Bangun Keluarga Bahagia dari Berjualan Kedongdong
Written By Garut Express on Saturday, March 16, 2013 | 8:13 PM
Bangun Keluarga Bahagia dari Berjualan Kedongdong
LIMBANGAN, (GE).-
Meskipun hanya tamatan sekolah dasar (SD), Roro (31), pria asal Kampung Rancaciung, Desa Neglasari, Kecematan Limbangan, tak mau hanya berpangku tangan untuk menafkahi keluarganya. Jiwa bisnis yang dimilikinya sudah tertanam sejak ia duduk di bangku kelas V SD.
Mulanya, Roro ikut kakanya Juned berjualan rujak keliling dari kampung ke kampung. Dari sanalah mula kelihatan bakat Roro dalam urusan bisnis. Sejak itu pula, tepatnya pada tahun 1997 Roro, terus menekuni berjualan buah-buahan keliling dari kampung ke kampung.
Selama 3 tahun mengikuti kaka nya berjualan rujak keliling, Roro mulai memberanikan diri untuk berjualan sendiri tanpa di temani kakanya. Pertamanya sempat malu untuk berjualan karena masih di bilang muda, tapi karena himpitan ekonomi keluarga Roro pun terus berusaha memberanikan diri.
"Saya memberanikan diri untuk berjualan. Soalnya saya harus menafkahi keluarga," katanya.
Dari hasil jualan rujak tersebut hanya bisa menyisihkan uang Rp 15 ribu per harinya. Roro mengaku, penghasilannya itu, hanya bisa untuk makan kedua orang tuanya dan ke tiga adiknya. Namun sejak tahun 2000 ada seorang temen namanya Yudi (35), memberi tahu cara bikin kedongdong.
"Tadinya saya hanya coba-coba, setelah mendapatkan hasil yang lumayan saya putuskan menekuni usaha jualan kedongdong," kata Roro, Jumat (8/3).
Berkat saran temennya itu, kini ia bisa membeli motor untuk berjualan keliling. Dengan kendaraan yang dimilikinya, kini Roro bisa berjualan hingga ke luar daerah seperti ke Bandung dan Banjar.
Bahkan sejak ia berjualan kedongdong, Roro bisa menikah dan kini telah memiliki dua orang anak. "Lumayan lah hasil dari jualan kedongdong ini bisa membangun keluarga," katanya. (Dian)***
DIAN HADI/GE
RORO sebelum berangkat berjualan kedongdong.*
Labels:
Pasar Raya,
Terbaru
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment