Home » , , , » Guru Dituntut Implemantasikan Aksara Sunda

Guru Dituntut Implemantasikan Aksara Sunda

Written By Garut Express on Wednesday, November 20, 2013 | 9:42 PM



Disdik, (GE),- RIBUAN guru di Kabupaten Garut dituntut untuk mengimplementasikan atau menerapkan penggunaan aksara Sunda di lingkungan sekolah masing-masing. Upaya tersebut merupakan hasil dari pelatihan implementasi aksara Sunda kepada ribuan guru yang digelar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, beberapa waktu lalu
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Drs. H Mahmud,M.M.Pd,  mengatakan pelatihan ini diharapkan meningkatkan kemampuan para guru dalam memahami dan mengajarkan aksara Sunda kepada para peserta didiknya.
"Selanjutnya diharapkan dapat mempergunakannya dalam kegiatan-kegiatan keilmuan, khususnya yang berkaitan dengan kebudayaan Sunda. Jadi, tidak hanya diajarkan dan dipergunakan di sekolah," kata Mahmud saat ditemui di sela acara pembukaan seminar tersebut
Setelah mendapat materi, ucapnya, para pengajar ditutuntut untuk mengimplementasikan aksara Sunda dalam aktivitas sekolah masing-masing, di antaranya menuliskan nama sekolahnya dalam aksara Sunda pada papan nama di depan sekolah.
"Guru-guru kelas 5 dan 6 SD mungkin baru dalam tahapan memperkenalkan kepada para muridnya. Tetapi, pada tingkat SMP dan SMA, dituntut untuk lebih kreatif mengimplementasikannya lagi sehingga lebih luas digunakan, seperti karya tulis," katanya.
Dengan karakter aksara Sunda, ujarnya, para guru dan peserta didiknya dapat menuliskan berbagai bahasa, seperti Bahasa Indonesia, bahkan Bahasa Inggris. Sebab, dalam aksara Sunda ini terdapat huruf V (Va), F (Fa), dan X (Xa), yakni huruf yang tidak digunakan dalam Bahasa Sunda.
Pelestarian dan implementasi aksara Sunda ini, ujarnya, dikuatkan oleh Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 5 Tahun 2003 Tentang Pelestarian Bahasa, Sastra, dan Aksara Daerah.
Seorang peserta seminar, Rostiana, guru kelas VI SDN III Sukaluyu 3, Kecamatan Sukawening, mengatakan berharap penerapan penggunaan aksara Sunda dapat dilakukan secara serentak dan kompak. Dengan demikian, aksara Sunda dapat digunakan dalam kegiatan sehari-hari.
"Saya harap dengan belajar aksara Sunda, anak-anak dapat membaca naskah-naskah kuno beraksara Sunda, walaupun sudah dimodifikasi. Jadi arkeolog amatir mungkin," katanya.
Rostiana mengatakan para peserta didiknya awalnya mengalami kesulitan dalam membaca aksara Sunda. Hal ini disebabkan perbedaan mendasar antara sistem penulisan huruf vokal pada setiap kalimat antara abjad Indonesia dan aksara Sunda.
"Kalau hapalan hurufnya, bisa diatasi dengan cara dinyanyikan sehingga mudah diingat. Dengan belajar aksara Sunda, kita akan lebih mencintai budaya Sunda," ujarnya. Farhan SN***


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Mahmud, M. Pd,
Share this article :

0 comments:

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Garut Express - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger