Pada akhir tahun 2013 nanti, produksi beras di Kabupaten Garut diprediksi akan mengalami surplus. Hal ini ada kaitannya dengan panjangnya musim hujan pada tahun ini.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Garut, Tatang Hidayat, menyebutkan kondisi cuaca sangat menentukan terhadap produksi pertanian termasuk beras. Musim penghujan yang pada tahun ini lebih lama dari yang seharusnya, bisa meningkatkan produksi beras sehingga diprediksi akhir tahun nanti Garut akan surplus beras.
Disebutkannya, pada tahun lalu, produksi beras di Garut mengalami surplus sebanyak delapan persen dari target yang telah ditentukan. Dia berharap surplus beras bisa terulang di akhir tahun ini. Harapan tersebut menurutnya tidaklah berlebihan mengingat masa musim penghujan kali ini yang panjang.
Tatang menjelaskan, pada tahun 2012 lalu, produksi padi di Garut mencapai 993 ribu ton gabah kering giling (GKG) atau hampir mencapai 1 juta ton. Produksi padi ini dihasilkan dari sekitar 149 ribu hektare areal sawah yang ada di Kabupaten Garut.
Sedagkan setiap hektare-nya, imbuhnya, produksi padi rata-rata mencapai 6,8 ton dalam satu kali panen. Produksi padi ini setara dengan 620 ribu ton beras.
Menurutnya, surplus beras ini diketahui berdasarkan jumlah rasio penduduk Garut. Bila Garut memiliki jumlah penduduk sebanyak 2,5 juta jiwa dan setiap penduduk Garut mengonsumsi 120 kilogram beras per tahun. Dengan demikian diperlukan beras sebanyak 300 ribu ton per tahun. Sedangkan persediaan beras di Garut saat ini mencapai 620 ribu ton.
"Jika jumlah persediaan beras dikurangi konsumsi setiap jiwanya, berarti Garut surplus beras sebanyak 320 ribu ton beras," katanya.
Sementara itu terkait cuaca musim penghujan, diakui Tatang berdasarkan informasi yang diperolehnya dari Badan Metrologi dan Geofisika (BMG), curah hujan diperkirakan akan turun hingga September mendatang. Oleh karena itu, Tatang mengimbau agar para petani tetap menanam padi pada lahan yang bisa dipanen sebanyak dua atau tiga kali dalam setahun.
Dia menegaskan, harus ada upaya untuk memanfaatkan intensitas curah hujan. Sedangkan untuk jenis tanaman non padi atau palawija, sebaiknya ditanam pada lahan tadah hujan saja.(Farhan SN)***

0 comments:
Post a Comment