![]() |
| SEORANG pedagang beras di Pasar Ciawitali saat menunggu pembeli, Sabtu (5/1).* |
Harga Beras Naik Lagi
Harga beras di pasar tradisional Kabupaten Garut, mulai naik di tahun 2013. Berbagai jenis beras, kini mengalami kenaikan rata-rata Rp 500 hingga Rp 200/kg. Kenaikan tersebut, sebenarnya sudah sejak dua minggu sebelum tahun baru. Namun sampai sekarang harga beras tak kunjung turun.
Salah seorang pedagang bahan pokok di Pasar Ciawitali, Fauzan mengatakan, harga beras kualitas super mencapai Rp 9.200 dari sebelumnya Rp 9.000/kg. Sedangkan beras kualitas medium naik dari Rp 8.000 menjadi Rp 8.200 perkilogram, dan harga beras IR-64 naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 7.500/kg.
"Kenaikan harga beras terjadi sejak dua minggu sebelum tahun baru 2013. Karena permintaan masyarakat akan beras cenderung meningkat," tuturnya.
Ia memprediksi, kenaikan harga beras disebabkan karena stok beras di Garut mulai berkurang. Sedangkan permintaan terus meningkat, sehingga harga beras menjadi naik di pasaran.
"Saat ini, curah hujan cukup tinggi, sehingga kemungkinan banyak lahan pertanian yang terserang hama dan sisa panen pada musim tanam lalu sudah mulai menipis," katanya, Sabtu (5/1).
Selain beras, lanjut dia, harga telur juga naik dari Rp 15.000 menjadi Rp 16.200/kg. Sedangkan harga gula pasir masih normal berkisar Rp 10.700 hingga Rp 11.000/kg dan harga tepung juga stabil berkisar Rp 6.500 hingga Rp 7.000/kg.
Sementara petugas pemantau harga di Pasar Tanjung, Iskandar, mengatakan, harga bahan pokok seperti beras dan telur ayam mulai merangkak naik di pasar induk tradisional Jember itu, namun sebagian relatif stabil karena stok cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya Anis (31), menurutnya untuk beras kualitas sedang yang biasa dijual Rp 7.600 per kilogram, kini naik menjadi Rp 8.000 per kilogram. Untuk kualitas bagus, yang biasa dijual Rp 8.500 per kilogram, menjadi Rp 9.000 per kilogram. (Dian)*

0 comments:
Post a Comment