Kenaikan Harga Sayuran Tidak Terelakkan
Written By Garut Express on Saturday, March 16, 2013 | 8:14 PM
Kenaikan Harga Sayuran Tidak Terelakkan
Garut, (GE),- Harga sayuran di tingkat pedagang dan pengumpul di Kabupaten Garut, terus mengalami peningkatan. Beberapa komoditas sayuran masih bertengger di puncaknya sementara harga sayuran lainnya terus mengalami kenaikan. Akibatnya, kini para pedagang merasa kebingungan dengan tren kenaikan harga sayuran itu.
Faktor penting penyebab kenaikan harga sayuran itu adalah buruknya cuaca belakangan ini. Contohnya harga tomat yang menyentuh Rp 10 ribu per kilogramnya. Padahal dalam kondisi normal harga hanya berkisar pada kisaran Rp 3 ribu hingga Rp 4 ribu saja.
"hampir dua bulan terakhir ini harga tomat memang naik drastis. Harganya bisa mencapai Rp10.000,00 tapi itu disini (pasar) kalau eceran malah sampai Rp12.000,00," ujar salah seorang pedangan di pasar Cibatu, Eneng (30), Jumat (08/03).
Eneng mengatakan, kenaikan harga yang cukup signifikan ini disebabkan karena stok tomat di pasaran pada musim hujan sangat terbatas. Karena banyak tomat di petani yang busuk karena terlalu banyak air. Sehingga harga yang diperoleh dari pedagang distributor dan pegepul juga mengalami kenaikan.
"Harga sudah tinggi di tingkat pengepul, terpaksa harga untuk jualan eceran juga menyesuaikan. Kondisi ini disebabkan karena petani banyak yang gagal panen akibat curah hujan yang tinggi di daerah sentra produksi seperti Garut," kata dia.
Hal yang sama terjadi pada sejumlah komoditas sayuran lainnya.Seperti harga bawang putih masih stabil tinggi di kisaran Rp 34 ribu per kilogram hingga Rp 36ribu per kilogram. Sedangkan, harga bawang merah naik dari Rp 20 ribu menjadi Rp 22 ribu per kilogram. Bahkan harga cabai naik dari Rp 30 ribu menjadi Rp 33 ribu per kilogram.
"Hampir semua harga sayuran mengalami kenaikan. Ini karena stok di pasaran minim, padahal permintaan tetap dan bahkan cenderung naik," tuturnya.
Di tambahkan Umar (45), pemasok tomat di Cibatu naiknya harga sayuran, khususnya komoditas tomat, diakibatkan curah hujan yang tinggi membuat para petani sayur termasuk tomat banyak yang merugi karena gagal panen. Bahkan harga cabai semakin melejit hingga ke level Rp 28 ribu.
Beberapa hari sebelumnya, kata Umar, harga ditingkat pedagang masih normal, berkisar Rp 17 ribu hingga Rp 20 ribu perkilogram. Kemudian setiap hari terus mengalami kenaikan cukup dratis, hingga mencapai Rp 30 ribu. Kenaikan harga sayuran tak bisa dielakkan lagi mengingat stok sayuran yang semakin menipis dari tingkatan petani. (Dian)***
SALAH seorang pedagang sayuran saat menunggu pembeli di Pasar Ciabtu, Jumat (8/3).*
Labels:
Seputar Garut,
Terbaru
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment