Cuaca Buruk Pengaruhi Kenaikan Harga Cabe
Written By Garut Express on Tuesday, January 15, 2013 | 6:11 PM
Cuaca Buruk Pengaruhi Kenaikan Harga Cabe
KOTA, (GE).- Sejak satu bulan belakangan ini harga cabe rawit dan jenis cabe lainnya terus mengalami peningkatan. Faktro penyebabnya tiada lain buruknya cuaca di Kabupaten Garut selama ini. Sehingga tanaman cabe banyak yang mati mendadak dan mempengaruhi pengurangan pengiriman ke sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Garut.
Berdasarkan pantauan "GE", di sejumlah pasar tradisional, harga cabai telah mengalami kenaikan sampai Rp 6.000 tiap kilo gramnya. Dari harga semula Rp 14.000/kg pada waktu normal, kini harganya telah mencapai Rp 20.000/kg. Harga tersebut, diprediksi para pedagang akan terus mengalami peningkatan jika curah hujan tak kunjung membaik.
Salah seorang pedagang di Pasar Cibatu, Popon (47), mengatakan sudah sejak satu bulan terakhir harga sayuran terus mengalami kenaikan. Terutama untuk komoditas cabe. Kenaikan berpariasi antara Rp 1.000 hingga Rp 2.000/kg tiap minggunya. Tentunya, kenaikan harga itu, cukup merepotkan para pedagang karena antara harga jual dan harga beli terkadang tak seimbang lagi.
Ia mengaku pernah mengalami kerugian akibat harga cabe tak menentu. Ia mencontohkan, dua minggu kebelakang dirinya pernah menjual cabe seharga Rp 15.000/kg. Keesokan harinya, tiba-tiba harga cabe melonjak menjadi Rp 17.000/kg. Jadi, sejak harga cabe naik dirinya selalu melakukan pengecekan harga ke sejumlah pasar tradisional lainnya agar tak menelan kerugian yang kedua kalinya.
Pedagang lainnya, di Pasar Ciawitali, Ratih (29), mengaku kewalahan mengikuti harga kenaikan cabe yang selalu berubah hampir tiap hari. "Kenaikan harga ini sudah tidak wajar, sehingga cabe rawit dan cabe lainnya menjadi langka di pasaran," kata Ratih, Sabtu (13/1).
Salah satu penyebab kenaikan harga cabe ini, dimungkinkan kegagalan panen tanaman cabe di sejumlah daerah di Kabupaten Garut. Menurutnya, cuaca ekstrim menjadi faktor utamanya. Ia memprediksi, harga cabe akan terus naik jika cuaca masih buruk.
Sementara itu, salah seorang pembeli cabe, Imas (37) mengaku kewalahan jika harga cabe terus meningkat. Pasalnya, menurut Imas, dirinya sebagai pedagang nasi selalu menggunakan cabe setiap hari. Ia mengaku, hampir tiap hari sebanyak 3 kilo gram cabe selalu ia pergunakan untuk memenuhi kebutuhan usaha warung nasi miliknya.
"Saya tak tahu, jika harga cabe masih tinggi mungkin penghasilan saya akan semakin rendah. Soalnya, cabe menjadi kebutuhan dasar untuk bumbu masakan," katanya. (Dian)***
DIAN HADI/GE
SALAH seorang pedagang cabe di Pasar Cibatu saat menunggu pembeli.*
Labels:
Pasar Raya,
Terbaru
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment