| Drs.H.Rachmat Wijaya, |
Mengabdi di Tiga Kecamatan Tanpa Listrik
WARGA yang hilir mudik ke perkantoran Pemkab Garut tentunya mengenal sosok PNS senior Drs.H.Rachmat Wijaya yang kini menjabat sebagai staf ahli Bupati Garut.
H.Rachmat, begitu ia biasa disapa, pejabat Eselon II yang telah banyak makan asam garam. Berbagai tugas telah ia emban, berbagai daerah di Kabupaten Garut pun telah ia injak hingga akhirnya kini menjadi staf ahli bupati.
Ia lahir dari keluarga yang masuk jajaran tokoh masyarakat. Maka tak heran jika masyarakat memberikan kepercayaan kepada ayahnya untuk menjadi kepala desa.
H.Rachmat meniti karirnya sejak tahun 1975. Setelah 12 tahun mengabdi, ia kemudian dipercaya menjabat Kepala Kemantren Cimari, tepatnya tahun 1987. Setahun kemudian dipindahkan ke Cibalong dengan jabatan sekmat. Beberapa tahun setelah itu, tepatnya tahun 1995, Rahmat dipercaya menjadi Camat Cibalong. Masih pada tahun itu, ia dipindahkan menjadi Camat Talegong dan tiga tahun kemudian dipindahkan menjadi Camat Pameungpeuk.
Mulai tahun 2000 ia bertugas di wilayah Utara dengan menjabat Camat Leles. Setelah tiga tahun di sana, Rahmat dipindahkan ke Limbangan dengan jabatan yang sama.
Tahun 2005, ayah tiga anak ini ditarik ke lingkungan Sekretariat Daerah dan menjabat Kabag Organisasi. Setahun kemudian tepatnya tahun 2006 menjadi Kabag Pemerintahan, kemudian tahun 2008 menjabat Kabag Kesra. Akhirnya tahun 2010 hingga sekarang, menjelang masa pensiunnya, H.Rachmat Wijaya diangkat menjadi staf ahli Bupati.
“Insya Allah, sejak dulu saya bertekad mengabdikan hidup ini untuk pemerintahan Garut. Dan saya kira jabatan yang diamanahkan ini harus saya kerjakan sepenuh hati,” ungkap kakek 6 orang cucu ini.
Jebolan APDN ini bertutur bagaimana terbatasnya fasilitas saat melaksanakan pengabdian dulu, terutama di daerah selatan. Menurutnya, ketika menjadi camat di Cikelet, Cibalong dan Talegong, ia dan stafnya terpaksa hidup “mopoek” karena saat itu ketiga wilayah tersebut belum teraliri listrik.
“Ya, saat itu ketika menjabat di tiga kecamatan tersebut, kondisinya amat terbatas. Namun pelayanan kepada warga tetap kami usahakan secara optimal. Saat itu jika ada acara atau memberikan pelayanan pada malam hari, saya suka menggunakan lampu patromax atau lampu cempor,” ucapnya.
Baru pada tahun 1988, sebagai camat ia bisa menikmati aliran listrik, yakni ketika menjabat sebagai Camat Pameungpeuk.
Lalu apa tugas H. Rahmat sekarang sebagai staf ahli?
“Di antaranya mengamati dan memberikan penilaian, setelah itu baru memberikan laporan kepada Bupati berupa pandangan dan saran baik secara lisan maupun tulisan,” kata pengurus Koprasi Sasakadana dan pengurus PMI itu.
Menjelang masa pensiunnya, H.Rachmat bersama istrinya Hj.Euis Rochayati yang pengurus Dharmawanita dan PKK Kabupaten Garut bertekad membantu kelancaran roda pemerintahan Garut untuk menuju Garut yang lebih baik.
Dengan pengalamannya sebagai abdi negara selama hampir 39 tahun ini, H. Rahmat sekarang banyak ditawari menjadi kader partai politik.
“Ya, banyak juga partai yang menawari saya untuk bergabung, namun belum saya tanggapi dengan serius karena sekarang saya masih fokus pada pengabdian di pemerintahan,” katanya. (Cep)***
0 comments:
Post a Comment