| SALAH seorang warga saat memlakukan pemupukan di kebun jagung miliknya di Desa Sindanggalih, Kecamatan Karangtengah, Jumat (8/3).* |
Desa Sindanggalih Berpotensi Jadi sentra Jagung di Garut
KARANGTENGAH, (GE).-
Desa Sindanggalih, termasuk wilayah kerja dari Kecamatan Karangtengah. Desa ini, sudah menonjol di bidang pertanian jagung sejak tahun 2001 yang lalu. Bahkan Desa Sindanggalih, telah meraih penghargaan juara ke dua agrobisnis tanaman jagung di tingkat nasional yang diwakili oleh kelompok tani Mekarjadi. Apabila prestasi itu terus dibina dan diberdayakan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), desa ini akan menjadi penghasil jagung terbesar di Garut.
Desa Sindanggalih, memiliki 535,765 hektar luas tanah. Terdiri dari, 176,425 hektar tanah sawah, 359,340 hektar tanah darat. Sementara itu, batas wilayahnya yaitu sebelah utara berbatasan dengan Desa Caringin, sebelah selatan dengan Desa Pasangrahan, Sebelah timur dengan lahan kehutanan dan Sebelah barat berbatasan dengan Desa Sukamukti.
Keadaan suhu udara di Desa Sindanggalih rata-rata 24 derajat celcius. Kondisi tanah daratannya berbukit-bukit dengan memiliki ketinggian 750 hingga 1400 meter diatas permukaan laut (dpl). Desa ini mempunyai jarak tempuh 3 kilo meter ke Kecamatan Karangtengah, 25 Kilo meter ke Kabupaten Garut dan 68 kilo meter jarak ke Provnsi Jawa Barat.
Kehidupan masyarakat di Desa Sindanggalih, kebanyakan bermatapencaharian bertani dan menjadi buruh tani. Pada monografi desa tercatat, ada 352 petani dan 613 buruh tani. Mereka bercocok tanam dilahan kering atau darat. Karena luas area tanah darat lebih luas dari tanah sawah, maka sebagian besar masyarakat desa ini menggantungkan hidupnya bertani jagung.
Sedangkan menjelang kemarau untuk memanfaatkan lahan kering, warga masyarakat Desa Sindanggalih, selalu menanam tanaman tembakau. Namun, para petani selalu tersandung dengan kendala masalah jalan untuk mengangkut hasil pertaniannya, terutama untuk pengangkutan jagung dan tembakau.
Kades Sindanggalih, Encang menegaskan, prestasi juara ke dua agrobisnis tanaman jagung tingkat Nasional seharusnya sudah menjadi perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Dalam hal ini, pemerintah tinggal membina para petani yang tergabung dalam kelompok tani.
Selain itu, pengerasan dan pengaspalan jalan sebagai akses memperlancar pengangkutan hasil dari petani jagung hasur menjadi prioritas. Sehingga, kondisi jalan yang melintas ke Kampung Caringin sampai ke Kebun Legok Cijambe, harus segera diperbaiki.
“Jerih payah masyarakat untuk membuka jalan akhirnya bisa terwujud. Jalan baru dengan luas lebar 3 meter dan panjang 5 kilo meter kini telah terwujud. Meski pun belum dilakukan pengaspalan jalan ini sudah menjadi jalur utama transportasi pengangkutan hasil bumi Desa Sindanggalih," kata Encang, Jumat (8/3). (Ilham)***
0 comments:
Post a Comment