SALAH seorang karyawan pembuatan kerupuk saat melakukan proses penjemuran di Kampung Burujul, Desa Limbangan Timur, Kecamatan Limbangan, Kamis (27/12).* |
Musim Penghujan Datang Pedagang Kerupuk Meradang
LIMBANGAN,(GE).-
Usaha kerupuk rumahan ternyata sangat bergantung pada cuaca. Kini saat musim penghujan datang, para pedagang kerupuk mulai kesulitan. Pasalnya, pengeringan kerupuk yang mengandalkan cahaya matahari sulit diperoleh. Bahkan dalam satu kali pembuatan yang seharusnya kering dalam dua hari, kini membutuhkan empat hari. Jadi banyak pedagang kerupuk yang menganggur menunggu ketersediaan barang.
Salah seorang pengrajin kerupuk di Kampung Burujul, Desa Limbangan Timur, Kecamatan Limbangan, Dedi (30), mengaku dirinya sudah menggeluti usaha pembuatan kerupuk sejak ia duduk dibangku sekolah dasar. Kemudian setelah keluar dari bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dirinya langsung memantapkan tekad menggeluti usaha pembuatan kerupuk.
Menurut Dedi, kendala pembuatan paling utama bagi pengusaha pembuatan kerupuk rumahan seperti dirinya tergantung pada keadaan cuaca. Saat musim penghujan seperti ini, kata Dedi, kerupuk buatannya sulit kering jadi ketersediaan barang sering tekor. Padahal saat ini, penjualan kerupuk sedang mengalami peningkatan.
Masih menurut Dedi, proses pembuatan krupuk bisa di bilang susah-susah mudah. Apabila tidak terbiasa akan menghasilkan kerupuk yang sulit mengembang atau gosong. Untuk itu, pembuatan kerupuk hasil buatannya selalu maksimal karena pembuatannya dilakukan oleh dirinya sendiri.
“Proses penjemuran krupuk menjadi lebih lama akibat cuaca yang tidak menentu. Bila sebelumnya hanya sekitar dua hari, maka saat ini bisa mencapai empat sampai lima hari bahkan sampai seminggu, hanya untuk mengeringkan kerupuk sebelum di goreng," kata Dedi.
Karena itu, kata Dedi, volume produksi krupuk turun. Imbasnya kerupuk yang dijual ke pedagang menjadi berkurang. Maka karyawan di sini pun sering banyak menganggur.
Sementara itu, salah seorang karyawan pembuatan kerupuk di rumah Dedi, Ujang Kurniawan (23) mengaku dirinya sudah bekerja di pembuatan kerupuk milik Dedi tak kurang dari tiga tahun. Menurutnya, setiap musim penghujan seperti ini, pembuatan kerupuk selalu terhambat. Imabasnya ia sering menganggur. Padahal, ia dibayar harian dalam proses pembuatan kerupuk itu.
"Karena saya sering nganggur, jadi penghasilan pun otomatis berkurang," ungkap Ujang, Kamis (27/12).
Ujang mengatakan, jika ada alat pengering mungkin dirinya bisa terus bekerja meski disaat musim hujan datang. Soalnya kerupuk tidak bisa digoreng jika kondisinya masih basah.
Hal senada diungkapkan oleh salah seorang pedagang kerupuk, Rahmat (29), yang biasa mengambil barang dari Dedi. Menurut Rahmat, sudah hampir satu minggu ia tak bisa berjualan. Pasalnya ketersediaan kerupuk di tempat yang biasa ia beli sulit diperoleh.
Padahal, kata Rahmat, pelanggannya sudah meminta agar segera dikirim kerupuk. Namun harus bagaimana, barangnya tidak ada karena masih belum dilakukan penggorengan juga. Kini Rahmat harus bersabar menunggu kerupuk agar cepat kering sambil berharap cuaca bisa bersahabat. (Dian)***
0 comments:
Post a Comment