![]() |
| Drs. Wahyu Dijaya, M.Si |
Sempat "Dibuang" ke Kewedanaan
TAK terasa, sudah 20 tahun ia mengabdi sebagai birokrat. Dan kini ia dipercaya menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Garut.
Itulah Drs.Wahyu Dijaya, M.Si. Pria kalem berkaca mata minus itu banyak melahirkan konsep dan gagasan sebagai terobosan untuk kemajuan Garut.
Integritasnya sebagai pegawai pemerintah tak disanksikan lagi. Tak heran jika ia sempat mendapat anugerah Satya Lancana Karya Satpa pada tahun 2009 dari Presiden RI SBY. Penghargaan itu hanyalah salah satu dari puluhan penghargaan yang diraihnya atas pengabdian dan dedikasinya selama berkarier di Pemerintah Kabupaten Garut.
"Saya tidak takut menghadapi hari esok karena hari ini sedang dialami," ungkapnya sangat filosofis pada Jumat sore (4/1) lalu di rumahnya di Perum Cempaka, Kecamatan Karangpawitan.
Mantan aktivis KNPI ini mengaku sebagai pejabat banyak godaan untuk menangguk keuntungan pribadi. "Dan di sanalah komitmen serta integritas seorang birokrat diuji," jelasnya.
Wahyu yang jebolan Unpas Bandung itu memulai karirnya di Kantor Sosial Politik (Sospol) Garut pada tahun 1992.
Bicaranya terbuka, pemikirannya pun kritis. Contohnya ketika ia menganalisa problem dalam tubuh birokrasi. Menurutnya, benturan politik dan adanya dominasi kekuasaan dalam pemerintahan yang menuntut loyalitas bukan kualitas, merupakan problem dan sumber kekecewaan masyarakat waktu ke waktu.
***
BANYAK kiprah yang telah dilakukan pengagum berat kitab Ihya Ulumudin karya ulama besar Imam Ghazali ini. Di antaranya mengupayakan Garut menjadi tempat destinasi yaitu daerah tujuan wisata. Gebyar Hajat Pakidulan, Pesta Cangkuang, dan Festival Bagendit merupakan buah pemikirannya.
Namun siapa sangka akibat keterbukaannya dan kekritisannya ia pernah tersandung. Pada tahun 1996, ketika periode Bupati Toharudin Gani, Wahyu sering kali menyampaikan kritik tajam terhadap bupati terkait kebijakan dan fungsi Baperjakat yang saat itu menurutnya mandeg. Wahyu pun "dibuang" ke kantor Kewedanaan Cikajang selama tiga tahun lamanya.
Suami dari Ir. Nani Rohaeni, MP yang juga pegawai Pemkab Garut tepatnya di Dinas Perkebunan itu mengatakan, pekerjaan bukan segalanya namun di mana pun ia ditempatkan maka ia memiliki kewajiban untuk membenahi. (Syamsul)***
Drs. Wahyu Dijaya, M.Si
Lahir : Karawang, 5-6-1964
Pekerjaan : Kepala Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kab. Garut
Penghargaan : Satya Lancana Karya Satpa tahun 2009 dari SBY
Nama Istri : Ir. Nani Rohaeni, MP
Nama Anak :
- Laras Anisa Wahyu Ningtias (Kuliah di UPI)
- Muhammad. Herlambang Prakasa Yuda (SMP)
Pengalaman Pendidikan :
SD Talagasari Karawang, SMP Talagasari Karawang, SMA2 Cimahi Bandung
S1 Universitas Pasundan (Unpas) Bandung lulus tahun 1984
S2 Uniga Garut Fakultas Fisip
Pengalaman Organisasi
Mantan Wakil Ketua KNPI Garut
Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pemuda Pancasila hingga sekarang

0 comments:
Post a Comment