Home » , , » Delman Menjadi Masalah Arus Mudik dan Balik Lebaran

Delman Menjadi Masalah Arus Mudik dan Balik Lebaran

Written By Garut Express on Monday, August 19, 2013 | 9:20 PM

LIMBANGAN, (GE).-
Arus kendaraan pada masa mudik dan balik Idulfitri tahun ini kembali tersendat oleh laju lambat ratusan angkutan umum dan delman di lima titik pasar di Jalur Selatan di Kabupaten Garut. Para pemudik, terpaksa harus mengurangi kecepatan bahkan berhenti saat ada Delman dan Angkum yang berhenti di depannya.

Salah seorang pemudik asal Tasik, Dadang Kusnadi (39), mengaku merasa terganggu dengan hilir mudiknya angkutan pedesaan yang ada di Jalan Limbangan. Selain itu, laju Delman yang lambat sering mengakibatkan antrean panjang kendaraan pemudik. Akibatnya, kemacetan kerap terjadi di Jalur Limbangan.

"Kalau bisa, delman dan angkum ditertibkan saat arus mudik dan balik lebaran. Mungkin pemberian konvensasi menjadi jalan keluarnya," katanya, di temui di sela-sela kemacetan di depan Pasar Limbangan, Kamis (15/8).

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Garut, Budiman, mengatakan ada lima titik konsentrasi delman yang kerap mengganggu para pemudik. Konsentrasi delman itu, kerap terjadi di Pasar Limbangan, Pasar Malangbong, dan Pasar Lewo di Jalan Raya Limbangan-Malangbong serta Pasar Kadungora dan Pasar Leles di Jalan Raya Kadungora-Leles. Satu titik lainnya di luar Jalur Selatan, kata Budiman, berada di Pasar Cikajang di Jalan Raya Cikajang-Pameungpeuk.

"Tahun lalu, kami mengimbau delman untuk tidak beroperasi pada H-3 sampai H+3 Lebaran, dan mereka sepakat. Tetapi tetap saja masih banyak delman berkeliaran di titik-titik pasar ini. Karena, bagi mareka, saat-saat Lebaran seperti panen raya," kata Budiman di Kantor Dinas Perhubungan Garut, Kamis (15/8).

Imbauan kepada para kusir delman yang tidak efektif pada tahun lalu, ucapnya, disebabkan tidak terdapatnya insentif dari pemerintah kepada para kusir delman. Sebab, ucapnya, mereka harus tetap mendapat penghasilan saat dilarang beroperasi.

Tahun ini pun, ucapnya, pemerintah tidak bisa memberikan insentif karena belum dianggarkan tahun lalu. Rencananya, insentif ini akan dianggarkan pada tahun mendatang.

"Delman memang menjadi salah satu penyebab kemacetan. Begitu juga angutan umum yang sembarangan menaik-turunkan penumpang. Hal ini diperparah dengan warga sekitar pasar yang menyebertang seenaknya," katanya.

Untuk mengatasinya, di pasar-pasar yang dilintasi jalan provinsi ini, Dishub menyediakan lahan parkir khusus untuk angkot atau delman. Dengan demikian, penumpang bisa naik atau turun kendaraan tanpa menghambat laju arus lalu lintas.

Pinggir badan jalan yang berbatasan dengan kawasan pasar pun akan dipasangi traffic cone atau pembatas. Dengan demikian, warga tidak akan menyeberang sembarangan. Sejumlah personel Polres Garut dan Dinas Perhubungan pun akan ditempatkan di lokasi untuk memperlancar lalu lintas.

"Aktivitas pasar memang tidak bisa dihindari dan memang setiap tahun selalu menjadi pusat kemacetan. Tapi, dengan imbauan kepada warga dan penyiagaan personel, arus lalu lintas akan lebih lancar. Hal ini terbukti berdasarkan pengalaman tahun lalu," katanya.

Aktivitas pasar ini, ucapnya, menghambat arus lalu lintas pada pagi hari. Sejumlah ruas jalan yang hanya memiliki dua lajur seperti Jalan Raya Kadungora-Leles, ucapnya, menyulitkan kendaraan untuk menyusul delman yang melaju pelan di depannya. Aktivitas pasar ini, ujarnya bisa menimbulkan kemacetan sampai Nagreg atau Gentong.

Meski begitu, Budiman masih optimis jika situasi seperti itu, akan ditanggulanginya di musim arus Mudik dan Balik tahun depan. "Saya kira pelajaran berharga telah Kami petik tahun ini. Semuanya akan menjadi pembelajaran berharga untuk perbaikan di tahun yang akan datang," pungkasnya. (Farhan SN)***
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger