KARANGTENGAH, (GE).-
Jalan penghubung Kampung Nyalindung, Negla, Asyari dan Patrol, di Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, sejak Kamis (25/7), ambrol diterjang banjir bandang saat hujan deras turun di kawasan itu. Meski memutuskan sarana transfortasi warga kampung di sana, namun sampai saat ini, jalan itu masih belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Kini aktivitas warga pun menjadi terganggu. Padahal, jalan ini, menjadi satu-satunya sarana untuk mengangkut hasil cocok tanam mereka.
Akibat terputusnya sarana jalan tersebut, warga harus mengeluarkan ongkos angkut lebih mahal. Pasalnya, hasil pertanian mereka harus diangkut manual dengan menggunakan jasa pikul. Jika dibandingkan, ongkos angkut pikul itu bisa tiga kali lipat ketika warga menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.
Salah seorang warga Kampung Asyari, Desa Cinta, Endan Ako (48), mengatakan meski ambrolnya jalan itu sudah berlangsung selama satu bulan yang lalu, namun belum ada penanganan serius dari Pemkab Garut. Saat ini, aktivitas warga sangat terganggu dengan kondisi jalan yang putus.
"Jangankan diperbaiki, disurvai saja tidak. Padahal warga sangat berharap jalan ini segera diperbaiki oleh dinas terkait," kata Endan, Sabtu (17/8).
Terjangan hujan deras waktu itu, menyisakan lobang menganga dan terputusnya jalan penghubung dua kampung yaitu Kampung Asyari dan Kampung Patrol sepanjang tujuh meter dengan lebar tiga meter. Kini Endan, beserta puluhan warga lainnya, harus rela turun ke dalam reruntuhan material jalan yang menyisakan lobang untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya.
Sekretari Desa Cinta, Aas Waspiah, mengatakan jalan rabat beton yang dibangun melalui kucuran dana PNPM ini, kini kondisinya sudah rusak dan tak bisa digunakan lagi. Air setinggi 2,5 meter, menghantam jalan itu dan menggusur semua material yang ada di atasnya. Kini jalan itu hanya tinggal lubang dan sisa-sisa material jalan saja.
Selain merusak jalan, datangnya banjir bandang itu, meruntuhkan Tembok Penahan Tanah (TPT). Panjang TPT yang rusak diperkirakan lebih dari 25 meter dengan ketinggian 2,5 meter.
Aas menjelaskan, jalan rabat beton itu panjangnya sekitar 3400 meter. Jalan itu dibangun melalui PNPM dan swadaya masyarakat yang terealisasi sampai 3 kali anggaran. Jalan yang kini tergerus bencana alam itu, merupakan jalan tumpuan satu-satunya, terutama masyarakat yang berasal dari Kampung Nyalindung, Negla, Asyari dan Patrol.
“Jika tak segera diperbaiki, ada sekitar 82 kepala keluarga nasibnya akan terbengkalai," kata Aas.
Sementara itu, setelah menerima laporan tertulis dari Desa Cinta, Sekretaris Dinas Bina Marga, Drs. H. Dudung M.Si yang ditemui GE dikantornya menyatakan, mengatakan, meski telat pelaporannya, namun pihaknya akan segera menindak lanjuti terputusnya jalan di Desa Cinta itu. Ia mengaku telah mengintruksikan UPTD-nya untuk segera menangani permasalahan tersebut.(Ilham Amir)***
Jalan penghubung Kampung Nyalindung, Negla, Asyari dan Patrol, di Desa Cinta, Kecamatan Karangtengah, sejak Kamis (25/7), ambrol diterjang banjir bandang saat hujan deras turun di kawasan itu. Meski memutuskan sarana transfortasi warga kampung di sana, namun sampai saat ini, jalan itu masih belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Garut. Kini aktivitas warga pun menjadi terganggu. Padahal, jalan ini, menjadi satu-satunya sarana untuk mengangkut hasil cocok tanam mereka.
Akibat terputusnya sarana jalan tersebut, warga harus mengeluarkan ongkos angkut lebih mahal. Pasalnya, hasil pertanian mereka harus diangkut manual dengan menggunakan jasa pikul. Jika dibandingkan, ongkos angkut pikul itu bisa tiga kali lipat ketika warga menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat.
Salah seorang warga Kampung Asyari, Desa Cinta, Endan Ako (48), mengatakan meski ambrolnya jalan itu sudah berlangsung selama satu bulan yang lalu, namun belum ada penanganan serius dari Pemkab Garut. Saat ini, aktivitas warga sangat terganggu dengan kondisi jalan yang putus.
"Jangankan diperbaiki, disurvai saja tidak. Padahal warga sangat berharap jalan ini segera diperbaiki oleh dinas terkait," kata Endan, Sabtu (17/8).
Terjangan hujan deras waktu itu, menyisakan lobang menganga dan terputusnya jalan penghubung dua kampung yaitu Kampung Asyari dan Kampung Patrol sepanjang tujuh meter dengan lebar tiga meter. Kini Endan, beserta puluhan warga lainnya, harus rela turun ke dalam reruntuhan material jalan yang menyisakan lobang untuk menjalankan aktivitas sehari-harinya.
Sekretari Desa Cinta, Aas Waspiah, mengatakan jalan rabat beton yang dibangun melalui kucuran dana PNPM ini, kini kondisinya sudah rusak dan tak bisa digunakan lagi. Air setinggi 2,5 meter, menghantam jalan itu dan menggusur semua material yang ada di atasnya. Kini jalan itu hanya tinggal lubang dan sisa-sisa material jalan saja.
Selain merusak jalan, datangnya banjir bandang itu, meruntuhkan Tembok Penahan Tanah (TPT). Panjang TPT yang rusak diperkirakan lebih dari 25 meter dengan ketinggian 2,5 meter.
Aas menjelaskan, jalan rabat beton itu panjangnya sekitar 3400 meter. Jalan itu dibangun melalui PNPM dan swadaya masyarakat yang terealisasi sampai 3 kali anggaran. Jalan yang kini tergerus bencana alam itu, merupakan jalan tumpuan satu-satunya, terutama masyarakat yang berasal dari Kampung Nyalindung, Negla, Asyari dan Patrol.
“Jika tak segera diperbaiki, ada sekitar 82 kepala keluarga nasibnya akan terbengkalai," kata Aas.
Sementara itu, setelah menerima laporan tertulis dari Desa Cinta, Sekretaris Dinas Bina Marga, Drs. H. Dudung M.Si yang ditemui GE dikantornya menyatakan, mengatakan, meski telat pelaporannya, namun pihaknya akan segera menindak lanjuti terputusnya jalan di Desa Cinta itu. Ia mengaku telah mengintruksikan UPTD-nya untuk segera menangani permasalahan tersebut.(Ilham Amir)***

0 comments:
Post a Comment