| USTAD Mastur memperlihatkan petai raksasa yang kini menghebohkan warga tersebut, di rumahnya di Kampung Sagaranten, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening, Sabtu (19/1).* |
WARGA Sukawening dan sekitarnya kini dihebohkan dengan keberadaan petai (peuteuy) raksasa yang berada di rumah seorang ustad di Kampung Sagaranten, Desa Sukasono, Kecamatan Sukawening.
Ustad Mastur Nurhakim (60), demikian nama ustad yang menyimpan petai aneh tersebut, mengaku bahwa petai itu pemberian seorang kakek tiga bulan lalu.
"Moal disebatkeun namina mah. Nu jelas eta jalmi teh tos sepuh, masih urang Garut," kata Mastur saat ditemui di rumahnya, Sabtu (19/1).
Karena termasuk benda "aheng", Mastur pun menyimpan petai raksasanya di kamar khusus, disatukan dengan barang-barang antik koleksinya. Laki-laki ini memang pengoleksi benda antik sehingga di rumahnya terdapat sejumlah benda-benda kuno, di antaranya batu-batuan, akar-akaran yang usianya sudah ratusan tahun, bambu langka dan sebagainya.
Panjang petai raksasa itu sekitar 150 centimeter (1,50 m), dengan lebar 100 milimeter (10 cm), serta memiliki 16 biji. Satu biji berdiameter sekitar 70 milimeter (7 cm) dengan berat tidak lebih dari 1 kilogram.
Dengan ukuran sebesar itu, tak heran jika tinggi petai itu hampir seukuran dengan tinggi tubuh Mastur.
Setiap hari, ujar Mastur, rumahnya banyak kedatangan tamu yang penasaran dengan petai tersebut. Mereka bahkan ada yang datang dari Sumedang, Banjar, Ciamis, Cianjur dan kota-kota lainnya.
"Malih aya anu Jogjakarta sareng Semarang sagala," jelasnya.
Mastur menceritakan, si kakek memberikan petai raksasa sekitar pukul 04.00 sore hari pada hari Jumat. "Duka ku naon bet sim kuring nu kapilih ku eta sepuh," jelasnya seraya berharap keberadaan petai di rumahnya membawa manfaat untuk dirinya, keluarga serta tetangga.
Mastur percaya bahwa petai itu bukan sembarang petai. Sebelumnya si kakek datang dan memberikan petai, ia sempat bermimpi kedatangan almarhum ayah dan ibunya, H. Bukhori dan Hajah Rokayah. "Keduanya berpesan, jika ada yang memberi barang, terima saja. dan ternyata besoknya saya kedatangan ki sepuh yang memberikan barang ini,” tutur Mastur.
Mastur mengaku sejumlah orang telah menawar petai raksasanya di atas Rp 10 juta. "Tapi moal diical, najan samiliar ge," ungkapnya.
GE sempat memegang petai milik Mastur sebab curiga bahwa itu hanyalah petai-petaian yang terbuat dari plastik. Namun ternyata tidak. Kulitnya memang mirip kulit petai dan bijinya ketika dipijit ternyata kenyal seperti petai lainnya. (Ilham Amir)****
hahaha.... nu alit wae tos bau ka nu saimah, komo nu raksasa. sigana mun nu ngahuap nu kitu matak bau salelembur!
ReplyDeleteGarut Express moga terus jaya selalu! Salam pers dari Suara Garut
itu petai gergasi namanya adanya di daerah malaysia ,,,
ReplyDeleteHahaha moal atuh bau nugiken kasalemburmah,
ReplyDeleteAmiin, nuhuun.. semoga Suara Garut juga jaya selalu :)