Home » , , » Sampah Lebaran Jadi Tanggungan Pemkab

Sampah Lebaran Jadi Tanggungan Pemkab

Written By Garut Express on Monday, August 19, 2013 | 8:30 PM

KOTA, (GE).-
Tingkat konsumerisme dalam perayaan lebaran memang tinggi. Tak pelak, setiap pascalebaran tumpukan sampah menjadi pemandangan yang lumrah, termasuk pada malam takbiran tahun ini. Dari kawasan perkotaan saja, Pemkab Garut harus membersihkan  dan mengangkat sampah sebanyak 180 meter kubik.
"Kami menurunkan sekitar 150 personel petugas kebersihan, 15 armada truk pengangkut sampah, serta 2 unit loader. Masing-masing truk mengangkut sampah 2 rit perjalanan dikalikan 6 meter kubik sampah sekali angkut. Jadi pada malam takbiran, sampah terangkut dari Pengkolan sekitar 180 meter kubik," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan Kabupaten Garut, Toni Tisna Somantri, Kamis (8/8/2013).
Pada malam takbiran itu, Pemkab juga bertindak tegas menertibkan para pedagang kaki lima (PKL) yang selama Ramadan memadati setiap ruas jalan di pusat kota. Penertiban PKL dilakukan tepat pada malam takbiran Idul Fitri 1434 H/2013 M, Rabu (7/8) sekitar pukul 24.00 WIB.
Bupati Garut Agus Hamdani disertai Sekda Iman Alirahman dan jajaran pejabat Pemkab lainnya memimpin upaya penertiban para PKL dengan mendapatkan pengawalan dari Satpol PP. Di belakang rombongan, pasukan petugas kebersihan melakukan pembersihan, lengkap dengan loader dan sejumlah armada truk angkutan sampah.
Tidak ada aksi anarkis selama penertiban PKL berlangsung. Terlebih para pedagang juga jauh sebelumnya sudah diberitahu akan ada penertiban. Mereka dengan sukarela membereskan jongko, lapak dan barang dagangan yang memenuhi trotoar serta badan jalan di Pengkolan.
Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemadam Kebakaran pada Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, Wawan Sobarwan, untuk membantu penertiban PKL di Pengkolan, pihaknya menurunkan 3 unit mobil pemadam kebakaran. Ketiga kendaraan digunakan untuk menyemprot jalanan agar sisa-sisa tumpukan sampah hilang. (Cep)***

Produksi 600, Terangkut Hanya 400

Saat Idul Fitri produksi sampah memang meningkat drastis. Pada saat biasa (bukan suasana Idul Fitri), produksi sampah kawasan Garut Kota meliputi Kec. Tarogong Kidul, Tarogong Kaler, Karangpawitan, Banyuresmi, dan Garut Kota sekitar 70 ton per hari. Volume sampah tersebut dihasilkan dari rumah tangga dan pasar. Dari beberapa titik TPS, sampah kemudian diangkut ke TPA Pasirbajing, Banyuresmi.
Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI), setiap orang berpotensi memproduksi sampah sebanyak 2 liter setiap hari. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di Kab. Garut, volume sampah yang dihasilkan pun terus meningkat.
Sayangnya, peningkatan volume sampah tidak sebanding dengan tenaga kerja dan fasilitas yang ada. Minimnya armada truk pengangkut sampah yang dimiliki Pemkab membuat sampah menumpuk di mana-mana. Dari 24 armada hanya enam truk yang bisa beroperasi mengangkut 200 meter kubik sampah. Padahal dalam sehari, di perkotaan Garut saja menghasilkan hingga 600 meter kubik sampah.
Kini belasan mobil pengangkut sampah milik Pemkab dalam kondisi rusak dan menjadi bangkai besi tua. Karena kekurangan inilah, penanganan sampah di Garut sangat terbatas.
kawasan perkotaan Garut selalu memproduksi sampah sekira 600 meter kubik per hari. Kebanyakan sampah berasal dari rumah tangga, industri, serta pasar tradisional dan modern.
Dengan armada truk sebanyak enam unit, Bidang Kebersihan hanya mampu mengangkut sampah sekitar 200 meter kubik per hari. Berarti, masih ada sampah sekitar 400 meter kubik yang tidak terangkut.
Di sisi lain, jumlah TPA pun harus diperbanyak. Idealnya, Garut harus memiliki tiga TPA yang tersebar di beberapa titik. (ES)***
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger