H. Holil tak hanya dilakukan oleh PDK tetapi dilakukan oleh semua partai yang tergabung dalam Koalisi Partai Non Parlemen," tegasnya.
Seperti diketahui, partai pengusung pasangan Nadiman-H.Holil, selain PDK adalah Partai Demokrasi Pembaharuan (PDP), Partai Peduli Rakyat Nasional(PPRN), Partai Pelopor, Partai Republik, Partai Patriot, Partai Persatuan Daerah (PPDP), Partai Matahari Bangsa (PMB), Partai Nasional Marhaenisme (PNI-M) dan Partai Barisan Nasional (Barnas).
Asep menambahkan, pencabutan dukungan ini belum disampaikan ke KPU Garut, melainkan baru sebatas ke Panwas. "kenapa baru ke Panwas, karena kami menunggu niat baik Pak Nadiman untuk memenuhi komitmen awal saat pengusungan dulu," jelasnya.
Namun, tambah Asep, khusus untuk PDK, revisi pengusungan pasangan bakal calon bupati/wakil bupati tersebut telah disampaikan ke pengurus pusat PDK pada Juni 2013 lalu. "Kami berharap, pengurus pusat segera membatalkan pengusungan H. Nadiman-H. Holil dan menggantinya dengan pasangan H. Uus Sumirat dan Donny Kusuma," katanya. (Ilham Amir)***

Lima Pasangan Cabup/Cawabup dari Partai Siap Bertarung

Written By Garut Express on Sunday, June 16, 2013 | 2:34 AM


KOTA, (GE).
Lima pasangan calon Bupati/Wakil Bupati Garut yang diusung partai politik telah mendaftar ke KPU Garut hingga batas akhir pandaftaran, Sabtu (15/6) pekan kemarin. Kelima pasangan ini akan bertarung memperebutkan suara terbanyak pada Pilkada Garut yang rencananya digelar pada 8 September 20113 yang akan datang.
Tentu saja jumlah calon Bupati/Wakil Bupati Garut akan bertambah sebab masih ada calon dari jalur independen yang pekan kemarin masih berupaya melakukan penambahan suara dukungan. Batas akhir pendaftaran calon Bupati/Wakil Bupati Garut dari jalur independen adalah tanggal 22 Juni 2013. Sementara itu, pasangan yang pasti bisa ikut Pilkada dari jalur independen adalah pasangan Yamin Supriatna-Dadan Ramdani. Pasangan ini dinyatakan telah memenuhi syarat jumlah dukungan minimal.

AKUR
Pasangan cabup/cawabup dari partai politik di antaranya adalah pasangan
AKUR. AKUR merupakan singkatan dari Agus Hamdani-Abdusy Syakur Amin. Deklarasi pasangan dengan AKUR berlangsung di Aula YPI al Musadaddiyah Jalan Mayor Syamsu, Kamis (13/6) siang dengan dihadiri ratusan kader dan simpatisan PKB-PPP.
Agus Hamdani merupakan balon incumbent Bupati Garut yang diusung PPP melalui Musyawarah Cabang (Muscab) PPP di Hotel Augusta beberapa waktu lalu. Dan Abdusy Syakur dikenal sebagai akademisi ini diusung PKB setelah hasil penjaringan di Musyawarah Kebangkitan PKB Garut di Hotel Mutiara Cipanas Garut.
Usai mendeklarasikan diri, pasangan ‘AKUR’ langsung mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, beberapa menit sebelum jam penerimaan pasangan balon berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Pasangan AKUR didampingi Ketua DPC PPP Kabupaten Garut, Lucky Lukmansyah Trenggana, Ketua DPC PKB Kabupaten Garut, Dadan Hidayatulloh, serta Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum yang juga menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya.

MEGAR
Besoknya atau Sabtu (15/6) pasangan Memo Hermawan-Ade Ginanjar (MEGAR) yang diusung PDIP dan Partai Golkar. Seperti diketahui, Memo Hermawan merupakan Wakil Bupati Garut periode 2004-2009, sementara Ade Ginanjat adalah Ketua DPD Partai Golkar Garut yang juga Wakil Ketua DPRD Garut.
Suasana ppendaftaran pasangan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar cukup meriah. Sebelumnya keduanya diarak terlebih dahulu mengelilingi kota Garut. Dengan iringan musik tradisional, ratusan kader dan simpatisan Partai Golkar dan PDIP, tampak antusias mengikuti jalannya konvoi.


Rudy - Helmi

Rudy Gunawan dan Helmy Budiman menggelar deklarasi yang diusung tiga partai politik, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Gerindra. Deklarasi pasangan Rudy-Helmi dilaksanakan di Gedung Intan Balarea, Jumat (14/6) malam.
"Kami siap maju dalam Pilkada 2013 dan akan memenangkan Pilkada untuk mengubah Kabupaten Garut lebih maju lagi," kata Rudy Gunawan kepada wartawan usai deklarasi.
Rudy  menambahkan, pembenahan yang harus dilakukan di Kabupaten Garut  terutama insfaktuktur, kesehatan dan pengentasan kemiskinan.
Rudy mengucapkan terima kasih kepada PKS, PBB, dan Gerindra yang sudah mempercayai dirinya menjadi calon bupati dalam pilkada.
Masih dikatakan Rudy, semua calon yang sekarang ini muncul tak boleh dianggap remeh. Mereka, lanjutnya, baik yang datang dari partai maupun perorangan merupakan putra-putri terbaik yang wajib diperhitungkan dan dihormati.

Syaeful-Sherly

Brigjen Syaeful Anwar maju dalam Pilkada Garut setelah memenangkan konvensi di Partai Amanat Nasional (PAN) beberapa waktu lalu. Ia juga menjadi pemecah rekor di wilayah Jawa Barat sebab baru baru dialah jenderal yang maju dalam Pilkada kabupaten.
Sementara itu Sherly Besi merupakan tokoh pemuda Garut yang diusung Partai Hanura. Jabatan terakhirnya adalah Kepala Desa Pasawahan, Kecamatan Tarogong Kaler. Sherly juga bisa dikatakan seorang pengusaha cukup maju.

Bajuri- An An
Sementara Partai Demokrat mengusung Ahmad Bajuri-An An Kusmardian. Bajuri merupakan Ketua DPC Partai Demokrat dan jabatan terakhirnya adalah Ketua DPRD Kabupaten Garut. Sedangkan An An merupakan "teureuh" Cibalong, Garut Selatan, yang juga bintang sinetron. Ia memerankan Prabu Siliwangi dalam serial Kian Santang. (Cep/NRH/Farhan)***

Diduga Kecewa Atas Sikap Gerindra di Pilkada Orang Misterius Rusak Kantor DPC Gerindra


Garut, (GE),- Riak-riak Pilkada semakin terasa. Dinamika politik semakin menghangat setelah para calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur Parpol mendaftarkan diri. Masih hangat dalam ingatan, minggu lalu sekelompok orang yang mengatas namakan kader Partai Demokrat merusak sekretariat partai tersebut. Kini hal yang sama, menimpa kantor Partai Gerindra.

Orang misterius, Sabtu (15/6) merusak   Kantor DPC Gerindra di Jl. Sudirman 39 Garut. Perusakan dilakukan dengan cara melemparkan batu ke arah bangunan. Motif perusakan diduga kuat karena ada yang kecewa atas sikap Partai Gerindra mendukung calon bupati yang bukan berasal dari internal partai.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Garut Hilman Yudiswara mengungkapkan, perusakan kantornya terjadi  sekitar pukul 14.30 WIB, beberapa saat setelah Rudi Gunawan yang didukung Gerindra dan berpasangan dengan Helmi Budiman yang diusung PKS mendaftarkan diri ke KPUD Garut. "Jadi tadi setelah selesai mendaftarkan Rudi Gunawan yang kita usung dan bersanding dengan Pak Helmi dari PKS, pelemparan itu terjadi, " tuturnya kepada para wartawan di Kantor DPC Gerindra.

Pelaku perusakan sendiri hingga saat ini masih misterius "Pelakunya saya yakin bukan kader partai Gerindra," tegas Hilman.Saat ini kasus perusakan kantor DPC Partai Gerindra ditangani oleh pihak Polres Garut. "Mudah-mudahan kasus ini tak berdampak pada pencalonan usungan partai Gerindra," harapnya.(Cep)***

Yogi Siap Mendukung Pasangan Memo dan Ade Ginanjar

Written By Garut Express on Saturday, June 15, 2013 | 8:24 PM


KETUA DPC PDIP Kabupaten Garut, H. Yogi Yudawibawa, terus mengawal proses deklarasi dan pendaftaran pasangan Calon Bupati Memo Hermawan dan Wakilnya Ade Ginanjar. Sejak jumpa kader dan relawan di Hotel Augusta, deklarasi koalisi di Alun-alun Tarogong hingga pendaftaran ke KPUD Garut, Yogi tetap setiap berada di samping Memo Hermawan sebagai kader yang ditunjuk menjadi calon bupati oleh partai yang dipimpinnya saat ini.

Menurut Ketua DPC PDIP Kabupaten Garut, saat ini sudah menjadi kewajiban partai untuk menjalin konsolidasi partai. Tujuannya tiada lain untuk memenangkan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar.

Misi pemenganan kedua pasangan ini, kata Yogi, secara struktural memiliki tujaun yang sama yaitu merebut kembali kejayaan partai secara konstitusional. Menurutnya, Memo ditugaskan untuk maju pada Pilkada 2013 ini, dengan kata lain semua kader wajib mendukung untuk pemenangan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar.

Yogi berjanji akan mengerahkan semua kemampuannya untuk melancarkan misi pemenangan Memo dan Ade. Jika keduanya berhasil memenangkan Pemilu 2013 nanti, tentunya semua itu menjadi kebanggan bagi DPC PDIP yang dipimpinnya saat ini.

Saat ini, semua kader partai telah bulat mendukung Memo untuk maju pada Pilkada Garut 2013. Jadi tak ada alasan lagi untuk memperdebatkan siapa yang lebih layak maju pada Pilada. Menurutnya, Memo merupakan sosok yang bertanggungjawab, karismatik dan lebih berpengalaman dalam dunia politik.

Selain itu, Memo Hermawan, merupakan salah seorang kader terbaik yang dimiliki oleh PDIP. Jadi sudah sepantasnya ia terpilih dan ditunjuk oleh PDIP untuk maju pada Pilkada 2013 yang akan datang. (Farhan SN)***

TB Hasanudin PDIP Harus Tetap Bersatu


TERIAKKAN lantang kembali disuarakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jabar, Tubagus Hasan. Di hadapan semua kader PDIP, Tubagus, mengintruksikan agar semua kader PDIP bisa bersatu memenangkan pesta demokrasi Kabupaten Garut, psangan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar yang diusung oleh Partai Golkar.

Menurut TB sapaan akrabnya, perbedaan pendapat memang sesuatu yang wajar dalam iklim demokrasi berbangsa. Namun perbedaan itu harus menjadi ajang kompetisi untuk membesarkan paratai dan mencari jalan terbaik untuk melancarkan semua tujuan. Muaranya perbedaan adalah pencapaian kata sepakat.

Saat ini, PDIP telah bersepakat menunjuk Memo Hermawan menjadi perwakilan partai untuk manggung pada ajang Pilkada Kabupaten Garut 2013. Jadi sudah menjadi kewajiban semua kader partai untuk habis-habisan memperjuangkan pemenangan pasangan Memo dan Ade Ginanjar, pada saat pemilihan nanti.

Masih menurut TB, siapa pun yang diusung oleh PDIP, harus didukung dengan sepenuh hati dan kerja keras semua kader. TB berharap, semua kader bisa tetap solid memenangkan pasangan Memo dengan Ade Ginanjar. Semua kader PDIP berkomitmen untuk terus mensejahterakan warga Garut.

Pada kesempatan itu, TB memaparkan, setidaknya ada empat prinsif untuk memenangkan pasangan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar. Menurutnya prinsif pemenangan itu, yang pertama adalah struktur partai harus kuat. Dalam artian, semua kepengurusan partai yang ada di Kabupaten Garut dari yang teratas hingga yang terbawah harus diakomodasi. Sehingga mesin politik partai bisa berjalan dan mengakar.

Prinsif yang kedua kata TB, pemilihan partai koalisi yang selektif. Dalam hal ini, koalisi PDIP adalah Partai Golkar, keduanya sama-sama partai besar dan mendapatkan tempat di hati warga Garut. Jadi untuk pemilihan koalisi, dirinya berkeyakinan PDIP dan Golkar adalah yang terbaik di Garut.

Masih menurut TB, prinsif yang ketiga adalah, pembentukan relawan. TB menegaskan, jangan sesekali menganggap remeh relawan. Ia mengintruksikan kepada tim pemenangan agar segera merekrut tim relawan yang terdiri dari para ulama, seniman dan tokoh masyarakat.

Prinsif yang paling krusial adalah penguasaan media massa. Menurutnya jangan sesekali meremehkan keberadaan media massa. Menurutnya, sebesar apa pun kegiatan yang telah dilakukan, tanpa di blow up oleh media massa tentunya tidak akan ada apa-apanya.

TB berkeyakinan, Memo sebagai politisi yang telah banyak merasakan asam, garam, tentunya telah mengantisipasi semuanya. Menurutnya, Memo tentunya bisa mengemban amanah PDIP untuk berjuang memenangkan Pemilukada Garut 2013. Permasalahannya saat ini, tinggal semua kader dan simpatisan bersinergi mendukung Memo dan Ade Ginanjar memenangkan pesta demokrasi pada 8 september 2013 mendatang. (Farhan SN)***

Memo dan Ade Ginanjar Kembali Emban Tugas Sejahterakan Warga Garut


WARNA merah dan kuning mendominasi area Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, saat pasangan Calon Bupati Memo Hermawan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Ade Ginanjar dari Partai Golongan Karya (Golkar). Seluruh simpatisan dan kader PDIP dan Golkar, ingut mengantarkan kedua pasangan ini melakukan pendaftaran ke kantor KPUD Garut, Sabtu (15/6).

Sebelumnya, kader PDIP berkumpul di Hotel Augusta untuk mengikuti arahan dari Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jabar, Tubagus Hasan. Ratusan kader PDIP tampak memenuhi area hotel hingga ke lobi dan area parkir. Setelah itu, mereka langsung menuju Alun-Alun Tarogong untuk mengikuti deklarasi pemenangan pasangan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar.

Setelah melakukan deklarasi di Alun-alun Tarogong, pasangan Memo dan Ade di arak menuju kantor KPU Garut dengan menungangi sepasang kuda. Dengan gagah berani kedua pasangan itu, memasuki area KPU dengan pengawalan ketat para kadernya. Kemeriahan dan teriakan dukungan kepada pasangan Memo dan Ade terus menggema di sepajang perjalanan menuju kantor KPU.

Sesampainya di Kantor KPUD Garut, kedatangan mereka telah dinantikan oleh Ketua KPUD Aja Rowi karim dan keempat orang anggotanya. Desa sedikit bahasa pengantar, petugas KPUD langsung memeriksa semua persyaratan yang dibawa oleh kedua pasangan tersebut. Tanpa menemui kendala berarti, semua persyaratan dari kedua pasangan Memo dan Ade bisa diterima oleh KPUD Garut.

Setelah melakukan pendaftaran, pasangan Memo dan Ade Ginanjar yang tampak bersemangat langsung melakukan jumpa Pers. Dalam sesi wawancara tersebut, dengan gamblang Memo mengutarakan keinginannya untuk maju menjadi orang nomor satu di Kabupaten Garut ini. Tujuannya tiada lain, untuk mensejahterakan warga Garut dan ingin memajukan Kabupaten Garut di berbagai sektor.

Masih dalam sesi wawancara, Memo mengatakan, ia melakukan koalisi dengan Partai Golkar yang diwakili oleh Ade Ginanjar, tiada lain karena telah menemukan kecocokan secara prinsif. Bahkan menurutnya, jika ia berhasil memenangkan pesta demokrasi di Garut, dapat diyakini pasangan ini tak akan pernah retak di tengah jalan. Pasalnya, sebelum melakukan koalisi, keduanya telah sepakat untuk terus menjalin komunikasi dan saling menghargai satu sama lain.

Memo berkeyakinan, pasangan dirinya dengan Ade Ginanjar merupakan yang terbaik. Ia pun memiliki keinginan untuk memimpin Kabupaten Garut agar menjadi lebih baik. Menurutnya, orang yang menginginkan agar Garut maju, pasti akan memilih pasangan Memo dan Ade Ginanjar. Pasalnya dalam misinya menuju Garut satu, Memo mengaku mengemban tugas untuk mensejahterakan warga Garut.

Sementara itu, Calon Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Golkar, Ade Ginanjar, mengaku dirinya diusung oleh partai mengmban amanat mensejahterakan warga Garut. Dengan segenap potensi yang dimilikinya ia akan berusaha untuk memenangkan perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Garut ini.

Menurutnya, kemampuan memimpin yang dimiliki oleh Calon Bupati Memo Hermawan, tak bisa dipungkiri lagi. Bahkan menurutnya, Memo Hermawan, merupakan sosok politisi sejati di Kabupaten Garut. Ia berharap, dukungan dari warga Garut agar bisa memenangkan Pemilu Kada pada 8 September 2013 yang akan datang.

Usai melakukan sesi wawancara, pasangan Memo Hermawan dan Ade Ginanjar langsung diarak mengelilingi kota Garut. Dengan iringan musik tradisional, ratusan kader dan simpatisan partai Golkar dan PDIP, tampak antusias mengikuti jalannya konvoi. (Farhan SN)***

Yamin Lolos Verifikasi Dukungan Perseorangan

Written By Garut Express on Thursday, June 6, 2013 | 9:23 PM

KOTA, (GE).-
Sebanyak 14 pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Garut dari jalur independen harus mencari dukungan dengan total 1.594.844 dukungan jika semuanya ingin lolos menjadi pasangan calon pada Pemilukada Garut 2013.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Garut, Aja Rowikarim, mengatakan dari 15 pasangan bakal calon, hanya 1 pasangan yang memenuhi syarat minimal dukungan, yakni pasangan Yamin Supriatna - Dadan Ramdani dengan total dukungan 104.288. Sedangkan, batas minimalnya 89.783 dukungan.

"14 pasangan lainnya harus serahkan dukungan yang kurangnya sebanyak dua kali lipat dari kekurangannya. Kekurangan dukungan ini bisa diserahkan 16-22 Juni 2013," kata Aja setelah memimpin rapat pleno hasil verifikasi dukungan bakal calon perseorangan, Kamis (6/6).

14 pasangan tersebut di antaranya Dede Kusdinar - Endang Suryana yang memiliki 71.999 dukungan sehingga harus menambah 35.568 dukungan lagi. Sirojul Munir - Iwan Suwarsa harus mendapat 59.292 dukungan, Dedi Suryadi - Dedy Dores harus mencari 63.444 dukungan, pasangan Yaya Sumarya - Adjat Nataatmadja menambah 73.424 dukungan, serta pasangan Muhtarom - Charly Van Houten menambah 96.796 dukungan.

Sedangkan, sembilan pasangan lainnya harus mencari dukungan tambahan antara 116.566 sampai 178.708 dukungan. Hal ini disebabkan sembilan pasangan ini memiliki kekurangan jumlah dukungan sebanyak 65 persen sampai 99 persen dari batas minimal, yakni 89.783 dukungan.

"Semua berhak mendaftar, asalkan bisa memenuhi kekurangan dukungannya. Kita bisa lihat nanti siapa yang percaya diri atau tidak melanjutkan tahapan-tahapan ini," ujarnya.

Sebelumnya, dari 1.748.273 dukungan yang diserahkan 15 pasangan bakal calon ini, hanya 563.828 dukungan yang dianggap sah oleh KPUD. Sisanya, 1.184.445 dukungan dinyatakan tidak sah karena tidak memenuhi persyaratan administrasi atau palsu.

Sekretaris Tim Sukses Dede Kusdinar - Endang Suryana, Abu Musa, mengatakan siap melengkapi kekurangan dukungan untuk pasangan ini. Sebab, Abu mengatakan telah mengantongi 50 ribu dukungan tambahan.

"Tidak dipungkiri, ternyata kita banyak KTP ganda juga dan ada dobel dukungan. Ada juga KTP yang tidak berlaku. Tapi, memang ada berkas dukungan dari Cisompet dan Cisewu yang tidak ditanatangani pasangan, makanya gagal. Ini keteledoran tim," katanya.

Calon PPK Jalani Tes Wawancara

Written By Garut Express on Saturday, March 16, 2013 | 8:10 PM

Peserta Calon PPK saat persiapan seleksi tes wawancara di Aula KPUD Garut Jumat (8/3).*


Calon PPK Jalani Tes Wawancara

Tarka, (GE).- Sebanyak 470 calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan PPS wilayah satu (9 kecamatan) untuk penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Garut, dinyatakan lulus tes tertulis. Mereka kembali menjalani seleksi lanjutan, berupa tes wawancara yang bertempat di Aula KPUD Garut Jumat (8/3).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sejak pukul 07 pagi hingga sore hari  Jumat (08/3), suasana di kantor KPUD Garut sudah ramai oleh para peserta seleksi wawancara calon anggota PPK dan PPS untuk pemilu kepala daerah dan wakil kepala daerah (pemilukada) Garut tahun 2013. Mereka menanti giliran dipanggil masuk ke dalam aula pertemuan untuk menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan langsung oleh Ketua KPUD Garut yaitu Aja Rowi Karim, M.Ag yang didampingi Sekretaris KPU Garut Ayi Dudi Supriadi, S.IP, M.Si dan Kepala Keuangan Ny. Lilis.

Menurut Ketua PPK Tarogong Kaler Ahmad Ipan, ST, seleksi PPK dan PPS dibagi empat wilayah. Untuk wilayah satu  meliputi 9 kecamatan yaitu Tarogong Kidul, Kecamatan Tarogong Kaler, Kecamatan, Garut Kota, Kecamatan Cilawu, Kecamatan Samarang, Kecamatan Pasirwangi, Kecamatan Leles, Kecamatan Kadungora dan Kecamatan Banyuresmi.

Ipan menambahkan, dirinya mengikuti seleksi PPK agar bisa ikut menyukseskan penyelenggaraan Pemilu. Bangga dan senang jika dapat lolos. Sebab sebagai warga negara, dirinya terpanggil untuk ambil bagian menyukseskan Pemilukada 08 September 2013 mendatang jelasnya.

Dijelaskan Ipan, berbeda dengan penyelenggaraan Pilkada atau Pemilu sebelumya, penseleksian tes wawancara PPK dilakukan langsung oleh ketua dan anggota KPUD. Meskipun begitu, pertanyaan yang diberikan ketua KPUD Garut cukup selektif.

Antara lain terkait peraturan dan undan-undang Pemilu, bagaimana penyelesaiaan PPK kalau ada masalah tanpa melihat ada petunjuk atau tidak. Bagaimana sikap anggota dalam bekerjasama dengan sesama  anggota PPK. Selain itu, PPK wajib mensosialisasikan ketentuan pemilu dan bertindak seadil-adilnya dan lainnya ungkapnya.

Sementara itu, Aminudin, S.Ag selaku PPK Kecamatan Cilawu mengaku alhamdulilah tes wawancara tidak mengalami kesulitan karena memang dirinya telah menyiapkan dan menghapal sebelumnya. Tentu saja bagi peserta PPK dan PPS yang lulus hanya  tinggal menunggu pengumuman kelulusan sekaligus persiapan pelantikan PPK yang akan dilaksanakan tanggal 12 Maret 2013 ini.

"Jangan lupa yah do’anya juga agar para peserta mendpatkan nilai terbaik,"  pungkasnya. (Syamsul)***

KPU Garut Ancam Tidak Selenggarakan Pilbup Garut



KPU Garut Ancam Tidak Selenggarakan Pilbup Garut

KOTA, (GE).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut mengancam tidak akan melaksanakan Pilkada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Garut sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yakni pada tanggal 8 September 2013. Ancaman tersebut dilontarkan KPU karena kesal akibat anggaran Pilbup Garut untuk triwulan pertama yang jumlahnya sekitar Rp 1,9 Milyar belum kunjung cair.

Tersendatnya pencairan dana Pilkada kabupaten Garut ini sebagai akibat dari belum ditekennya naskah Memorandum of Understanding (MoU) antara pihak KPU dengan Pemkab Garut dan DPRD Garut, menyusul dilengserkannya Aceng HM Fikri dari tahtanya sebagai Bupati Garut. Naskah MoU sendiri tidak dapat ditandatangani karena posisi Bupati Garut belum definitive. Selain itu, Agus Hamdani sebagai wakil Bupati Garut belum diberi wewenang, ia masih sebatas pelaksana tugas harian Bupati Garut, dan belum ditetapkan sebagai Bupati Garut definitive untuk mengisi sisa jabatan Bupati Garut sepeninggalan Aceng HM Fikri.

"MoU antara KPU dengan Pemkab terkait pelaksanaan Pilbup Garut memang belum ditandatangani. Tapi tahapan Pilbup sesuai dijadwalkan KPU tetap berjalan, meskipun untuk anggarannya terpaksa mengutang ke pihak lain. Misalnya, kita sosialisasi di hotel, ya kita MoU ngutang dulu dengan pihak hotel. Begitu pun honorarium PPK, kita MoU dulu untuk ngutang," tutur Ketua KPU Kabupaten Garut, Aja Rowikarim, Kamis (7/3) siang.

Untuk melaksanakan kegiatan tahapan Pilbup diperlukan anggaran yang cukup besar. Untuk triwulan pertama saja, kebutuhan dana mencapai sekitar Rp 1,9 miliar, dari total dana Pilbup sekitar Rp 47 Miliar.
"Seharusnya anggaran triwulan pertama sudah bisa dibayarkan pada bulan April. Dan jika hingga awal Mei, belum juga dibayarkan, kita tegaskan tidak sanggup melaksanakan Pilbup pada bulan September sesuai jawal yang telah ditetapkan. Waktunya mepet, karena April sudah mulai pendaftaran calon," tegasnya.
Saat ini, KPU Garut tengah fokus melaksanakan penjaringan calon anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Petugas Pemungutan Suara (PPS). Jumlah pendaftar untuk menjadi calon PPK mencapai 316 orang.

Kepala Sub Bagian Hukum Sekretariat KPU Garut, Dudung Dzulkifli mengungkapkan, dari hasil tes tertulis pada hari rabu (6/3), tidak kurang dari 311 peserta lolos dan akan mengikuti tes wawancara yang rencananya digelar hari Jum'at (8/3).

"Dari 311 peserta tes wawancara ini akan dijaring lagi sebanyak 300 orang," ucap Dudung.
Sedangkan untuk jumlah pendaftar calon anggota PPS, seluruhnya mencapai sebanyak 1.517 orang. Mereka akan diwawancara hingga terjaring sebanyak 1.326 orang, sesuai jumlah kebutuhan PPS se-Kabupaten Garut. Pelantikan PPK/PPS dijadwalkan berlangsung pada 12 Maret mendatang.

"Setelah PPK dilantik, PPK mengajukan ke Pemerintah Kecamatan agar merekomendasikan 5 PNS yang ada untuk ditugaskan di bagian kesekretariatan PPK. Kelima orang tersebut kemudian diajukan ke KPU untuk dilaporkan ke Pemkab, dan mendapatkan legalitas SK Bupati," pungkasnya. (Cep)***

Lensa Pilgub Jabar 2013

Written By Garut Express on Tuesday, February 26, 2013 | 8:14 PM

 Lensa Pilgub Jabar 2013


1. File Foto : Nyoblos

ENCEP/GE
SALAH seorang ibu menunjukkan jari kelingkingnya usai melakukan pencoblosan di salah satu TPS di Perum Cempaka Blok VII, Kecamatan Karangpawitan.*

2. File Foto : Nyoblos1
ENCEP/GE
EDI Prajitno - ayahanda dari Cagub nomor urut 5, Rieke Diah Pitaloka, sedang mencelupkan jari kelingkingnya ke dalam bak cap usai melakukan pencoblosan di TPS lingkungan tempat tinggalnya di Kompleks Nusa Indah, Tarogong Kidul.*

3. File Foto : Nyoblos4
ENCEP/GE
SALAH seorang warga Perum Cempaka Blok VII, Kecamata Karangpawitan, sedang memasukkan kertas suara ke dalam kotak suara.*

4. File Foto : Nyoblos6
ANGGA/GE
PARA petugas PPS Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, sedang menunggu kiriman kotak suara dari seluruh TPS di desa setempat.*

5. File Foto : Nyoblos7
PETUGAS PPS Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, sedang memeriksa kelengkapan hasil pemungutan suara dari setiap TPS.*

6. File Foto : Nyoblos8
PARA petugas TPS 02 Desa Jati, Kecamatan Tarogong Kaler, sedang memeriksa berita acara hasil pemilihan.*

7. File Foto : Nyoblos9
SALAH seorang petugas TPS sedang menuliskan hasil penghitungan suara kelima Cagub/Cawagub Jabar.*
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger