H. Nadiman adalah Calon Bupati Garut nomor urut enam yang akan maju pada Pemilihan Bupati atau Pilbup 8 September 2013 mendatang. Ia menjadi Calon Bupati berpasangan dengan Holil Aksan Umarzen yang didukung 20 partai non parlemen. Sebelum mengajukan diri sebagai calon Bupati Garut, Nadiman tercatat sebagai anggota DPRD Garut.
H. Nadiman lahir di Sukaregang Kecamatan Garut Kota, 30-07-1965. Ia menyelesaikan jenjang pendidikan dasar di SD Sindangsari Cimuncang Sukaregang, lulus tahun 1978, SMPN Garut lulus tahun 1981, SMAN I Garut lulus tahun 1984 hingga menyelesaikan strata S1 di Bandung. Ia merupakan lulusan IKIP Bandung Fakultas Kimia lulus tahun 1990.
H. Nadiman merupakan seorang politisi sekaligus anggota DPRD Garut dari Fraksi Hanura. Ia ikut meramaikan panggung politik sejak Pemilu Legislatif tahun 2009 yang lalu dan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut. Selain menjadi politisi, Nadiman juga berprofesi sebagai pengusaha kulit yang sukses, usaha itu telah dirintisnya mulai tahun 1993 sampai sekarang.
Sebelum menjadi politisi, ayah dari empat orang anak ini, semasa duduk di bangku kuliah dibiayai oleh kakak kandungnya bernama M. Ridwan dengan ekonomi yang sangat minim karena kedua orang tuanya hanya seorang petani kecil. Setelah rampung kuliah, Ia kemudian berusaha untuk berwiraswasta dengan satu prinsip bahwa bisnis adalah kepercayaan hingga ia pun meraih kesuksesan dari semua jerih payah bisnis yang dilakoninya. Tak heran saat laporan kekayaannya diumumkan KPK, Nadiman memiliki kekayaan hampir menembus angka Rp. 7 milyar.
Calon Bupati Garut yang telah melancong ke empat benua ini memiliki sejarah karir yang sangat panjang, baik di dunia politik maupun bisnis. Tercatat ia pernah menjabat sebagai Ketua Forum Kajian Khusus Masyarakat Ekonomi (Fokus) Kab. Garut mulai tahun 2005-sekarang, Ketua Kadin Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kab. Garut tahun 2005-2009, Ketua DPD Asosiasi Penyamak Kulit tahun 2005-2010. Di kancah perpolitikan, Nadiman pernah menjadi Ketua DPC Hanura pada tahun 2007-2011, Anggota DPRD Garut tahun 2009 sampai sekarang, Bendahara Umum ICMI Kab. Garut tahun 2012, dan Ketua DPP APKI sampai sekarang.
Suami dari Hj. Sri Rahmawati ini memiliki gagasan untuk mengembalikan peran birokrasi secara profesional dan prioritas dalam peningkatan SDM demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Garut. Selain itu kebijakan yang digulirkan harus mampu meminimalisir jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Artinya si miskin harus diberdayakan, dan bisa hidup mandiri.
Pria yang memiliki motto berbuatlah yang nyata dan berbuat demi sebuah pengabdian ini, dinilai sebagai politikus yang berprinsip. Nadiman mengaku, sangat tidak setuju jika pengentasan kemiskinan dilakukan dengan cara pragmatis seperti pemberian BLSM, Raskin, BLT dan lainnya. “Karena kebijakan pragmatis seperti itu, sama sekali tidak mendidik dan tidak akan merubah nasib secara signifikan bagi kesejaheteraan masyarakat Garut ,” terangnya.
H. Nadiman merasa optimis bisa menang dan merebut Garut 1 dalam Pilkada nanti, meskipun ada 9 pasangan lain yang akan menjadi lawannya. “Saya siap mengemban aman jika dipercaya oleh masyarakat serta saya ingin memiliki kenangan hidup bagi generasi setelah dirinya,” ungkapnya ketika ditemui di kediamannya belum lama ini. (Syamsul)***
H. Nadiman lahir di Sukaregang Kecamatan Garut Kota, 30-07-1965. Ia menyelesaikan jenjang pendidikan dasar di SD Sindangsari Cimuncang Sukaregang, lulus tahun 1978, SMPN Garut lulus tahun 1981, SMAN I Garut lulus tahun 1984 hingga menyelesaikan strata S1 di Bandung. Ia merupakan lulusan IKIP Bandung Fakultas Kimia lulus tahun 1990.
H. Nadiman merupakan seorang politisi sekaligus anggota DPRD Garut dari Fraksi Hanura. Ia ikut meramaikan panggung politik sejak Pemilu Legislatif tahun 2009 yang lalu dan terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Garut. Selain menjadi politisi, Nadiman juga berprofesi sebagai pengusaha kulit yang sukses, usaha itu telah dirintisnya mulai tahun 1993 sampai sekarang.
Sebelum menjadi politisi, ayah dari empat orang anak ini, semasa duduk di bangku kuliah dibiayai oleh kakak kandungnya bernama M. Ridwan dengan ekonomi yang sangat minim karena kedua orang tuanya hanya seorang petani kecil. Setelah rampung kuliah, Ia kemudian berusaha untuk berwiraswasta dengan satu prinsip bahwa bisnis adalah kepercayaan hingga ia pun meraih kesuksesan dari semua jerih payah bisnis yang dilakoninya. Tak heran saat laporan kekayaannya diumumkan KPK, Nadiman memiliki kekayaan hampir menembus angka Rp. 7 milyar.
Calon Bupati Garut yang telah melancong ke empat benua ini memiliki sejarah karir yang sangat panjang, baik di dunia politik maupun bisnis. Tercatat ia pernah menjabat sebagai Ketua Forum Kajian Khusus Masyarakat Ekonomi (Fokus) Kab. Garut mulai tahun 2005-sekarang, Ketua Kadin Bidang Usaha Kecil Menengah (UKM) Kab. Garut tahun 2005-2009, Ketua DPD Asosiasi Penyamak Kulit tahun 2005-2010. Di kancah perpolitikan, Nadiman pernah menjadi Ketua DPC Hanura pada tahun 2007-2011, Anggota DPRD Garut tahun 2009 sampai sekarang, Bendahara Umum ICMI Kab. Garut tahun 2012, dan Ketua DPP APKI sampai sekarang.
Suami dari Hj. Sri Rahmawati ini memiliki gagasan untuk mengembalikan peran birokrasi secara profesional dan prioritas dalam peningkatan SDM demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat Garut. Selain itu kebijakan yang digulirkan harus mampu meminimalisir jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Artinya si miskin harus diberdayakan, dan bisa hidup mandiri.
Pria yang memiliki motto berbuatlah yang nyata dan berbuat demi sebuah pengabdian ini, dinilai sebagai politikus yang berprinsip. Nadiman mengaku, sangat tidak setuju jika pengentasan kemiskinan dilakukan dengan cara pragmatis seperti pemberian BLSM, Raskin, BLT dan lainnya. “Karena kebijakan pragmatis seperti itu, sama sekali tidak mendidik dan tidak akan merubah nasib secara signifikan bagi kesejaheteraan masyarakat Garut ,” terangnya.
H. Nadiman merasa optimis bisa menang dan merebut Garut 1 dalam Pilkada nanti, meskipun ada 9 pasangan lain yang akan menjadi lawannya. “Saya siap mengemban aman jika dipercaya oleh masyarakat serta saya ingin memiliki kenangan hidup bagi generasi setelah dirinya,” ungkapnya ketika ditemui di kediamannya belum lama ini. (Syamsul)***

0 comments:
Post a Comment