Home » , » SDN Talagawangi 1 Lebih Rusak dari Kandang Ayam

SDN Talagawangi 1 Lebih Rusak dari Kandang Ayam

Written By Garut Express on Monday, February 11, 2013 | 8:34 PM


Sejak Tahun 1965 Belum Pernah Diperbaiki
SDN Talagawangi 1 Lebih Rusak dari Kandang Ayam

Kabut menyelimuti pagi di Kampung Pasir Huni, Desa Talagawangi Kecamatan Pakenjeng. Dalam dekapan udara yang begitu dingin, serombongan anak berseragam merah putih, tampak bergegas menyusuri jalan tanah yang terlihat masih basah. Mereka tampak ceria dan bersemangat menuju SDN Talagawangi 1 tempat mereka menimba ilmu.

Sayangnya keceriaan tersebut berbanding terbalik dengan keadaan sekolah tempat mereka belajar yang kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan 3 ruang kelas tempat mereka belajar nyaris seperti kandang ayam. Sejak berdiri tahun 1965, bangunan sekolah tersebut nyaris tak berubah, berdinding bambu dan beralaskan tanah. Seiring usianya yang lapuk atap dinding dan atapnya pun bocor dan bolong-bolong.
Sungguh sangat ironis, sepanjang hari anak-anak SDN Talagawangi belajar berdesak-desakan dengan bahaya yang setiap saat datang mengancam, sedangkan ditempat lain banyak sekolah yang berdiri megah, bahkan ada pula sekolah-sekolah yang terus mendapat bantuan meski bangunan yang ada masih layak untuk dipakai kegiatan belajar. Dengan kondisi demikian, kegiatan belajar mengajar (KBM)-nya jauh dari kenyamanan. Belum lagi kondisi mebeler yang alakadarnya. Siswa belajar dengan menduduki kursi panjang layaknya
kursi tukang warung kelontongan di pinggir jalan.
Sejak dibangun pada tahun 1965, SDN Talagawangi 1 selalu luput dari bantuan rehabilitasi. Bangunan yang ada sekarang dengan kondisi memprihatinkan itupun sesungguhnya merupakan swadaya warga. Bangunan aslinya sudah roboh dimakan usia. Lebih dari sepuluh tahun yang lalu, warga berswadaya membangun ruang kelas itu.

Guru kelas SDN Talagawangi 1, Ade Sobirin, S.PdI, mengatakan, baru pada tahun 2011 sekolahnya dapat membangun ruang kelas baru yang kini digunakan oleh siswa kelas IV A, V, dan VI. Sedangkan siswa kelas I hingga IV B terpaksa belajar di ruangan lama dengan kondisi sangat memprihatinkan. Itupun hanya 2 ruang kelas saja. Satu ruang lagi sudah tidak bisa digunakan KBM karena kerusakanannya sangat parah. “KBM tetap berlangsung. Namun kalau hujan harus geser-geser meja kursi belajar menghindari jatuhan air karena atapnya banyak yang bocor,” katanya.

Pihak sekolah sebetulnya sudah sering mengajukan proposal bantuan ke tingkat kabupaten. Tetapi hingga sekarang tidak pernah terealisasi. Sebanyak 194 siswa kini menggantungkan masa depannya di sekolah itu. Inilah potret buram pendidikan di Kabupaten Garut disaat pemerintah terus menggelontorkan bantuan RKB dan rehabilitasi, SDN Talagawangi 1 seakan terlupakan, padahal semangat anak-anak bangsa di sana sangat luar biasa,perjuangan mereka untuk belajar tidaklah ringan bahkan diantaranya ada yang harus berjalan kaki sepanjang 3 kilometer ke sekolahnya itu. Dengan kondisi jalan yang setali tiga uang dengan kondisi sekolah, rusak parah. (Firman)***

SISWA kelas II SDN Talagawangi 1 sedang belajar dengan ruangan yang sangat memprihatinkan.



Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger