Home » , » Picu Kenaikan Harga Daging Sapi di Pasaran

Picu Kenaikan Harga Daging Sapi di Pasaran

Written By Garut Express on Monday, February 11, 2013 | 8:38 PM


Intrik Politik Daging Sapi Impor
Picu Kenaikan Harga Daging Sapi di Pasaran

SUDAH hampir sebulan, warga Indonesia disuguhkan dengan intrik para elit politik terkait kasus suap impor daging sapi. Hal tersebut menunjukkan jika intrik polikik bisa masuk ke berbagai ranah kehidupan. Tak hanya dalam tatanan kenegaraan, kini ranah ekonomi pun tengah menjadi sasaran para politikus.

setiap ada peperangan pasti ada korbannya. Kini yang menjadi tumbal dalam intrik politik para petinggi negeri ini adalah Presiden Partai Keadilan sejahtera, Luthfi Hasan. Terlepas dari adanya tudingan ada konspirasi atau tidak, namun yang jelas apresiasi patut diberikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah berani menjeruji besikan aktor para koruptor yang menyebabkan terhambatnya kemajuan negeri ini.

Namun tentunya warga Indonesia berharap, keberanian KPK tak berhenti sampai di sana saja. Pasalnya sekelumit benang kusut permasalahan kasus impor daging sapi masih menanti untuk dipecahkan. Bahkan para pakar politik mengatakan aktor penting dalam kasus ini masih belum terungkap.

Akibat semakin memanasnya kasus tersebut, kini impor daging sapi ke Indonesia terus terhambat. Hal tersebut mengakibatkan harga daging sapi yang tak kunjung turun. Imbasnya pun dapat dirasakan hingga ke kota dan daerah yang tersebar di seluruh tanah air. Seperti di Kabupaten Garut, sejak bergulirnya kasus ini, harga daging sapi masih bercokor di kisaran harga Rp 90.000 hingga Rp 100.000 tiap kilo gramnya.

Kondisi itu tentunya menyulitkan pelaku usaha daging sapi. Pasalnya saat ini penjualan daging sapi cenderung lesu. Bahkan untuk konsumen tetap daging sapi seperti penjual bakso, mereka harus rela merogoh kocek lebih hanya untuk mendapatkan bahan dasar pembuatan bakso yaitu daging sapi.

Salah seorang pedagang bakso di Pasar Ciawitali, Iis Solihat (36), yang mengeluhkan tingginya harga daging sapi di pasaran. Ia mengaku, selalu kesulitan untuk mendapatkan stok daging sapi di pasaran. Selain langka, harganya pun cenderung mahal. Menurutnya, hal tersebut diakibatkan terhambatnya impor daging sapi.

Kenaikan daging sapi sampai mengenai angka 10 hingga 15 persen. Jika tadinya harga daging sapi hanya dibandrol Rp 75.000/kg kini harga terendah daging sapi menjadi RP 90.000/kg. Bahkan untuk kualitas terbaik bisa mencapai Rp 100.000/kg.

Kenaikan harga daging sapi itu mengakibatkan penurunan daya beli warga. Iis mengaku, jika tadinya penjual bisa memotong 6 sapai 8 ekor perhari kini mereka hanya mampu menjual 2 sampai 3 ekor sapi setiap harinya.

Kenaikan harga daging sapi itu ternyata dikeluhkan juga oleh para pembeli. Salah seorang pembeli asal Jalan Guntur sari, Kampung Cimacan, Desa Dayeuhmanggung, Kecamatan Garut Kota, saripah (29), mengeluhkan harga daging sapi yang pasih tinggi. Menurutnya, usaha jualan bakso miliknya menjadi lesu gara-gara ia menaikkan harga jual. Namun Saripah tak bisa berbuat banyak, pasalnya bahan dasar bakso yaitu daging sapi yang masih tinggi mengakibatkan naikknya harga bakso.

"Kalau saya tidak menaikkan harga, pastinya saya akan rugi dong. Jadi saya berharap kepada pemerintah agar segera turun tangan atasi tingginya harga daging sapi," harap Saripah, Jumat (8/2). (Emir)***

DIAN/GE
1. Salah seorang penjual daging sapi saat melayani konsumennya di Pasar Ciawi Tali, Jumat (8/2).*
2. SALAH seorang penjual bakso saat menunggu pembeli, Jumat (8/2). Para penjual bakso terkena imbasnya akibat kenaikan harga daging sapi di pasaran.*



Harga Daging Sapi dari Petani Masih Rendah

MESKI harga daging sapi di pasaran cenderung tinggi, namun ternyata tak berbanding lurus dengan harga daging sapi dari petani. Jika harga daging di pasaran bisa mencapai harga hingga Rp 100.000, sementara di level petani harganya hanya berkisar antara Rp 45.000 hingga Rp 50.000 tiap kilo gramnya.

Salah seorang peternak sapi asal Kampung Cianten, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Deni (39) mengaku, harga daging sapi dari petani sampai saat ini masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. Jika dirata-ratakan harga daging sapi dari petani paling tinggi hanya menyentuh nilai Rp 50.000/kg.

Deni mencontohkan, harga sapi yang akan menghasilkan daging 200/kg hanya dibandrol dengan harga Rp 9 juta hingga Rp 10 juta. Dengan kata lain, setiap satu kilo gram daging sapi hanya berkisar antara Rp 45.000 hingga 50.000 saja. Tentunya jumlah tersebut sangat jauh jika dibandingkan dengan harga daging sapi sapi di pasaran yang bisa mencapai hingga Rp 100.000/kg.

"Harga daging sapi dari petani masih normal tapi saya heran harga di pasaran bisa melonjak," kata Deni, Kamis (7/2).

Sementara itu, salah seorang bandar sapi potong di Kecamatan Limbangan, Pahru (41) mengaku, dirinya menaikan harga daging sapi di pasaran karena mengikuti harga pasar. Menurutnya, kenaikan harga daging sapi itu tak bisa dihindarkan lagi. Apa lagi saat ini impor daging sapi terhambat. Jadi tentunya hukum pasar berlaku di sini.

"Sudah menjadi hukum pasar, jika penawaran berkurang maka akan memicu kenaikan harga pasaran. Begitu pun dengan harga daging sapi saat ini. Karena stoknya berkurang, maka tentunya akan menaikkan harga jualnya," kata Pahru.

Namun sebagai distributor, Pahru berharap, harga daging sapi kembali normal. Pasalnya, akibat kenaikan harga daging sapi, penjualannya menjadi lesu. Tempat jagal miliknya pun tak seramai hari-hari biasa ketika harga daging sapi normal pada level harga Rp 75.000/kg. (Dian)***

DIAN HADI/GE
SALAH seorang peternak sapi saat memberi pakan peliharaannya di Kampung Cianten, Desa Cigawir, Kecamatan Selaawi, Kamis (7/2).*


Harga Daging Sapi di Negara Tetangga Lebih Murah

Menteri Pertanian, Suswono membantah daging Indonesia lebih mahal dibanding Malaysia. Suswono menjelaskan, daging sapi yang mahal biasanya untuk makanan kelas atas seperti steak.

"Kalau daging sapi untuk steak memang mahal," ujar Suswono di Kantor Kementerian Perekonomian, Selasa (5/2).

Suswono menjelaskan, harga daging sapi mahal akibat kelangkaan pasokan di beberapa tempat seperti di Jabodetabek dan Jawa Barat. Secara keseluruhan segala jenis daging sapi menurut Suswono masih berada di harga normal.

"Tidak benar itu, memang daging sapi itu ada jenis-jenisnya, mulai dari yang biasa hingga yang mahal," ungkap Suswono.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, harga daging pada pekan keempat Januari 2013 mencapai Rp 90.000 per kilogram. Harga tersebut bertahan sejak minggu pertama Desember 2012.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebelumnya menyatakan harga daging sapi di Indonesia lebih tinggi dibanding dengan negara tetangga. Di Indonesia harga satu kilo gram daging sapi bisa mencapai 9,5 dolar AS.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan RI Bayu Krisnamurthi, harga 9,5 dolar AS tersebut dua kali lipat dibanding harga daging sapi di negara tetangga. "Di Malaysia dan Singapura harga satu kilo gram sapi hanya 4,5 Dolar AS," ujar Bayu.

Bayu mengatakan, padahal harga daging di tingkat peternak satu kilo gramnya hanya seharga Rp 30.000 - Rp 35.000. "Jika sudah sampai di konsumen, harga daging satu kilo gram mencapai Rp 95.000," ujar Bayu. (Dian/dari berbagai sumber)***

Photo Istimewa/GE
Menteri Pertanian, Suswono


Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger