Home » , , » Masuki Bulan Ramadhan Kampung Talun Berubah Jadi Kampung Kurma

Masuki Bulan Ramadhan Kampung Talun Berubah Jadi Kampung Kurma

Written By Garut Express on Monday, July 29, 2013 | 9:09 PM

KOTA, (GE).-
Setiap bulan Ramadhan tiba, puluhan warga Kampung Talun, di Jalan Bratayudha, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut Kota, beralih profesi sebagai pedagang musiman buah kurma. Hal itu pun sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu, sehingga Kampung Talun Cemara sering pula disebut sebagai ‘Kampung Kurma’.

Jika anda melewati kawasan Jalan Bratayudha atau tepatnya di Kampung Talun Cemara, anda pasti kaget melihat puluhan roda buah kurma berjejer di sebelah kiri kanan jalan diparkir sejak malam selepas isya hingga pagi hari. Lalu sekitar pukul 06.00 hingga pukul 07.00 pagi mereka pun bergerak menuju lapak di kawasan Garut Kota yang telah ditentukan sebelumnya.

Para pedagang buah kurma di kampung tersebut berasal dari beragam profesi. Pada hari-hari biasa umumnya mereka merupakan penjual sate, gule, mie bakso, ayam goreng, tahu kupat, martabak, mie goreng, nasi goreng dan pedagang penganan lainnya. Namun, jika Ramadhan tiba mereka pun beralih ke jualan buah kurma. Tak hanya itu, mereka yang sehari-harinya nganggur pun "ngadadak" ikutan jualan buah kurma.

Warga dari Kampung Talun Cemara itu sejak puluhan tahun silam dari mulai anak-anak, remaja, dewasa hingga tua renta pun kalau di musim puasa turun ke jalan jualan buah kurma. Hal itu pun bisa dibuktikan yang berjualan buah kurma di kawasan Garut Kota dipastikan warga dari Talun Cemara. Mereka mangkal di sejumlah titik di pusat kota Garut, berjualan dengan menggunakan gerobak roda, baik milik sendiri maupun hasil menyewanya dari pihak lain. Mereka mulai berjualan sekitar pukul 06.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB malam.

Salah seorang pedagang buah kurma, Eman (50) menuturkan, kurma yang mereka jual umumnya berasal dari negara timur tengah yang dibeli dari Pasar Baru Garut atau Pasar Baru Bandung. Buah kurma yang dibeli dari Pasar Garut biasanya diangkut dengan menggunakan Delman agar biayanya lebih murah.

"Pami meserna sakedik sareng nyalira mah sok di Pasar Garut weh. Mung pami meserna seueur bari rombongan mah sok langsung ka Bandung, supados pangaos sareng ongkosna ka etang mirah "kata Eman, yang sehari-hari biasanya berjualan ayam goreng, Jumat (26/7).

Eman menyebut dalam satu roda ada tiga jenis buah kurma yang dijual dengan harga berbeda, yakni terendah Rp 35.000.- sedang Rp 45.000.- dan yang paling mahal buah kurma arafa dijual dengan harga Rp 60.000.- per kilogram nya. Harga dari ketiga jenis buah kurma tersebut, kata Eman, relatif terjangkau masyarakat menengah ke bawah.

Sementara itu, menurut warga Kampung Talun yang juga pedagang buah kurma, Haris (40), warga yang berjualan buah kurma dari Kampung Talun, lebih dari 50 orang setiap harinya. Mereka, kata Haris, menyebar ke beberapa tempat di pusat Kota Garut. Setiap hari rata-rata mereka mampu menjual buah kurma antara 10 hingga 20 kilogram. (NRH)***
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger