Latest Post

Showing posts with label Ruang Kita. Show all posts
Showing posts with label Ruang Kita. Show all posts

Jelang Pilkada Polres Garut telah Mempersiapkan 900 anggota

Written By Garut Express on Monday, September 2, 2013 | 12:11 AM

Gudang logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut, yang berada di Kampungh Patrol Desa Cimurah Kecamatan Karang Pawitan, yang dijadikan gudang penyimpanan logistik Pilkada termasuk surat suara, mendapat penjagaan ketat aparat kepolisian dai Polsek dan Polres Garut.

Menurut Kepala Bagian Operasi Polres Garut Kompol Rudy Trihandoyo, Polres Garut telah menempatkan anggotanya untuk menjaga gudang KPU, selama 24 jam, anggota yang bertugas sebanyak 9 personil.

" Untuk menjaga gudang KPU yang dipakai untuk menyimpan logistik Pilkada, seperti surat suara dan logistik lainya, kami menurunkan sebanyak 9 personil, 3 dari polsek setempat, dan 6 anggota Polres. 9 personil itu dibagi menjadi 3 regu, dan bertugas menjaga secara giliran" tegasnya

Masih menurut Kompol Rudy, Selain melakukan penjagaan di Gudang logistik KPU, Polres Garut juga sudah mempersiapkan 1 truk anggota untuk mengawal pendistribusian surat suara ke tiap Kecamatan. Tetapi untuk waktunya sampai saat ini belum ada koordinasi dari KPU.

Polres Garut juga sudah mempersiapkan anggotanya untuk pengamanan di setiap TPS. Jumlah anggota yang dikerahkan sebanyak 900 anggota Gabungan dari Polres dan Polsek, itu semua dilakukan polres Garut agar Pilkada mendatang berjalan lancar dan tetap kondusip.
" Setiap anggota ditugaskan untuk mengawasi 4 TPS" tegas rudi (Awis)***

Zodiak

Written By Garut Express on Tuesday, July 30, 2013 | 9:24 PM

CAPRICORNUS (21 DESEMBER – 20 JANUARI)

Masalah yang datang bertubi-tubi membuat awal pekan ini terasa menyebalkan. Luangkan waktu untuk mencari mood booster agar pikiran tetap seimbang. Jangan terlalu larut dalam masalah. Masalah akan selesai jika pikiran tetap jernih.

Rezeki: Manfaatkan koneksi seluas-luasnya.
Asmara: emosional.

AQUARIUS (21 JANUARI – 18 FEBRUARI)

Ada agenda penting yang harus dihadapi pekan ini. Beruntung, Anda dianugerahi kesabaran ekstra. Ide-ide cemerlang terus berdatangan. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan diri menjadi lebih baik.

Rezeki: Salah melangkah, kesempatan bisa lenyap.
Asmara: Penuh drama.
Kesehatan  Hati-hati kena flu.

PISCES (19 FEBRUARI – 20 MARET)

Hati-hati memilih parner dalam mewujudkan rencana yang telah lama disusun. Waspadai para backstabber yang hanya ingin mengeruk keuntungan dari kerja keras Anda. Bersiaplah menghadapi perubahan besar dalam hidup Anda.

Rezeki: Banyak pemasukan, banyak godaan belanja.
Asmara: Manjakan pasangan.
Kesehatan : Kurang gerak.

ARIES (21 MARET – 20 APRIL)

Anda siap menebus rintangan dan menghilangkan rasa frustrasi akibat persoalan yang dihadapi. Namun kesiapan saja tidak cukup, karena Anda butuh penyemangat sebagai tempat bersandar. Anda akhirnya menemukan tujuan hidup yang dicari.

Rezeki: Waktunya mencoba bisnis sampingan.
Asmara: Jangan terlalu insecure.
Kesehatan : Gangguan di leher.

TAURUS (21 APRIL – 20 MEI)

Waktunya berlibur dan mengistirahatkan diri dari kepenatan. Pekan ini luangkan waktu bersama keluarga. Manfaatkan momen liburan sebelum nantinya tugas-tugas dan jadwal yang padat kembali mengusik. Selalu jaga kesehatan.

Rezeki: Tabungan bertambah, jangan lupa sedekah.
Asmara: Tentukan pilihan.
Kesehatan : Hindari makanan berminyak.

GEMINI (21 MEI – 20 JUNI)

Saatnya introspeksi diri. Rasa diasingkan oleh orang-orang di sekitar, tidak terjadi tanpa alasan. Dengarkan nasihat dari orang-orang tepercaya. Ambisi yang tinggi membuat Anda terjauh dari rasa putus asa. Dengan sedikit usaha, Anda bisa meraih happy ending.
Rezeki: Konsentrasi penuh mengatur pengeluaran.
Asmara: Jangan malu ungkapkan perasaan.
Fisik: Demam, tapi mudah diatasi.

CANCER (21 JUNI – 20 JULI)

Bulan Juli menjadi momen paling penting bagi para Cancer yang ingin mengembangkan karier. Kembangkan kreativitas seluas-luasnya agar kesempatan semakin terbentang. Manfaatkan rasa percaya diri untuk menghadapi tantangan.
Rezeki: Manfaatkan kesempatan.
Asmara: Sibuk boleh saja, asal jangan lupakan quality time.
Kesehatan : Kelelahan.

LEO (21 JULI – 20 AGUSTUS)

Keinginan untuk bernostalgia mendadak muncul. Buka lagi album-album kenangan dan memorabilia yang mengingatkan Anda pada masa lalu, siapa tahu ada inspirasi yang akan muncul. Hati-hati, jangan sampai Anda larut dalam kenangan sampai melupakan masa kini.

Rezeki: Pemasukan tak terduga.
Asmara: Yakini kembali pilihan Anda.
Kesehatan : Harus refresing

VIRGO (21 AGUSTUS – 20 SEPTEMBER)

Emosi tengah meluap. Sampaikan unek-unek kepada pasangan atau sahabat agar tak menumpuk di pikiran. Membiarkan pikiran menumpuk dapat berbahaya bagi kesehatan, lho. Hati-hati dengan masalah sensitif yang bisa membuat emosi Anda meledak.

Rezeki: Hoki tak terduga dari rekan kerja.
Asmara: Bertemu orang baru.
Kesehatan : Waspada sakit kepala.


LIBRA (21 SEPTEMBER – 20 OKTOBER)

Target ada di depan mata. Semangat kian meluap. Rasa antusias semakin memuncak menjelang datangnya kabar baik. Tapi tak ada salahnya untuk prepare for the worst. Segala kemungkinan akan tetap ada, siapkan plan B.

Rezeki: Usaha keras, rezeki makin lancar.
Asmara: Sensitif.
Kesehatan : Waktunya mengatur berat badan.

SCORPIO (21 OKTOBER – 20 NOVEMBER)

Jadwal padat, pekerjaan menumpuk, bukan berarti Anda harus absen dari acara kumpul-kumpul bersama sahabat pekan ini. Hilangkan rasa lelah setelah seharian bekerja dengan saling bertukar kabar bersama orang-orang terdekat. Kuantitas pertemuan tidaklah penting, asalkan kualitasnya terjaga.

Rezeki: Frustrasi.
Asmara: Orang baru, pengalaman baru.
Kesehatan : Jangan lupa vitamin.

SAGITARIUS (21 NOVEMBER – 20 DESEMBER)

Menghindari konflik di tempat kerja bukan hal mudah. Salah melangkah, posisi taruhannya. Tenangkan diri sejenak untuk menemukan solusi jangka panjang. Tingkatkan kewaspadaan, manfaatkan kehangatan bersama keluarga untuk menenangkan pikiran.

Rejeki : Mantap
Asmara : Mesra
Kesehatan: Jaga makanan

Ya Allah, Enam Bulan Korban Kebakaran Tinggal di Kandang Sapi

Written By Garut Express on Thursday, July 25, 2013 | 11:56 PM


DUKA mendalam masih menyelimuti empat keluarga korban kebakaran di Kampung Tegal Gede, RT 01 RW 05, Desa Sindang Ratu, Kecamatan Wanaraja. Enam bulan sudah musibah kebakaran berlalu, namun para korban masih merasakan kegetiran.
Korban kebakaran pada Februari lalu tersebut adalah Enur (30), Enceng (30), Ujang Sholeh (40) serta seorang perempuan lansia bernama Ma Anah (80). Empat keluarga miskin ini tak berdaya untuk kembali membangun rumahnya.
Keluarga Enceng, Ujang Soleh dan Ma Mamah hingga kini masih menumpang di masing-masing saudaranya. Bahkan, Enur beserta isteri dan kedua anaknya, sampai saat ini terpaksa menempati bangunan kandang sapi.
Keempat keluarga tersebut memang tak memiliki mata pencaharian jelas. Untuk menghidupi anak istrinya, Enur hanya mengandalkan jadi buruh membikin bata merah. Sementara Enceng yang memiliki tanggungan tiga anak menjadi buruh tani. Begitu juga Ujang Soleh yang memiliki dua anak, sehari-hari ia hanya mengandalkan jadi buruh tani untuk menghidupi keluarganya.
Sedangkan Ma Mamah, karena usianya sudah tua, ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Hidupnya kini hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar.
“Abdi kapaksa nginep di kandang sapi ieu, ari tos kumaha atuh. Bujeng-bujeng kanggo ngontrak, kantenan ngadamel bumi, bet kanggo tuang sadidinten oge hese nataku,” ucap Enur.
Enur mengaku memang sangat tak nyaman tinggal di bangunan bekas kandang sapi. Apalagi dua anaknya kini sekolah di SD. Enur khawatir pertumbuhan dan perkembangan keduanya terganggu. "Kalah kumaha ge ari namina kandang mah tetep we kotor," jelasnya.Tapi, jelasnya, apa boleh buat, daripada kepanasan dan kehujanan tinggal di bawah pohon, kandang sapi masih lebih baik. Justru Enur sangat berterima kasih kepada tetangganya yang telah mengikhlaskan kandang sapinya sehingga ia dan keluarga bisa berteduh. "Ieu kandang teh anu tatanggi. Mudah-mudahan we kasaenana sing dibales ku Allah SWT," katanya.
Sementara itu, anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Siti Mufatahah mengatakan, nasib keempat keluarga korban kebakaran tersebut memang harus segera mendapatkan pertolongan. Di antaranya pembuatan rumah sehingga masing masing korban tak menumpang di rumah saudaranya, apalagi tinggal di kandang sapi.
Siti yang mengirimkan Yadi, kepercayaannya, untuk menjenguk keempat keluarga tersebut berharap agar pemerintah segera melakukan langkah. Dalam kesempoatan itu, atas nama Siti Mufatahah memberikan sumbangan alakadarnya kepada masing-masing korban. "Bantuan itu untuk sekedar meringankan beban hidup para korban," jelas Yadi menirukan ucapan Siti Mufatahah.(Ilham Amir/Cep)***

Satpol PP Lembek, Relokasi Pasar Malangbong Batal Dieksekusi

Written By Garut Express on Sunday, July 14, 2013 | 2:26 AM


MALANGBONG, (GE).-
Relokasi para pedagang kaki lima yang saat menduduki Alun-alun Malangbong, batal dieksekusi oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut. Padahal, berdasarkan hasil musyawarah Muspika dengan para pedagang kaki lima, relokasi itu akan dilaksanakan pada, Senin (1/6). Rencananya, para pedagang kaki lima itu akan dipindahkan ke Pasar Malangbong yang baru di lantai dua.
Pada saat hari pelaksanaan eksekusi, Camat Malangbong, Rena Sudrajat, S. Sos, memberikan waktu kepada para pedagang kaki lima untuk segera mengosongkan Alun-alun Malangbong. Namun, meski sudah diperingatkan, para pedagang tak menghiraukannya. Bahkan, mereka malah bersantai-santai duduk di depan lapak mereka.
Seolah membuka ruang bagi para pedagang kaki lima, Satpol PP Garut, malah mengajak negosiasi kembali dengan para pedagang. Tak lama kemudian, dari pihak pedagang yang diwakili oleh Atong (49), menghampiri petugas Satpol PP dan terus bernegosiasi. Akhirnya, nogisiasi itu dimenangkan oleh pedagang kaki lima dan eksekusi para pedang di Alun-alun Malangbong pun batal digelar.
Sedikitnya 194 pedagang yang memiliki kios di dalam areal Alun-alun mengabaikan perintah relokasi. Padahal ratusan puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja Garut sudah bersiaga melakukan eksekusi.
"Saat ini masa mencari untung karena akan memulai puasa sampai Lebaran, malah disuruh pindah. Lagi pula, kalau harus pindah, ya biaya lagi sementara di tempat baru belum tentu ada pembeli," ujar salah seorang pedagang di Alun-alun Malangbong, Wildan (32) saat ditemui kiosnya.
Selain karena menjelang masa mendulang untung saat puasa dan Lebaran, para pedagang menilai tempat yang disediakan untuk relokasi, yakni lantai dua Pasar Malangbong, tidak representatif dan prospektif. Mereka sebelumnya menuntut agar relokasi dilakukan ke lantai satu pasar tersebut.
"Namun, lapak dan kios di lantai satu justru sudah habis dijual kepada yang bisa membayar/membeli tunai. Sementara kami yang sebelumnya sudah membayar uang muka untuk mencicil, tidak kebagian, malah diminta mengisi lantai dua yang tidak strategis untuk berdagang," ujar Wildan.
Camat Malangbong Rena Sudrajat mengatakan, para pedagang tersebut memang sejak 2006 menempati pasar darurat di dalam areal Alun-alun Malangbong. Namun, seiring selesainya revitalisasi pasar, relokasi harus segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi Alun-alun Malangbong sebagai fasilitas umum.
"Selama ini fungsi Alun-alun terganggu karena menjadi pasar, tempat parkir, dan lainnya. Banyak desakan dari warga lainnya agar Alun-alun dikembalikan menjadi fasilitas umum dan ruang terbuka hijau yang bisa dinikmati oleh semua lapisan masyarakat," ujar Rena.
Namun, rencana relokasi tersebut kembali menemui jalan buntu setelah ratusan pedagang menolak pindah. Rena mengatakan, pihaknya bersama Pemkab Garut akan kembali bermusyawarah dengan perwakilan para pedagang untuk menemukan solusi terbaik.
"Kami menghindari bentrokan dengan para pedagang. Meski eksekusi sementara ini gagal, kami akan kembali bermusyawarah. Yang pasti, relokasi harus dilakukan dan Alun-alun harus dibersihkan agar kembali pada fungsi semula sebagai fasilitas umum," ujar Rena.
Sementara itu, salah seorang petugas Satpol PP, Ahmad Rico, mengaku tak ingin diadu dombakan dengan para pedagang kaki lima. Bahkan ia tak ingin jika Satpol PP di klaim menjadi musuh para pedagang kaki lima. Ia berharap, relokasi ini didasari oleh hukum yang jelas. Terutama terkait status hukum tanah alun-alun tersebut.
"Kami belum memegang dokumen kepemilikan tanah alun-alun ini. satpol PP hanya menjalankan tugas jadi tak bisa bertindak tegas," katanya.
Menyikapi batalnya relokasi para pedagang kaki lima di Alun-alun Malangbong, salah seorang warga, Iman (60), mengaku heran dengan sikap lembek yang ditunjukkan Satpol PP Garut. Seakan membuka celah kepada para pedagang kaki lima, saat eksekusi relokasi, jalur negosiasi terus dilakukan. Padahal sebelumnya, musyawarah dengan PKL dan Muspika telah dilakukan.
"Selama Satpol PP-nya lembek seperti itu, relokasi di Alun-alun Malangbong tak akan pernah terjadi. Paling-paling juga hanya sebatas negosiasi yang tak akan ada ujungnya. Padahal saat ini, kata Iman, hak warga untuk menggunakan Alun-alun Malangbong sudah terampas oleh PKL," kata Iman. (Totoh/Farhan SN)***

Diduga Kecewa Atas Sikap Gerindra di Pilkada Orang Misterius Rusak Kantor DPC Gerindra

Written By Garut Express on Sunday, June 16, 2013 | 2:28 AM


Garut, (GE),- Riak-riak Pilkada semakin terasa. Dinamika politik semakin menghangat setelah para calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dari jalur Parpol mendaftarkan diri. Masih hangat dalam ingatan, minggu lalu sekelompok orang yang mengatas namakan kader Partai Demokrat merusak sekretariat partai tersebut. Kini hal yang sama, menimpa kantor Partai Gerindra.

Orang misterius, Sabtu (15/6) merusak   Kantor DPC Gerindra di Jl. Sudirman 39 Garut. Perusakan dilakukan dengan cara melemparkan batu ke arah bangunan. Motif perusakan diduga kuat karena ada yang kecewa atas sikap Partai Gerindra mendukung calon bupati yang bukan berasal dari internal partai.

Ketua DPC Gerindra Kabupaten Garut Hilman Yudiswara mengungkapkan, perusakan kantornya terjadi  sekitar pukul 14.30 WIB, beberapa saat setelah Rudi Gunawan yang didukung Gerindra dan berpasangan dengan Helmi Budiman yang diusung PKS mendaftarkan diri ke KPUD Garut. "Jadi tadi setelah selesai mendaftarkan Rudi Gunawan yang kita usung dan bersanding dengan Pak Helmi dari PKS, pelemparan itu terjadi, " tuturnya kepada para wartawan di Kantor DPC Gerindra.

Pelaku perusakan sendiri hingga saat ini masih misterius "Pelakunya saya yakin bukan kader partai Gerindra," tegas Hilman.Saat ini kasus perusakan kantor DPC Partai Gerindra ditangani oleh pihak Polres Garut. "Mudah-mudahan kasus ini tak berdampak pada pencalonan usungan partai Gerindra," harapnya.(Cep)***

Gun Gun Febrianza, Berhasil Ciptakan Program Baru Keamanan E-banking

Written By Garut Express on Saturday, June 1, 2013 | 1:13 AM


Gun Gun Febrianza
Berhasil Ciptakan Program Baru Keamanan E-banking

Gun Gun Febrianza, seorang mahasiswa tingkat akhir dari AMIK garut berhasil menciptakan sebuah inovasi keamanan terbaru untuk bank. Sehingga setiap nasabah dari suatu bank yang menggunakan layanan e-banking online dapat di lindungi dari ancaman dan tindakan pencurian atau hacking seperti phising, keystroke logging, clipboard logging, screenshoot logging, remoting trojan, monitoring virus dan lain-lainya.

Awalnya penemuan ini ditemukan saat Gun Gun Febrianza saat sedang menyusun laporan Tugas Akhirnya yang berjudul "Pembuatan Perangkat Lunak Sistem Keamanan Sistem Operasi Windows" yang di bimbing oleh Erwan Yani,IR,MM dan Edih K. Warga,SH.,MM. Saat itu salah satu rekannya dikantor tempat Gun Gun Febrianza bekerja sering melakukan login e-banking dan akhirnya dari sana terinspirasi untuk menciptakan software keamanan yang bisa meningkatkan kualitas keamanan e-banking online."Saya terinspirasi dari rekan saya, karena transaksi online di dunia perbankkan terbilang rentan, saya berusaha menciptakan program untuk keamanan e-banking," ujarnya bangga

Menurut, Gun Gun,rencananya Software ciptaanya tersebut akan ditawarkan kepada pihak bank-bank yang ada di indonesia. Sehingga software ciptaannya bisa digunakan oleh setiap nasabah bank yang sering melakukan transaksi online. "Saya akan berusaha untuk menawarkan program ciptaan saya ini kepada dunia perbankkan, sehingga ilmu dan karya yang saya ciptakan ini bisa  bermanfaat tidak hanya untuk saya sendiri tetapi juga untuk seluruh rakyat yang ada di indonesia," harapnya

Dalam kesehariannya Gun gun memang dikenal sebagai anak muda yang ulet dan senang mengutak-atik komputer, berbagai program aplikasi komputer telah berhasil diciptakannya. Di kampusnya, Gun gun juga cukup aktif dalam organisasi kemahasiswaan. Ia pernah menjadi Wakil Ketua BEM AMIK Garut dan salah satu pendiri komunitas IT di kampusnya. komunitas itu bernama Indonesia IT Intelijensi sebuah ladang dimana dia bersama teman-teman dan adik-adik kelasnya bisa melakukan gathering dan sharing berbagi informasi dan pelajaran. (Farhan SN)

Keripik Pisang Kidul

Written By Garut Express on Monday, March 4, 2013 | 12:03 AM


Keripik Pisang Kidul

Rasanya Memang Kress
Membicarakan kuliner, pasti tidak akan ada habisnya. Siapa sih yang tidak tergoda untuk membahasnya. Berbicara kuliner di Kabupaten Garut, memang tidak ada habisnya. Selain terkenal dengan keindahan alamnya, Garut pun terkenal dengan aneka ragam makanan khas yang sangat unik dan lezat tentunya.
Beberapa makanan khas Garut yang terkenal untuk dijadikan wisata kuliner yang wajib dicoba seperti dodol, kerupuk kulit, burayot, es Goyobod dan lainnya. Ketiga makanan tadi merupakan makanan camilan khas Garut yang siap dan mantap apabila dijadikan sebagai buah tangan dan menemani kita selagi santai di rumah.
Selain ketiga makanan khas tadi, ada salah satu kuliner di Garut sudah menjadi teman di setiap saat. Siapa yang tak kenal dengan keripik Pisang. Salah satu cemilan yang disukai dari anak kecil hingga orang dewasa. Rasanya yang renyah dan kress di mulut, pasti membuat siapa pun yang memakannya ketagihan.
Keripik pisang di Garut memanglah beraneka raga. Ada yang rasanya asin dan manis. Tetapi, keripik pisang asin,lebih diminati masyarakat. Garut Selatan adalah termasuk wilayah produsen keripik pisang paling besar di Kab. Garut.
Keripik dari wilayah ini bukanlah keripik sembarangan. Tak sedikit orang yang menyebutnya sebagai keripik pisang “Nomer Hiji”. Proses pembuatannya yang masih dilakukan secara tradisional, menjadikan rasa cemilan ini tidak ada duanya.
Bila kita melintasi jalur Pameungpeuk, tepatnya di Kecamatan Cisompet seperti di Pasar Cisindang akan terlihat sejumlah pedagang yang menawarkan cemilan yang satu ini. Dengan bahan baku pisang berkualitas, menjadi daya tarik tersendiri bagi siapa pun yang ingin mencicipinya.
Meski kemasannya tidak terlalu terlihat stylish, namun nama besar dan rasa dari keripik ini tak usah diragukan lagi. Terlebih lagi, makanan yang satu ini sudah menjadi teman di setiap saat.
Warnanya yang khas dan jenisnya yang masih tidak terlalu banyak, tidak menyulitkan bagi siapa pun yang akan mencarinya. Tak sedikit pula orang yang menyebut dengan nama “Keripik Kuning”. Harga jualnya pun sangat terjangkau. “Dengan harga Rp 20 ribu per kilogramnya, merupakan harga yang bisa dijangkau oleh siapa pun,” ungkap Siti Saadah (36), salah seorang penikmat kuliner asal Cikajang. (*)
Disadur dari berbagai sumber

Mengenal Seni Barongsai


Mengenal Seni Barongsai
oleh
Anggana Wisesa
(Wartawan SKM Garut Express)

Minggu siang, (3/3), ribuan warga Garut memadati jalan Guntur. Mereka datang dari berbagai pelosok. Tujuannya hanya satu yaitu ingin menyaksikan perayaan Cap Go Meh, perayaan tahun baru Imlek.
Meski perayaan tahun baru Imlek tersebut dimulai pukul 14.00 siang, tetapi, ribuan warga berbondong-bondong sejak pukul 12.00 siang. Teriknya panas matahari, tak menyurutkan semangat mereka untuk menunggu penampilan langka ini.
Berdasarkan pantauan GE di lapangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, berdesak-desakan turun di jalan Guntur untuk menyaksikan seni tradisonal asal Negara Cina ini.
Menurut panitia penyelenggara, Iwan, Cap Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.
Di Kabupaten Garut sendiri, perayaan Cap Go Meh selalu diadakan tiap tahunnya.  Pada tahun ini, perayaannya semakin meriah dengan acara konvoi Keliling Kota Garut sekaligus memperlihatkan atraksi barongsay.
"Pada Cap Go Mah kali ini, anggota yang mengikuti konvoi keliling kota Garut sebanyak 300 orang,” jelas Iwan.
Saat konvoi, seluruh anggota berjalan mengelilingi Kota Garut sambil melakukan atraksi barongsai. Tak ayal, decak kagum diperlihatkan warga Garut yang menyaksikan atraksi tersebut. Diwarnai teriakan dan pujian, tak sedikit pula warga yang memberikan amplop.


Sejarah Kesenian Barongsai
Dalam WIkipedia, Barongsai adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ketiga sebelum masehi.
Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda. Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.

Tarian dan Gerakan
Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’.
Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.
Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.
Barongsai di Indonesia
Kesenian barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari Cina Selatan[3].
Barongsai di Indonesia mengalami masa maraknya ketika zaman masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki sebuah perkumpulan barongsai. Perkembangan barongsai kemudian berhenti pada tahun 1965 setelah meletusnya Gerakan 30 S/PKI. Karena situasi politik pada waktu itu, segala macam bentuk kebudayaan Tionghoa di Indonesia dibungkam. Barongsai dimusnahkan dan tidak boleh dimainkan lagi. Perubahan situasi politik yang terjadi di Indonesia setelah tahun 1998 membangkitkan kembali kesenian barongsai dan kebudayaan Tionghoa lainnya. Banyak perkumpulan barongsai kembali bermunculan. Berbeda dengan zaman dahulu, sekarang tak hanya kaum muda Tionghoa yang memainkan barongsai, tetapi banyak pula kaum muda pribumi Indonesia yang ikut serta.
Pada zaman pemerintahan Soeharto, barongsai sempat tidak diijinkan untuk dimainkan. Satu-satunya tempat di Indonesia yang bisa menampilkan barongsai secara besar-besaran adalah di kota Semarang, tepatnya di panggung besar kelenteng Sam Poo Kong atau dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu. Setiap tahun, pada tanggal 29-30 bulan enam menurut penanggalan Tiong Hoa (Imlek), barongsai dari keenam perguruan di Semarang, dipentaskan. Keenam perguruan tersebut adalah:
1. Sam Poo Tong, dengan seragam putih-jingga-hitam (kaos-sabuk-celana), sebagai tuan rumah
2. Hoo Hap Hwee dengan seragam putih-hitam
3. Djien Gie Tong (Budi Luhur) dengan seragam kuning-merah-hitam
4. Djien Ho Tong (Dharma Hangga Taruna) dengan seragam putih-hijau
5. Hauw Gie Hwee dengan seragam hijau-kuning-hijau kemudian digantikan Dharma Asih dengan seragam merah-kuning=merah
6. Porsigab (Persatuan Olah Raga Silat Gabungan) dengan seragam biru-kuning-biru
Walaupun yang bermain barongsai atas nama ke-enam kelompok tersebut, tetapi bukan berarti hanya oleh orang-orang Semarang. Karena ke-enam perguruan tersebut mempunyai anak-anak cabang yang tersebar di Pulau Jawa bahkan sampai ke Lampung. Di kelenteng Gedong Batu, biasanya barongsai (atau di Semarang disebut juga dengan istilah Sam Sie) dimainkan bersama dengan Liong (naga) dan Say (kepalanya terbentuk dari perisai bulat, dan dihias menyerupai barongsai berikut ekornya).
Saat ini barongsai di Indonesia sudah dapat dimainkan secara luas, bahkan telah meraih juara pada kejuaraan di dunia. Dimulai dengan Barongsai Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dari Padang yang meraih juara 5 pada kejuaraan dunia di genting - malaysia pada tahun 2000. Hingga kini barongsai Indonesia sudah banyak mengikuti berbagai kejuaraan-kejuaraan dunia dan meraih banyak prestasi. Sebut saja beberapa nama seperti Kong Ha Hong (KHH) - Jakarta, Dragon Phoenix (DP) - Jakarta, Satya Dharma - Kudus, dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) - Tarakan. Bahkan nama terakhir, yaitu PSMTI telah meraih juara 1 pada suatu pertandingan dunia yang diadakan di Surabaya pada tahun 2006.Perguruan barongsai lainnya adalah Tri Pusaka Solo yang pada pertengahan Agustus 2007 lalu memperoleh Juara 1 President Cup.
Selain itu, kesenian barongsai juga pernah bermunculan di beberapa kota seperti Purwokerto, Magelang, Cilacap dan beberapa kota yang lain. Untuk daerah Magelang, kesenian barongsai ini muncul pertama kali dengan nama Ciu Lung Wei - Magelang, TITD - Magelang, Pai Se Wei - Magelang dan masih banyak perkumpulan lainnya. Untuk Purwokerto ada beberapa perkumpulan kesenian barongsai yang telah terbentuk dan berjalan seperti Chin Lung Dhuan - Purwokerto, Lung Se Tuan - Purwokerto, Yi Lung Dhuan - Purwokerto
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesenian atau seni ketrampilan dalam permainan Barongsai membutuhkan keahlian khusus dan tentunya dengan latihan yang rutin dapatg menjadikan para pemain yang terlibat didalamnya menjadi mahir dan terampil. Namun disini terkadang banyak orang yang masih berpendapat bahwa bermain Barongsai bisa menjadikan sang pemain atau para pemain menjadikan kesurupan seperti halnya dalam permainan Kuda Lumping.
Dalam melakukan permainan Barongsai, dibutuhkan kejelian dan ketangkasan yang tentunya di dapat dari hasil latihan yang rutin serta tanggap dalam mengenal medan atau arena tempat bermain, dikarenakan permainan Barongsai harus dapat dilakukan di segala medan, ataupun arena, atau bahkan dilapangan dan juga di tempat yang luasnya amat minimalis.
Dalam perkembangan sekarang ini Barongsai sudah banyak jenis permainnya yang dipadukan dengan kesenian atau beladiri Wushu, dan menjadikan gerakan-gerakan yang dilakukan menjadi indah dan serasi dengan musik terdengar dari alat musik Barongsai. Itupun sebenarnya keserasian permainan juga didapat dari hasil latihan yang serius dan disiplin yang tinggi serta penngenalan tentang budaya Tionghoa pada umumnya. (*)



 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger