Home » , » Sambaran Petir Tewaskan Seorang Buruh Tani

Sambaran Petir Tewaskan Seorang Buruh Tani

Written By Garut Express on Sunday, December 23, 2012 | 5:58 AM


Sambaran Petir Tewaskan Seorang Buruh Tani

CIBATU, (GE).- Jika orang tua dulu sering melarang anak-anaknya untuk ke luar rumah saat hujan deras memang bukan tanpa alasan. Pasalnya ancaman bahaya petir saat hujan deras datang siap mengancam bagi siapa saja. Jadi jangan pernah coba-coba keluar rumah jika saat hujan deras diiringi petir.

Seperti terjadi di Kampung Pasir Abang, Desa Cibunar, Kecamatan Cibatu, seorang warga tewas seketika dan tiga lainnya menderita luka bakar ringan setelah tersambar petir, Kamis (13/12). Korban meninggal dunia diketahui bernama Popon (51), seorang buruh tani.

Berdasarkan informasi, saat kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, keempat korban yang merupakan buruh tani sedang bekerja di sawah saat mendung. Seketika, petir menyambar. Popon yang tersambar langsung paling terkena dampak sementara tiga lainya terkena percikan mengalami luka bakar.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Ruslan, mengatakan ketiga korban tengah membersihkan sawahnya dari tanaman liar pada sore hari bersama empat petani lainnya. Tiba-tiba, petir menyambar Popon yang tengah berdiri dan Oneng serta Ai yang sedang merunduk.

"Sawah yang mereka garap berada pada dataran teratas dari dataran di sekitarnya. Tidak ada pohon di kawasan ini. Jadi, petir langsung menyambar objek tertinggi di dataran itu, yakni para korban," kata Ruslan di Kantor BPBD Kabupaten Garut, Jumat (14/12).

Empat petani lainnya mengalami syok berat akibat berdekatan dengan sambaran petir. Sejumlah petani yang juga sedang mengurus sawah di sekitarnya langsung berlari, berusaha menolong tiga ibu-ibu yang tersambar ini. Namun, Popon yang mengalami luka bakar berat tidak bisa diselamatkan.

Ruslan mengatakan seharusnya para petani meninggalkan pekerjaan mereka jika hujan mulai turun. Sebab, petir yang sering mengiringi hujan bisa menyambar berbagai objek di sekitarnya, tanpa peringatan. Para petani pun, ujarnya, dilarang berlindung di bawah pohon karena bisa ikut tersambar.

"Sawah-sawah di Cibatu, Leuwigoong, Limbangan, Cibiuk, Leles, dan sekitarnya, sangat datar dan jarang pohonnya. Sangat berbahaya kalau ada hujan disertai petir. Bisa menyambar objek apapun yang tertinggi di antara hamparan luas itu," kata Ruslan.

"Korban sudah dimakamkan, sementara tiga lainya mendapatkan perawatan karena mengalami luka bakar," ujar Kapolsek Cibatu Ajun Komisaris Agus Ahmad Wahyu, Jumat (14/12). (Ilham Amir)***
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger