Home » , » Gantungkan Cita-Cita dari Berjualan Jagung

Gantungkan Cita-Cita dari Berjualan Jagung

Written By Garut Express on Tuesday, January 22, 2013 | 5:51 PM

SALAH seorang pembeli saat memilih jagung yang dijajakan oleh Jaenal dan kawannya, Sabtu (19/1).*

Gantungkan Cita-Cita dari Berjualan Jagung

SIANG itu, ditengah-tengah teriknya matahari, tiga orang anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar tampak berjalan kaki sambil membawa keranjang berisi jagung manis untuk dijual. Dari pintu ke pintu mereka terus berteriak menawarkan jagung manis yang dibawanya dengan harapan ada penduduk yang mau membeli barang dagangannya. Rasa letih sudah tak dihiraukan lagi. Keringat di baju mereka pun tampak membasahi kaos oblong kusam yang mereka kenakan saat itu.

Agar lebih dekat dengan mereka, "GE" menyempatkan diri untuk membeli jagung yang mereka jajakan. Dengan penuh semangat, mereka langsung membuka barang dagangannya. Bahkan seperti pedagang orang dewasa pada umumnya, mereka pun terampil tawar menawar.

Ketiga anak itu emiliki nama, Iwan (8), Jaenal (10) dan Herul (7). Saat ini mereka masih tercatat sebagai siswa di SDN Rancabango 1. Meski masih duduk di bangku sekolah dasar, tapi bukan menjadi halangan baginya untuk meraup rupiah dari hasil jualan jagung manis.

Saat ditanya tetang penghasilan mereka dari berjualan jagung manis, dengan wajah polos mereka mengaku hanya mendapatkan upah Rp 15.000 tiap harinya. Upah itu diperolehnya jika semua jagung manis yang ia jajakan terjual habis. Namun jika masih tersisa, tentunya mereka hanya akan mendapatkan upah jagung sisanya saja.

"Lumayan we aya kangge bekel sakola jeung keur meser buku mah. Lamun aya sesana ditabungkeun," kata Jaenal mewakili teman-temannya, Sabtu (19/1).

Jaenal berharap, meski pun ia dilahirkan dari keluarga yang berkemampuan ekonomi rendah, namun tak mengendurkan dirinya untuk menggapai cita-cita menjadi seorang pilot. Mudah-mudahan, harap Jaenal, tabungannya bisa cukup untuk menjadi bekal hidupnya dan melanjutkan sekolah.

Meski hanya sedikit keuntungannya, namun profesi menjadi pedagang jagung manis itu, telah ditekuni Jaenal sejak duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Bahkan sejak menekuni profesinya itu, Jaenal harus pintar-pintar memutar kepala membagi waktu untuk belajar dan mencari penghasilan. (Dian)***
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger