Home » , » Distribusi Raskin Harus Tepat Sasaran

Distribusi Raskin Harus Tepat Sasaran

Written By Garut Express on Wednesday, February 20, 2013 | 7:31 PM




Distribusi Raskin Harus Tepat Sasaran
            Raskin adalah akronim dari beras miskin, identik beras dengan harga relatif murah, serta kualitas yang relatif rendah pula. Hingga yang dianggap layak untuk mengkonsumsinya pun hanyalah orang tak mampu atau miskin. Namun di sejumlah daerah masih ada orang mampu atau bahkan pejabat yang masih “karoohan” atau “kabitaan” dengan raskin, hingga dengan berbagai cara mereka kerap menyelewengkannya, seperti dengan cara memanipulasi data Rumah Tangga Sasaran dan Penerima Manfaat (RTS-PM), hingga raskin tak tepat sasaran.
             Pemerintah akan membagikan raskin untuk tahun 2013. Termasuk untuk rakyat di Kabupaten Garut. Pagu raskin untuk Kabupaten Garut hingga Desember 2013 mencapai 32.803.020 ton dengan sasaran 182.239 RTS atau umpi dengan harga Rp. 7.751 per kilogram berikut subsidi sebesar Rp. 6.151. Sementara harga beras non raskin rata-rata antara Rp. 8.000 hingga Rp. 9000 per kilogram, tentu dengan kualitas cukup bagus, namun disesalkan tak terjangkau oleh daya beli masyarakat, maka untuk menghindari rawan pangan (kelaparan), raskin merupakan salah satu solusi dari Pemerintah.
Indonesia adalah negara merdeka dan berdaulat. Selain itu terkenal dengan sebutan negara pertanian (agraris) yang sangat subur. Hingga Group Musik Legendaris seperti Koes ploes dalam salah satu bait lagunnya mengatakan bahwa “orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman”. Namun kenyataannya negara kita masih belum berdaulat seutuhnya termasuk dalam bidang ekonomi dengan pangannya seperti beras yang justru masih ada ketergantungan kepada negara lain. Sebagian kebutuhan beras kita masih harus impor dari negara-negara lain seperti Vietnam, Laos, Kamboja dan Birma.
Jumlah orang mampu di Kabupaten Garut sangat banyak, hingga dari 2,8 juta rakyat tak semuanya perlu dengan raskin yang nota bene kualitasnya belum terlalu baik. Namun alangkah baiknya jika jumlah penerima raskin sebanyak 182.239 RTS/umpi tersebut berkurang atau diubah menjadi produsen beras minimal untuk kepentingan dirinya sendiri. Realisasi penyaluran raskin di Kabupaten Garut hingga akhir Desember 2012 mencapai 42.144 ton atau 99,98% dari pagu alokasi sebanyak 42.152 ton. Adanya raskin tiap tahun yang didistribusikan pada hakikatnya merupakan statistika, bahwa angka kemiskinan masih tinggi, khususnya di Garut.
 Terdapat “pengkastaan” dalam kehidupan kita. Termasuk dalam hal pangan seperti beras, hingga kita mengenal adanya raskin dengan segala “konotasi”-nya. Hal ini perlu penanganan lebih lanjut. Mau sampai kapan kita akan terus ketergantungan pangan kepada pihak lain? Sementara sumber alam kita cukup mendukung. Kata “swasembada” pangan seperti beras merupakan sebuah keniscayaan. Oleh karena itu Pemda Garut hendaknya memiliki kepedulian kepada masyarakat untuk jangka panjang dalam hal pangan. Seperti melakukan “moratorium” alih fungsi lahan pertanian produktif.
Beras miskin adalah titipan negara. Titipan atas nama konstitusi untuk rakyat sebagaimana tercantum dalam pasal 34 ayat (1) UUD 45 yang berbunyi “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”. Orang yang berhak atas raskin harus benar-benar dapat merasakan manfaatnya. Oleh karena itu distribusi raskin harus tepat sasaran.****
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger