Saepudin, S.Pd : Bekerja Keras untuk Wujudkan Jamban Sekolah yang Sehat
Written By Garut Express on Saturday, March 16, 2013 | 8:20 PM
Saepudin, S.Pd Bekerja Keras untuk Wujudkan Jamban Sekolah yang Sehat
Minimnya sanitasi di berbagai sekolah seakan sudah menjadi rahasia umum. Padahal ketersediaan jamban yang sehat berpengaruh besar terhadap kualitas pendidikan secara keseluruhan. Meski begitu, seringkali banyak kepala sekolah yang jarang memperhatikan fasilitas tersebut sehingga sering kita temukan sekolah-sekolah yang terlihat kumuh dan kotor.
Salah satu dari sedikit kepala sekolah yang punya perhatian terhadap hal tersebut adalah Saepudin, S.Pd. Kepala SDN Kersamanah V Kecamatan Cibatu ini sangat mendambakan betul tersedianya fasilitas jamban yang sehat dan memadai di sekolahnya. Menurutnya, sebagai pimpinan, dirinya berusaha keras untuk mewujudkan hal tersebut sesuai dengan misi SDN Kersamanah V yaitu, “MewujudkanTercapainya Peningkatan Mutu Pendidikan serta Meningkatkan Kualitas Pelayanan”
“ Bisa kita perhatikan di setiap sekolah dasar yang kondisinya sulit air. Bagaimana keadaan jambannya?. Sehubungan dengan sulitnya air, akhirnya jamban-jambannya kebanyakan kurang difungsikan. Padahal, Jamban dengan air bersih yang normal adalah termasuk salah satu kelengkapan prasarana yang harus dimiliki oleh setiap tingkat satuan pendidikan. Jamban dengan pengairannya yang baik, bukan hanya sekedar membuat kerasan untuk buang air besar atau kecil. Tapi, Sangat mendukung sekali terhadap implementasi peribadatan pendidik dan anak-anak didik di sekolah-sekolah untuk membentuk karakteristik anak-anak takwa,” katanya panjang lebar
Sebenarnya, kata Saepudin, kondisi SDN Kersamanah V, yang berlokasi di Kp. Cijangkar, Desa Kersamanah, Kecamatan Kersamanah berada di daerah yang kurang subur sumber air bersihnya. Akibatnya saat musim kemarau datang, sekolah yang berdiri tahun 1978 dengan total bangunan seluas 550 M2 itu selalu kesulitan air bersih. Akhirnya pihak sekolah terpaksa harus mengangkut dan mengambil dari sumur yang dalam sekali untuk mengisi bak air guna melayani sebanyak 285 Siswa dan Guru-guru pengajar yang terdiri dari 4 PNS dan 5 Sukwan.
“ Secara objektif, Kita bisa saja hidup sebulan tanpa makanan, tapi hanya bisa bertahan beberapa hari saja tanpa air. Ini realita, bahwa air sangat vital. Oleh karena itu,kami sudah merencanakan supaya tidak kesulitan air dengan jalan membikin sumur. Namun, kondisi tanahnya yang labil, penggalianpun harus dalam. Kecuali ada alternatif, yakni dengan jalan membuat sumur bor. Tapi, biayanya terlalu besar,” jelasnya
Meski harus mengeluarkan biaya yang cukup besar, Saepudin mengaku tak berkecil hati dan akan berusaha memprioritaskan dan menargetkan air bersih. Menurutnya, saat ini pihak sekolah sedang mencari solusi agar sekolahnya tak kekurangan air. Jika target ini tercapai lanjut Saepudin,sarana air bersih tersebut akan sangat bermanfaat tidak hanya bagi sekolah tetapi juga untuk masyarakat Kp. Cijangkar
Sementara itu, Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Kersamanah, Drs. Engkur, SH, M.Si, yang juga sebagai Ketua Paguyuban Dinas UPTD Pendidikan se-Kabupaten Garut merespon sekali gagasan dan niatan Kepala Sekolah SDN Kersamanah V ini, . Menurutnya, apa yang digagas oleh Kepala SDN Kersamanah V patut diapresiasi apalagi hal tersebut sudah diamanatkan dalam
PP (Peraturan Pemerintah ) No.24 tahun 2007, yang salah satunya adalah sanitasi jamban sekolah yang perlu ditingkatkan agar memberikan suatu impresi(kesan) sebuah sanitasi yang kerasan terhadap pelaksana teknis pendidikan dan anak-anak sekolah.( Ilham Amir)***
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment