Home » , » Perempuan Tangguh itu “Farida Susilawati”

Perempuan Tangguh itu “Farida Susilawati”

Written By Garut Express on Sunday, February 3, 2013 | 9:05 PM

Farida Susilawati




Perempuan Tangguh itu “Farida Susilawati”

DUNIA teknologi informasi memang sedang merajai. Bayangkan saja, sepuluh menit, usai sidang paripurna DPRD Kabupaten Garut yang memakzulkan Bupati Aceng HM Fikri,

beritanya sudah langsung memenuhi situs-situs di internet. Baik di sejumlah berita online, jejaring sosial atau facebook, blogger maupun twitter, begitu pariatif

menyajikan beritanya. Yah, akibat pernikahan singkatnya kepala daerah Pemerintahan Kabupaten Garut itu, telah mengundang perhatian masyarakat luas, sekalipun beredar

rumor bahwa Bupati Aceng menjadi tumbal pengalihan isu di tingkat nasional dari persoalan kasus yang menimpa beberapa penguasa di pemerintah pusat.Tetapi, bagaimana pun

juga resiko politik mesti ditanggung Pemerintahan  Garut, sehingga Bupati Aceng mesti terhempas secara politik pula.

Hal menarik, berbagai gejolak dari tahun ke tahun yang menimpa Pemerintah Kabupaten Garut itu sendiri, tentunya kursi di ruang rapat DPRD Garut selain menjadi saksi

bisu dalam setiap kejadian, kursi itu menjadi saksi pula setiap kejujuran maupun tidaknya bagi siapa saja yang mendudukinya.
Dari sekian banyak penghuni gedung wakil rakyat, ada perempuan lembut yang akan mengakhiri karirnya dipenghujung tahun 2013 ini. Nyaris sepuluh tahun, dirinya dipercaya

sebagai kepala sekretariat di gedung bak kawah candra dimuka itu.

Dibalik tutur kata nan santun, kharismatik dan keibuan. Tentunya, ia menjelma sebagai sosok perempuan tangguh dan setia terhadap pekerjaannya. Bayangkan saja, sepanjang

karirnya selain menjadi koki para anggota dewan baik dalam pelayanan administratif maupun kebutuhan politisnya, ia pun senantiasa melayani ratusan atau mungkin ribuan

gelombang aksi selama menjadi sekwan. Jumlah massa pengunjuk rasa pun, selain kerap mencapai ribuan, tentunya pembawaan karakter pengunjuk rasa tersebut ada kalanya

bersikap anarkis. Entah memang memiliki jiwa penyabar atau berusaha pura-pura sabar, pastinya ibu berputra dua ini sudah menjadi icon DPRD Garut. Aktivis atau LSM mana

yang tak bersahabat dengan dirinya. Semua pasti mengenalnya.

Gedung DPRD memang menjadi awal pintu resmi masuk dan keluarnya setiap kepala daerah. Hanya saja selama menjadi sekwan, harus dihadapkan peristiwa pahit kepala daerah

itu sendiri. Sepertinya kejadian terakhir ini, cukup membawa dampak yang berat pula dalam menghadapinya. Soalnya, sepanjang mengenal ibu yang bersahabat ini, baru

pertama kali seharian tidak mengaktifkan telepon selularnya. Hal itu dapat ditafsirkan, ada ketidaktahanan menerima tekanan dari proses politik yang sangat kuat. Bagi

pejabat lain tentunya gak aneh kalau handphonenya tidak aktif atau ganti-ganti nomor, tetapi bagi perempuan yang pernah menjabat Kepala Bagian Hukum ini merupakan

sesuatu yang langka.

Moment dua abad Garut tahun ini, sekalipun masih ada cukup sisa waktu, tentunya menjadi bagian kado terakhir sepanjang karir di eksekutif. Mengingat, apabila karirnya

tidak di perpanjang, pelantikkan Bupati dan Wakil Bupati Garut pada 23 Januari 2014 nanti, ia bukan lagi sebagai tuan rumah di gedung DPRD. Kendati demikian, sosok

perempuan tangguh ini akan tetap menjadi catatan pelaku sejarah dalam peristiwa perjalanan kesekretariatan DPRD Kabupaten Garut.***
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger