DUKA mendalam masih menyelimuti empat keluarga korban kebakaran di Kampung Tegal Gede, RT 01 RW 05, Desa Sindang Ratu, Kecamatan Wanaraja. Enam bulan sudah musibah kebakaran berlalu, namun para korban masih merasakan kegetiran.
Korban kebakaran pada Februari lalu tersebut adalah Enur (30), Enceng (30), Ujang Sholeh (40) serta seorang perempuan lansia bernama Ma Anah (80). Empat keluarga miskin ini tak berdaya untuk kembali membangun rumahnya.
Keluarga Enceng, Ujang Soleh dan Ma Mamah hingga kini masih menumpang di masing-masing saudaranya. Bahkan, Enur beserta isteri dan kedua anaknya, sampai saat ini terpaksa menempati bangunan kandang sapi.
Keempat keluarga tersebut memang tak memiliki mata pencaharian jelas. Untuk menghidupi anak istrinya, Enur hanya mengandalkan jadi buruh membikin bata merah. Sementara Enceng yang memiliki tanggungan tiga anak menjadi buruh tani. Begitu juga Ujang Soleh yang memiliki dua anak, sehari-hari ia hanya mengandalkan jadi buruh tani untuk menghidupi keluarganya.
Sedangkan Ma Mamah, karena usianya sudah tua, ia sudah tidak bisa bekerja lagi. Hidupnya kini hanya mengandalkan belas kasihan warga sekitar.
“Abdi kapaksa nginep di kandang sapi ieu, ari tos kumaha atuh. Bujeng-bujeng kanggo ngontrak, kantenan ngadamel bumi, bet kanggo tuang sadidinten oge hese nataku,” ucap Enur.
Enur mengaku memang sangat tak nyaman tinggal di bangunan bekas kandang sapi. Apalagi dua anaknya kini sekolah di SD. Enur khawatir pertumbuhan dan perkembangan keduanya terganggu. "Kalah kumaha ge ari namina kandang mah tetep we kotor," jelasnya.Tapi, jelasnya, apa boleh buat, daripada kepanasan dan kehujanan tinggal di bawah pohon, kandang sapi masih lebih baik. Justru Enur sangat berterima kasih kepada tetangganya yang telah mengikhlaskan kandang sapinya sehingga ia dan keluarga bisa berteduh. "Ieu kandang teh anu tatanggi. Mudah-mudahan we kasaenana sing dibales ku Allah SWT," katanya.
Sementara itu, anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Siti Mufatahah mengatakan, nasib keempat keluarga korban kebakaran tersebut memang harus segera mendapatkan pertolongan. Di antaranya pembuatan rumah sehingga masing masing korban tak menumpang di rumah saudaranya, apalagi tinggal di kandang sapi.
Siti yang mengirimkan Yadi, kepercayaannya, untuk menjenguk keempat keluarga tersebut berharap agar pemerintah segera melakukan langkah. Dalam kesempoatan itu, atas nama Siti Mufatahah memberikan sumbangan alakadarnya kepada masing-masing korban. "Bantuan itu untuk sekedar meringankan beban hidup para korban," jelas Yadi menirukan ucapan Siti Mufatahah.(Ilham Amir/Cep)***

0 comments:
Post a Comment