| Kabidgar Pendidikan Persatuan Islam saat menyerahkan SK kepada Pimpinan Pesantren 104 Cikajang, H. Odin Ismail. |
CIKAJANG, (GE).- Ketua Bidang Garapan (Bidgar) Pendidikan Persatuan Islam, Dr. H. Dedeng Rosidin, MA atas nama Pimpinan Pusat Persatuan Islam, Selasa (27/12) melantik 10 Kepala Madrasah di lingkungan Pesantren Persis No 97 dan No 104 Cikajang. Mereka yang dilantik yaitu Mudir ‘Am (Pimpinan Pesantren), 2 Kepala Madrasah Aliyah, 2 Kepala Madrasah Tsanawiyah, 2 Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT), dan 2 Kepala Madrasah Diniyah Ula (MDU).
Dikatakan Dedeng, pelantikan tersebut diharapkan semakin meningkatkan kualitas pendidikan di Jam’iyyah Persatuan Islam. Sebab, menurutnya, sebagai salah satu organisasi masyarakat yang konsen terhadap pendidikan dan dakwah, Persatuan Islam diharapkan berada di garda depan untuk menerapkan sistem pendidikan yang komprehensif dalam upaya mencetak waladun solihun wa ‘alimun.
Dengan tema yang diusung “Mengukuhkan Kualitas Pendidikan di Jam’iyyah Persatuan Islam”, diakui Dedeng, menjadi pekerjaan yang tidak mudah bagi seluruh pengelola pesantren. Terlebih lagi, di era jaman globalisasi saat ini, pengaruh bagi perkembangan remaja sangat sulit dibendung. Oleh karena itu, diungkapkan Dedeng, pola pendidikan yang dilaksanakan oleh pesantren diharapkan mampu membentengi generasi muda saat ini dari pengaruh budaya asing maupun budaya lokal yang tidak sesuai dengan syari’at Islam.
“Kami berharap, amanat yang diemban para kepala (mudir) bisa dilaksanakan dengan sebaik mungkin dan pendidikan Persatuan Islam bisa menghasilkan lulusan yang kompeten. Baik dalam kehidupan masyarakat maupun dalam dunia kerja,” harap Dedeng.
Dalam pelaksanaannya, Pendidikan Persatuan Islam menggabungkan dua kurikulum yaitu kurikulum nasional dan kurikulum pesantren. Dengan adanya penggabungan dua kurikulum tersebut, ungkap Dedeng, diharapkan lulusan-lulusan dari Pesantren Persatuan Islam memiliki wawasan yang komprehensif. Bisa bersaing dengan lulusan dari sekolah lain pada umumnya.
Sementara itu Ketua Pimpinan Daerah Persatuan Islam Kab. Garut, H. Iyep Komarudin dalam sambutannya mengungkapkan, sesuai dengan misi dari sistem pendidikan Persis, yaitu membina santri yang tafaquh fiddien, diharapkan mampu menjadi jawaban dari keinginan masyarakat dewasa ini. Dimana, lulusan yang diharapkan adalah lulusan memiliki wawasan dan pengetahuan umum luas, memiliki kepribadian yang luhur (berakhlakul karimah) dan memahami masalah keagamaan.
Hal senada diungkapkan Ketua PC Persis Kec. Cikajang, H. Nandang Sopadin. Menurutnya, sistem pendidikan dalam Persatuan Islam merupakan sistem pendidikan yang dinilai konfrehensif dalam situasi jaman sekarang. Sebab, para santri tidak hanya belajar ilmu agama saja, tetapi dibekali juga dengan pengetahuan umum lainnya dan keterampilan lain. (Taufik)***
0 comments:
Post a Comment