LELES, (GE).-
Para pemudik tujuan Garut atau Tasikmalaya harus ekstra waspada saat melintasi kawasan Tutugan Leles, Desa Haruman, Kecamatan Leles, terutama pada saat turun hujan. Pasalnya, di kawasan ini tengah dilakukan pelebaran jalan dengan cara membongkar tebing di sebelah kiri jalan. Pengerjaan proyek yang dilakukan PT Dian ini dilakukan dengan menurunkan dua alat berat jenis backhoe.
Pengikisan tebih itu terkendala dengan adanya tebing batu selebar 10 meter dengan ketinggian 10 meter. Dua alat berat ini kesulitan menghancurkan dua bongkahan batu tersebut. Tidak hanya itu, pelebaran jalan juga terkendala dengan banyaknya bebatuan besar yang tertanam di dalam tebing. Dengan demikian, pengerjaan harus dilakukan secara bertahap, salah satunya memecah bebatuan hingga bongkahan kecil agar mudah diangkut ke tempat lain.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengembang masih terus beraktivitas mengikis tebing untuk pelebaran jalan. Beberapa kilometer di antaranya sudah dilakukan pemadatan badan jalan dengan bebatuan sebagai alas, dengan menurunkan alat berat jenis stoom berukuran besar. Kendati demikian, badan jalan yang sudah dipadatkan belum bisa dilintasi kendaraan karena permukaannya belum sejajar dengan badan jalan lama.
Lantas, apa hubungannya antara pelebaran jalan di kawasan TUtugan dengan keselamatan para pemudik? Tentu saja ada hubungannya. Tebing yang sedang digali dikhawatirkan longsor dan menutup badan jalan. Jika hal ini terjadi, tidak tertutup kemungkinan akan mengubur hidup-hidup pengguna jalan yang sedang melintas.
Tidak hanya itu, bebatuan sebesar perut kerbau yang masih menempel pada tebing juga dikhawatirkan terlepas dan menggelinding ke badan jalan dan menimpa kendaraan. Jalan yang berkelok akibat tikungan tajam membuat para pengguna jalan tidak akan menyadari adanya bahaya yang mengancam di depan mata.
Kemungkinan bahaya lainnya, pada musim hujan material tanah dari tebing terkikis air dan menempel pada permukaan jalan. Akibatnya, jalan menjadi licin. Jika pengemudi lepas kendali sehingga tidak mampu menguasai keadaan, kendaraan menjadi oleng. Ini perlu diwaspadai, sebab di sebelah kanan jalan terbentang jurang yang cukup dalam.
Harus lebih waspada lagi bagi kendaraan roda dua (sepeda motor). Saat melintasi jalan licin akibat permukaan jalan tertutup bongkahan tanah, sepeda motor bisa terjatuh. Jangankan tertutup lumpur, jalan licin akibat hujan saja sudah banyak menelan korban. Para pengendara sepeda motor berjatuhan. Peristiwa nahas ini sering kali terjadi.
Kabagops Polres Garut, Kompol Rudie Tri Handoyo menyebutkan, untuk mengatasi apabila terjadi longsong di kawasan Tutugan disiagakan dua alat berat yang siap mengeruk bongkahan material tanah yang menutup permukaan jalan. Upaya ini dilakukan agar hambatan yang mengganggu arus lalulintas tidak terlalu lama.
"Berbagai kemungkinan bisa saja terjadi di kawasan ini, terutama pada saat turun hujan. Tebing longsor, bebatuan terlepas, atau jalan licin akibat tertutup material tanah. Untuk menanggulanginya, kami siapkan dua alat berat. Begitupun dengan petugas, tetap disiagakan selama 24 jam," tutur Rudie, Senin (29/7).
Lebih jauh Rudie mengatakan, Kab. Garut memiliki sekitar 64 kilometer jaur alternatif yang siap dilalui para pemudik. Secara umum, jalur tersebut relatif aman dilalui, kecuali kawasan Tutugan. Maka dari itu, kawasan ini perlu diwaspadai. Jika keadaannya sangat tidak memungkinkan, para pemudik sebaiknya melintas jalur alternatif untuk menghindari kawasan Tutugan.
Dari pasar Leles, pemudik belok kiri mengambil jalur ke arah Leuwigoong. Tiba di kawasan Cibudug (depan Mapolsek Leuwigoong) belok kanan ke arah Banyuresmi melintasi Situ Bangenit. Dari tempat ini pengemudi mengambil jalur lurus hingga tiba di kawasan Garut Kota. Meski jaraknya lebih jauh, setidaknya pemudik lebih aman karena terlepas dari jalur berbahaya yang rawan kecelakaan lalulintas. (Farhan SN)***

0 comments:
Post a Comment