RAHMAT Hidayat saat melihat rumah milik Mahmur yang tergenang air akibat banjir bandang di Kampung Cikelepu, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening, Selasa (25/12).* |
Banjir Bandang Rendam Dua Rumah Warga
SUKAWENING, (GE).-
Hujan deras, Selasa (25/12) datangkan bencana bagi warga Desa Sukaluyu, Kecamtan Sukawening. Volume air hujan dan sempitnya saluran air di sana membuat luapan air memasuki rumah-rumah milik warga. Bahkan, jalan rambat beton yang baru saja selesai dibangun kini porak-poranda diterjang banjir bandang.
Berdasarkan pantauan "GE", di bolk Cikondang, Desa Sukaluyu, air yang masuk melalui saluran irigasi skunder di Citameng Dua meluap hingga beberapa sawah yang ada di sekitarnya rusak. Selain itu, dua rumah milik warga ikut tergenang oleh luapan air dari irigasi Citameng.
Salah seorang tokoh masyarakat setempat, Rahmat Hidayat mengatakan, diperkirakan 150 meter jalan rambat beton yang baru saja usai dikerjakan ludes terseret banjir bandang. Namun menurut pandangannya, rusaknya jalan rambat beton tersebut akibat buruknya pengerjaan jalan.
"Bencana ini murni akibat keteledoran manusia yang tidak mau memelihara saluran air Irigasi Citameng Dua," kata Rahmat, Selasa (25/12).
Masih menurut Rahmat, akibat banjir bandang itu, dirinya menderita kerugian jutaan rupiah. Pasalnya sawah seluas 200 tumbak miliknya rata dengan tanah akibat gerusan banjir bandang. Padahal, ia baru satu minggu belakangan ini menanam padi di sawahnya.
Kini, kata Mamat, sawahnya hanya menyisakan timbunan tanah dan tumpukan sampah yang terseret banjir bandang. Tak hanya rugi akibat tanaman padinya hancur, kini ia pun harus merogoh kocek lagi untuk memperbaiki sawah yang tertimbun tanah dan sampah.
Sementara itu, korban lainnya, Tajudin (54), mengaku jika rumahnya ikut menjadi korban amukan banjir bandang. Sekitar setinggi lutut orang dewasa, air bawaan banjir bandang langsung masuk ke dalam rumahnya. Kini kondisi rumah Tajudin, tampak berantakan dan tumpukan sampah di mana-mana.
Menurut Tajudin, selain dirinya, salah seorang tetangganya, Mahmur (39), mengalami nasib yang sama. Rumah permanennya menjadi korban amukan banjir bandang yang menerjang Kampung Cikondang dan Cikelepu, Desa Sukaluyu, Kecamatan Sukawening.
Kepala Desa Sukaluyu, Asep Amarullah, mengatakan saat menerima informasi ada peristiwa banjir bandang di Kampung Cikondang dan Cikelepu, dirinya langsung menerjunkan petugas ke tempat kejadian. Pada waktu itu juga, semua perangkat Desa Sukaluyu dibantu oleh masyarakat setempat memperbaiki saluran air di Irigasi Citameng.
Ia berharap, kejadian seperti ini tak lagi menimpa warga Desa Sukaluyu. Asep berjanji, akan terus memperhatikan saluran air yang ada di Desanya agar kejadian banjir bandang ini tak terulang lagi di masa yang akan datang. (Ilham Amir)***
0 comments:
Post a Comment