Home » , » ASAL USUL KATA CARUT MARUT

ASAL USUL KATA CARUT MARUT

Written By Garut Express on Wednesday, February 20, 2013 | 7:24 PM



Dr. Endang Kasupardi, M.Pd. 

ASAL USUL KATA CARUT MARUT

Padanan kata majemuk carut marut dalam bahasa Inggris disebut chaos. Kata ini kurang lebih memiliki kesamaan makna yakni; kacau, kekacauan, baik terhadap suasana, kondisi, situasi, keadaan kebatinan individu atau sebagai sebab dari perkataan seseorang, sekeleompok orang yang mengakibatkan suatu keadaan kacau balau pada lingkungan sosial dan atau kondisi tertekan pada individu sehingga Ia memiliki kejiwaan yang gamang dan mudah dipengaruhi ketika menetapkan tujuan hidup yang berakibat besar terhadap lingkungan dan tatanan sosial.
Suasana kacau yang terjadi pada individu semata-mata bukan merupakan potensi kacau pada dirinya, melainkan potensi tersebut mendapatkan pengaruh-asupan pemahaman dari lingkungan sosial sehingga ia mendapatkan akibat dari pengaruh-asupan pemahaman tersebut yang dialami baik oleh dirinya sendiri maupun keadaan yang terjadi pada lingugan sosial, bahkan pada tatanan negara.
Gambaran penyebab suasana kacau terhadap suatu keadaan yang tidak bisa dikendalikan tersebut antara lain; kesalahan cara pandang individu dalam memutuskan sesuatu, kesalahan dalam menggunakan kosa kata, kekhilapan dalam berbicara, kesalahan dalam menafsirkan sesuatu, kesalahan dalam membuat simpulan terhadap berbagai pandangan dan atau sumber pengetahuan yang menjadi dasar keputusan yang akan diambil sebagai citra kebijaksanaan seorang individu, memberikan komentar/pandangan dengan tidak memperhatikan susana dan situasi yang berkembang, serta menyederhanakan kepatutan ucapan yang dilontarkan.
Contoh kasus kecau-kekacauan yang dapat dirasakan secara nyata adalah tatanan pemerintahan suatu wilayah. Kekacauan ini terjadi karena seorang pemimpin yang dianggap sudah tidak memiliki kepercayaan masyarakat tetapi Ia masih kuat pada tatanan dasar hukum sebagai seorang pemimpin, Unsur berwibawa yang terlepas dari kepemiminan seseorang, roda pemerintahan yang tidak berjalan lancar terhadap tatanan birokrasi dan kelengkapan sarana prasarana yang dibutuhkan masyarkat tidak terpenuhi. Individu pengampu kepemimpinan tidak dapat mengendalikan dengan baik system kepemimpinannya. Keadaan kacau seperti ini, dianggap cukup menggunakan kata carut marut. Sebab keadaan seprti ini memenuhi kriteria kata makna kata carut marut yakni; suasana yang kacau baik lingkungan sosial maupun pergaulan masyarakat dan tatanan kepemimpinan seseorang terhadap dirinya, birokrasi dan negaranya.
Namun demikian apa sebenarnya yang disebut carut marut tersebut sehingga susana kacau balau pada seorang individu dan lingkungan sosial bahkan tatanan kenegaraan cukup menggunakan kata majemuk ini? 
Kata carut marut menurut KBBI dan juga turunan dari kata tersebut adalah sebagai berikut; Carut a keji, kotor, cabul (tt perkataan); -- capai ark carut-marut; carut-marut a bermacam-macam perkataan yg keji-keji; bercarut(-carut) v 1 mengeluarkan, perkataan yg keji-keji; 2 memaki-maki, (dng kata-kata yg kotor); mencarut(-carut) v bercarut(-carut); mempercaruti v memaki-maki; menghinakan orang dng kata-kata yg keji; pencarut n orang yg suka mencarut, 2carut n luka bekas goresan; carut-marut n coreng-moreng (bekas. goresan); goresan yg tidak keruan arahnya.
Sementara itu carut marut pun dipandang memiliki kesamaan dengan kata majemuk karut marut,  karut, berkarut a kusut; kacau tidak keruan; karut-marut v 1 kusut (kacau) tidak keruan; rusuh dan bingung (tt pikiran, hati, dsb); banyak bohong dan dustanya (tt perkataan dsb); 2 berkerut-kerut tidak keruan (tt muka, wajah dsb): wajahnya ~ penuh bekas jerawat; mengarut v 1 mengusutkan; mengacaukan; membuat rusuh tidak keruan; 2 berkata tak keruan; berbohong, karya n 1 kerja; pekerjaan;
Makna kata carut marut-karut marut seperti diatas dapat tidak memiliki makna yang jauh dari keduanya yakni menggambarkan diri, suasana kacau yang kacau dan tidak terkendali. Individu seolah-olah memiliki kebebasan dalam melakukan sesuatu, mengomentari tanpa tedeng aling-aling. Kebebasan individu dianggap tidak mengganggu kebebasan invidu lainnya karena memiliki kesamaan dalam mengomentari sesuatu hal yang terjadi dan dirasakan oleh semua pihak dan golongan sebagai suatu keadaan yang tidak stabil dan perlu diperbaiki.
Semua yang terjadi di atas bukan Karena kata carut marut-karut marut, tetapi keadaan yang kacau digambarkan dengan kata tersebut. Kita harus memiliki kesepakatan bahwa bukan kata yang merusak tapi keadaan yang rusak digambarkan dengan kata tersebut. Kata merupakan lambang terhadap suatu kejadian. Perkembangan suatu kejadian digambarkan dengan kata tersebut. Tindak  lanjuti dari semua itu adalah bagaimana individu memaknai kata dan menerapkan kata tersebut dalam kehidupan nyata.
Mengapa carut marut dapat melambangkan suatu keadaan yang kacau balau?
Pada kitab tafsir Ruhul Bayan, dapat menggambarkan makna yang sama dengan carut marut-karu marut yakni suatu peristiwa antara Khalik (Allah SWT) dan Makhluk yang diberi nama malaikat (bukan nama-nama malaikat yang wajiib diketahui).
Suatu ketika malaikat berkata kepada Khalik (Qs AL_Baqoroh ayat 30) yakni; “ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi. “mereka berkata; mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucika Engkau? Tuhan berfirman; sesungguhnya Aku mengetahui yang tidak kamu ketahui
Ayat tersebut pada kitab tafsir Ruhul Bayan dijelaskan bahwa Allah SWT, mengabulkan permintaan dua malaikat yang ingin merasakan suatu sifat yang dimiliki oleh manusia yakni  memasukan Nafsu pada malaikat tersebut. Kemudian Allah SWT, menurunkan dua malaikat (Harut wa Marut) ke dunia. Tibalah di Negeri Babilonia (Albaqarah, 102). Ia bergaul dengan manusia dan memiliki sifat nafsu yang sama. Pada tafsir Ruhul Bayan disebutkan, Ia bertemu dengan  Siti Zulaikho. Pertemuan pun terus berlanjut dan dengan nafsu yang dimiliki dua malaikat tersebut, pada akhirnya membawa malaikat untuk jatuh cinta dan  mencintai Siti Zulaikho sampai ia melakukan pemaksaan hubungan layaknya suami istri. Siti Zulaikho pun dipaksa untuk berhubungan. Kejadian tersebut diketahui oleh orang banyak dan menimbulkan kekacauan karena ulah dua Malaikat yang bernama Harut dan Marut.
Pada versi ahli tafsir lainnya disebtukan dua malaikat bernama “Harut dan Marut” merupakan cerita tentang malaikat di Negeri Babilonia (Irak) (QS. Al-Baqarah: 102). Pertama menafsirkan bahwa Harut dan Marut adalah benar-benar nama dua malaikat. Ketika itu Allah SWT mengutus dua malaikat bernama Harut dan Marut ke bumi untuk membantu menyelesaikan berbagai perselisihan antar sesama manusia. Sebelum berbaur dengan manusia, Allah memberikan hawa-nafsu kepada Harut dan Marut. Ternyata setelah turun ke bumi kedua malaikat tersebut tidak tahan terhadap hawa nafsu yang dimilikinya. Mereka meminum khamar (mabuk-mabuk), melakukan pemerkosaan, melakukan pembunuhan, dan mengajarkan ilmu sihir. Kedua, Harut dan Marut ditafsirkan berdasarkan anggapan orang Babilonia yakni dua orang manusia yagn memiliki tingkat ketakwaan dan kesucian yagn melebihi manusia lainnya dan dianggap sebagai malaikat, namun pada akhir hayatnya ia melakukan kekeliruan dan terjerambab pada suatu tidnakan kenistaan seperti; melakukan tipu daya, berbagai perbuatan dosa besar, dan juga mempraktekkan ilmu sihir untuk menyesatkan manusia lainnya. Makanya di Babilonia ada sumur yang namanya sumur Harut dan Marut. Konon di sumur inilah kedua orang (yang dianggap malaikat oleh orang Babilonia) tersebut terkubur saat ajalnya. Pada tafsir kedua agak lemar karena dalam Al-Baqarah sudah jelas bahwa Haru dan Marut (Harut wa Marut) adalah dua orang malaikat yagn diturunkan dan dibekali Nafsu oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Berdasarakan kitab Tafsir Ruhul Bayan dan tafsir lainnya, di atas, menunjukkan suatu keadaan yang sama yakni kacau, kekacauan, ketimpangan dan ketidak adilan pada berbagai segi kehidupan sosial di Negeri Babilonia. Berbagai anggapan adanya sihir dan pemerkosaan yang terjadi mengakibatkan suatu keadaan yang tidak stabil pada pemerintahan dan anggapan pemimpin ketika itu. Hiri dengki terjadi dan berbagai pandangan pun muncul yang mengakibatkan kekacauan disana sini. 
Pentup penjelasan dari tafsir Ruhul Bayan kedua malaikat pun ditarik kembali ke alamnya, dan diberi hukuman oleh Allah swt, dengan cara digantung dilangitnya Allah SWT sampai saat ini.
Dari peristiwa tersebut, dapat menunjukkan bahwa hawa nafsu yang dimiliki  manusia betapa berat jangankan untuk manusia untuk Malaikat pun jika memiliki salah satu sifat yang sama dengan manusia yakni Hawa nafsu, maka Tidak seorang pun dapat menghindarinya, kecuali ia bisa introsfeksi dan mawas diri serta terus menerus meningkatkan ketaqwaannya pada yang Maha Kuasa. Pada Hadist pun disebutkan bahwa, perang yang paling besar itu adalah memerangi hawa nafsu.
Harut dan Marut, dua malaikat yang sudah menggambarkan kejiwaan yang kacau karena sifat hawa nafsu, mengakibatkan kekacauan serpti yagn dilakukan oleh haru marut. Identify dari kesamaan yagn terjadi pada suatu keadaan inilah kemudian dinamakan karut marut atau sekarang lebih dikenal dengan kata majemuk carut marut. Kejadian Harut dan Marut, sudah dapat membuktikan bahwa betapa berat tugas manusia dalam mengatasi diri dan lingkungannya, namuun demikian manusia diproyeksikan akan memiliki kemampuan dalam mengatasi kekacauan tersebut, Karena ia memiliki akal pikiran yagn dapat menyempurnakan sifat-sifat manusia.
Berdasarkan hal tersebut  maka carut marut yang kita kenal sekarang merupakan kata yang majemuk atau memiliki prinsif sama dengan kata majemuk. Namun demikian kata carut marut jika diasumsikan berasal dari kata Karut dan Marut bukan merupakan sebuah kata majemuk melainkan dua kata dari dua nama Malaikat yang memiliki suatu peristiwa; kisah yang menggemparkan lingkungan social masyarkat, sehingga membuat kekacauan dan timbulnya berbagai kekejian, baik ketika berbicara, berfikir dan bertindak.
Simpulan
Berdasarkan makna kata dan susunan gramatiknya, penulis mengasumsikan bahwa kata carut marut dan karut marut walaupun memiliki makna masing-masing dalam KBBI pada prinsifnya memiliki kesamaan dari dua makna tersebut yakni kacau atau kekacauan barik dari sisi individu pelaku tindak kekacauan tersebut yang berakibat pada lingkugan social secara keseluruhan seprti halnya makna Chaos.
Kata carut marut dan karut marut berasal berasal dari suatu peristiwa yang dilakukan oleh dua orang malaikat yakni harut dan Marut yang memiliki perubahan pengucapan menjadi karut marut selanjutnya menjadi carut marut.  Berdasarkan kejadian itu, maka kata carut marut hanya memiliki sifat yagn sama degnan prinsif kata majemuk namun sebenarnya bukan kata majemuk. Namun tidak dipersalahkan karena prinsif yang sama tersebut dikatakan sebagai sebuah kata majemuk. Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki struktur tetap, tidak dapat di sisipi kata lain. gabungan kata tersebut membentuk makna baru. Namun, makna baru tersebut masih dapat dirunut atau ditelusuri dari makna kata pembentuknya. Kata Karut Marut sebenarnya hanya memiliki kesamaan prinsif dengan tafsir kata majemuk tersebut.*

                                                 
Praktis Pendidikan






























Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger